Roti Gosong #Goresanku 110


Kisah nyata ini adalah pengalaman dari seorang teman. Rasanya, patut disimak bagi para orangtua atau anak agar mau menerima segala perbedaan / kekurangan dalam sebuah keluarga. Beginilah kisahnya:

Sewaktu Aku kecil, Ibuku kadang suka membuatkan kue-kue camilan untuk makan malam. Suatu malam sepulang dari kantor, Ibu membuatkan roti. Ternyata roti-roti buatannya gosong. Meski begitu, Ibu tetap menyajikan roti-roti gosong itu di depan Ayahku. Aku sudah tak sabar menunggu reaksi Ayahku! Tapi, yang dilakukan Ayah adalah mengambil roti itu, tersenyum pada Ibuku, dan bertanya padaku perihal sekolahku. Ayah mengoleskan mentega ke roti itu dan memakannya!
Ketika aku meninggalkan meja makan malam itu, Ibuku meminta maaf pada Ayah karena rotinya gosong. Dan reaksi Ayahku adalah, “Sayangku, Aku suka sekali roti gosong.”

Sewaktu Ayah mengantarkan Aku tidur, Aku bertanya apakah Ia benar-benar menyukai roti gosong itu. Ayah memelukku dan berkata, “Ibumu sudah bekerja keras hari ini dan Ia pastinya sangat lelah. Lagipula, sebuah roti gosong takkan membuat orang menderita.”

Sungguh luar biasa sikap Si Ayah dalam kisah nyata ini. Sahabat, memang tiada yang sempurna dalam kehidupan ini. Begitu pula, tiada manusia yang sempurna. Terkadang kita melupakan hari ulangtahun orang-orang terdekat kita atau hal terpenting lainnya yang terkait orang terkasih kita. Tapi, sering kali hal-hal sepele ini berubah menjadi masalah besar dalam keluarga kita. Akhirnya, orangtua bertengkar pada anak-anaknya, dan begitu sebaliknya.

Kisah ini mencoba mengingatkan kita untuk belajar menerima setiap kekurangan atau kesalahan orang lain, khususnya anggota keluarga kita. Mari kita belajar untuk menghargai perbedaan tiap-tiap anggota keluarga kita. Karena itulah salah satu kunci terpenting untuk menciptakan hubungan keluarga yang sehat dan harmonis. Jangan biarkan “roti yang gosong” meretakkan keharmonisan dalam keluarga kita.

Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.