Memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia 10 Oktober, Sebuah Refleksi


Aku barusan mendapat email dari group PsiIndonesia yang berisi ajakan memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2012,.
Ada tertulis :
Saya tahu bagaimana teman2 pengurus jungkir balik meluangkan waktu ekstra untuk mempersiapkan peringatan Hari Kesehatan Mental 10 Oktober 2012. yang secara internasional mengambil tema:“Depression: A Global Crisis”.
Tampaknya Jakarta dan Indonesia juga kecipratan hal ini. Reaksinya adalah berbagai perilaku yang tidak produktif. Salah satu yang menonjol adalah perilaku merusak seperti membakar, merubuhkan, tawuran, berlalulintas seenaknya.
Berbagai masalah yang kita hadapi saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak. Ini harus diperhatikan dan ditangani semua pihak.
Kita sebagai organisasi profesi psikologi melihat perlu dibangun ‘awareness’ di kalangan masyarakat luas tentang pentingnya kesehatan mental. Jadi sasarannya adalah kesadaran akan kesehatan mental akan menjadi sebuah gerakan masyarakat alias ‘social movement’.
Kebetulan tagline Himpsi Jaya adalah “Transform People a Better Life”
  (Jo Remeser)
Bagi aku, mengenai Kesehatan Mental dan Tawuran,
Apapun yang dilakukan oleh anak-anak itu (remaja) adalah tanggung-jawab orang-orang tua.
Anak-anak adalah cerminan orang tuanya. Dan Kesehatan Mental akan tumbuh di Anak-anak jika Orang tuanya juga Sehat Mentalnya.
Aku ketika usia SMA, duniaku adalah bermain dan bercanda, eksplorasi mencari jadi diri. kadang keterlaluan juga nakalnya hingga sedikit menyerempet dengan pelanggaran hukum. Menurutku ya memang begitulah dunia anak remaja. Tawuran adalah salah satu konsekuensi logis atas hasrat eksplorasi ramaja yang tidak terarah, Waktu itu aku juga pernah berada dalam kekacauan seperti itu.
Sebenarnya anak remaja akan mengerti sendiri jika memang sudah saatnya. Ketika mereka memasuki usia dewasa akan lebih mampu mengendalikan energinya. Apabila orang tua di rumah menunjukkan contoh perilaku yang bertanggung-jawab, anak akan belajar bertanggungjwab juga, termasuk dari kesalahan yang dilakukannya. Pelajaran dari kesalahan ini menjadi bekal hidup yang berharga di masa depan mereka.
Nah, apakah orang tua sudah menunjukkan sikap berani jujur pada diri sendiri dan bertanggung jawab ?
eh…tapi lebih enak menyalahkan mereka -remaja- aja deh 🙂
sudah….
Ayo “SENYUM’

Satu tanggapan untuk “Memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia 10 Oktober, Sebuah Refleksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.