MENGATASI AMARAH DAN HINAAN #Goresanku 21


Pada suatu hari yang cerah,
Seorang Guru Muda berjalan melintasi sebuah desa. Walaupun usianya masih begitu muda, namun kepandaian dan kebijaksanaannya terkenal di penjuru negeri.
Tiba-tiba saja, langkahnya dihentikan oleh Seorang Pemuda yang bertubuh tinggi besar, beraut wajah merah tampak marah dan tidak senang.

“Hei…!”, katanya kasar.

“Anda itu tidak berhak mengajari orang lain..!”

Kemudian Pemuda ini mulai berteriak menantang dan menghina Guru Muda ini.

“Tahu tidak, anda ini sama saja bodohnya dengan orang lain? Punya kepandaian sedikit saja, sok tahu! Badan begitu kecil nyalimu cukup besar ya?
Ayoo…kalau berani kita berkelahi!”

Dengan wajah tenang sambil tersenyum, Sang Guru Muda malahan balik bertanya,

“Teman … jika kamu memberi hadiah untuk seseorang,
tapi seseorang itu tidak mengambilnya. Siapakah pemilik hadiah itu?”

Si Pemuda terkejut, karena tiba-tiba diberi pertanyaan yang aneh.
Spontan ia menjawab lantang,

“Pertanyaan bodoh, tentu saja hadiah itu tetap menjadi milikku, karena akulah yang memberikan hadiah itu”.

Guru Muda ini tersenyum, lalu berkata,
“Kamu benar, kamu baru saja memberikan marah dan hinaan kepada saya dan saya tidak menerimanya apalagi merasa terhina sama sekali. Maka kemarahan dan hinaan itu pun kembali kepadamu, benar kan? Dan kamu menjadi satu-satunya orang yg tidak bahagia. Karena sesungguhnya, melampiaskan emosi kemarahan adalah sebuah proses menyakiti diri sendiri.
Membangkitkan sel-sel negatif di dalam diri”.

Pemuda itu terdiam, mencoba mencerna kata demi kata Sang Guru. Kepala dan hatinya seperti tersiram air dingin, ketika mendapat sebuah kesadaran baru.
Sang Guru Muda melanjutkan,

“Jika kamu ingin berhenti menyakiti diri sendiri, singkirkan kemarahan dan ubahlah menjadi cinta kasih”.

***Ketika kita membenci orang lain, kita sendiri tidak bahagia bahkan tersakiti secara alami. Tetapi ketika kita mencintai orang lain, semua orang menjadi bahagia termasuk diri kita.

Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.