5 Fungsi Komunikasi Non Verbal, Bahasa Tubuh, Pikiran Bawah Sadar, dan Psikodrama


Berkomunikasi tidak hanya dilakukan dalam lingkup verbal saja, lebih dari itu kita sebenarnya lebih banyak dipengaruhi oleh komunikasi nonverbal. Pemahaman komunikasi non-verbal, akan memudahkan kita berkomunikasi dengan orang lain dan juga bisa membantu kita mengekspresikan diri.

Komunikasi nonverbal lebih sering muncul dalam Bahasa Tubuh, komunikasi pesan non-verbal (tanpa kata-kata). Bahasa tubuh merupakan proses pertukaran pikiran dan gagasan di mana pesan yang disampaikan dapat berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, sentuhan, artifak (lambang yang digunakan), diam, waktu, suara, serta postur dan gerakan tubuh.

Berikut 5 fungsi pesan nonverbal menurut Mark L. Knapp

  1. Repetisi

Mengulang kembali gagasan yang sudah disampaikan secara verbal.
Contoh:
Anak kecil yang menjawab mau diajak ke dufan akan mengiyakan sambil melompat-lompat senang.

  1. Subtitusi

Menggantikan lambang verbal.
Contoh:
Tanpa mengatakan sepatah katapun, di Indonesia bila seseorang menggeleng, maka lawan bicaranya akan tahu bahwa itu sebagai tanda ketidaksetujuan.

  1. Kontradiksi

Menolak sebuah pesan verbal dengan memberikan makna lain menggunakan pesan nonverbal.
Contoh:
Seseorang mengiyakan dan menganggukkan kepala saat diminta mendekat namun lalu mengambil langkah seribu dan lari secepat-cepatnya.
Bahasa tubuhnya yang menghindari kontak dengan melarikan diri menandakan bahwa ia takut, kontradiktif dengan awal pesan verbalnya saat ia mengiyakan.

  1. Pelengkap (complement)

Melengkapi dan memperkaya pesan nonverbal.
Contoh:
Air muka yang menunjukkan rasa sakit luar biasa tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

  1. Aksentuasi

Menegaskan pesan nonverbal.
Contoh:
Kekesalan diungkapkan dengan memukul lemari.

Selanjutnya bagaimana agar berkomunikasi nonverbal kita mampu berfungsi optimal sementara ada keterhubungan yang erat antara tubuh dan pikiran bawah sadar?  Tubuh adalah manifestasi dari pikiran bawah sadar. Sesungguhnya, apapun yang terjadi di pikiran, dalam hal ini pemikiran dan emosi yang dirasakan individu, pasti, tanpa kecuali termanifestasi di tubuh fisik.

Pertama kita perlu memahami pikiran bawah sadar kita sendiri, agar bahasa tubuh yang akan kita gunakan dalam menyampaikan pesan secara efektif. Kedua kita perlu belajar menangkap pikiran bawah sadar lawan bicara. Apa yang sebenarnya sedang dirasakannya, apa yang diinginkannya dan dibutuhkannya, yang tidak terungkap dalam kata kata.

Psikodrama menawarkan cara meningkatkan kesadaran tersebut, seperti yang diungkapkan Adam Blatner ketika menjelaskan istilah baru Eksplorasi Tindakan untuk psikodrama, yaitu cara meningkatkan kesadaran, berbagi aktivitas yang lebih dari sekedar berbicara, dan melalui tindakannya, berinteraksi dan bereksperimen. Jadi kita dapat melatih kemampuan berkomunikasi nonverbal kita dengan psikodrama.

Come out and play

Sumber

https://www.adiwgunawan.com/articles/tubuh-anda-adalah-pikiran-bawah-sadar-anda

https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_tubuh

Hal-hal Penting yang Perlu Diketahui Soal Bahasa Tubuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.