Beberapa Waktu Merenung, Sebuah Refleksi Kehidupan Menghadapi Kematian


Kejadian saat ini,
Mengingatkan pada 28 September 2018.
“Berhadapan dengan kematian”.
Kejadian saat ini, pembelajarannya mungkin serupa.

Waktu itu, masuk 3 meter ke dalam tanah.
Tertimbun reruntuhan, dilindungi meja guru dari kayu jati, direndam air hingga se dada, gelap gulita, sempit, sesak, seperti dalam kuburan, susah bergerak, diam seperti bayi dengan 1 posisi yang sama selama 12 jam, seperti bayi dalam kandungan (dalam kandungan Mother Earth) Lanjutkan membaca “Beberapa Waktu Merenung, Sebuah Refleksi Kehidupan Menghadapi Kematian”

Gunung Meletus, Psikodrama untuk Anak Belajar Tematik di Rumah


Sekarang saatnya untuk tinggal di rumah karena Pandemi Covid 19 terjadi di mana mana. Pemerintah sudah menginstruksikan untuk di rumah saja, sekolah juga di minta melakukan proses belajar jarak jauh. Anak-anak di rumah dan guru mengajar juga dari rumah. Kesemuanya dilakukan demi memperlambat laju penyebaran pendemi virus Corona.

Aku punya teman guru Taman Kanak Kanak dan Kelompok bermain yang membagikan materi yang dibuatnya untuk anak-anak belajar di rumah. Ia membagikan via WhatsApp. Aku sudah minta ijin untuk dituliskan dan dibagikan di sini. Ia mengijinkan bahkan ia juga sudah minta ijin dari orang tua anak, yang ada  di videonya. Lanjutkan membaca “Gunung Meletus, Psikodrama untuk Anak Belajar Tematik di Rumah”

Di Rumah Saja, dan Menjaga Jarak Sosial Mengikuti Anjuran Pemerintah


Sabtu, 14 Maret 2020 masih dapat mengadakan Psikodrama di Wiloka, lancar dan sukses, dihadiri dari beberapa Universitas dan komunitas, dari Universitas Islam Indonesia,  dari Universitas Sanata Dharma, dari Komunitas Titian, baik Dosen maupun mahasiswanya, makin tersebarlah Psikodrama.

Ternyata ini event Psikodrama terakhir sebelum mendapatkan pengumuman untuk menjaga jarak sosial (social distance) karena wabah Covid-19. Malam harinya mendapatkan informasi perlu waspada Corona, tengah malam diinfokan untuk tidak tidak usah keluar rumah dulu oleh Pak RW. Lanjutkan membaca “Di Rumah Saja, dan Menjaga Jarak Sosial Mengikuti Anjuran Pemerintah”

Apa itu Mirroring dan Bagaimana Cara Kerjanya dalam Psikodrama


Mirroring adalah salah satu teknik yang sering dipakai dalam terapi kelompok Psikodrama.

Mirroring berarti bercermin, atau  melihat diri sendiri. Dalam arti lebih luas juga berarti berefleksi untuk lebih mengenal diri sendiri.

Teknik mirroring ini sering digunakan pada tahap Action, ( baca Tahapan Utama Psikodrama) Lanjutkan membaca “Apa itu Mirroring dan Bagaimana Cara Kerjanya dalam Psikodrama”

Bermain Teater Obyek dan Narasi, Safety and Trust di Teater Garasi Yogyakarta


Beberapa hari sebelumnya, Aku mendapat informasi di Group WhatsApp, mengenai workshop teater di Teater Garasi. Demikian pengumumannya :

yang berminat mari ikut…!
Teater Garasi/Garasi Performance Institute Mengundang Anda untuk terlibat dalam Object and Narrative Workshop
“Safety and Trust”
Bersama: July Yang (Ao Ao Ing Ensemble) & Wu Lu
dari Shanghai

Selasa, 25 Februari 2020
18.00 – 21.00 WIB
Studio Teater Garasi Lanjutkan membaca “Bermain Teater Obyek dan Narasi, Safety and Trust di Teater Garasi Yogyakarta”

Perihal Kekuatan, Kekuasaan, Refleksi dari Film Animasi Black Clover


Film Animasi yang berjudul Black Clover atau Semanggi Hitam, bercerita tentang para penyihir yang melindungi kerajaan, dengan tokoh utama Asta dan Yuno. Aku tidak ingin menuliskan ceritanya, melainkan tentang lambang lambang (metapora) yang ada di animasi itu.

Kekuasan adalah kekuatan untuk mengendalikan, dalam Film Animasi ini adalah Kekuatan Sihir. Kekuatan Sihir tersebut ada pada Buku Sihir, yang akan memilih penggunanya sendiri. Ada orang- orang tertentu yang memiliki bakat memiliki kekuatan sihir. Saat memasuki usia dewasa ada upacara tertentu dan buku sihir akan memilih penggunanya. Lanjutkan membaca “Perihal Kekuatan, Kekuasaan, Refleksi dari Film Animasi Black Clover”

Apa Yang Ingin Kau Buktikan ?


Kau berjuang keras selama ini, untuk apa?

Kau ingin membuktikan sesuatu ?

Apa itu?

Seberapa besar kemampuanmu?

Perlukah dengan menghancurkan orang lain?

Bukankah lebih menyenangkan bila dapat bersama?

Baiklah aku mengakui kamu hebat,….lalu apa?

Oke, lah,..kamu benar,….selanjutnya apa?

Apakah kamu bahagia?

 

Yogyakarta, 1 Maret 2020

Retmono Adi