Ironi Permainan Pikiran #11 Kabur ke Halmahera


3 minggu di Halmahera, saya berharap bisa menjadi manusia yang tulus, manusia yang asik, supel…ternyata enggak tuh! Saya cuma dapat 1 jawaban, saya tidak bisa kabur dari diri saya sendiri, dari otak saya yang ngejelimet mencari jawaban! Eh tapi jangan salah sangka, bukan berarti hidup di Halmahera enggak seru lho! Ada saat2 nya saya merasa damai sekali di Halmahera, ketika saya berenang sendirian di laut yang indahnya amit2, sejauh mata memandang yang terlihat hanya gunung, air laut yang biru, terumbu karang, ikan warna warni….tidak ada manusia lain 1 pun. Awalnya terasa seram, gimana kalau kebawa ombak, gak bakal ada 1 orang pun yang tahu….secara emang gak ada orang kan? Tapi tahu apa yang ada di otak saya saat itu? Tuhan itu maha besar, maha baik…ciptaanNya terlalu agung, terlalu luas…yang saya rasakan hanya damai dan tenang!

3 minggu di Halmahera, saya mendapat banyak pengalaman baru, mendapatkan seorang teman baru juga, namanya Biru. Biru juga sih yang membuat saya berpikir untuk kembali ke Jakarta, soalnya dia punya pengalaman hidup yang mirip dengan saya. Saya bertemu Biru di sebuah pulau antah berantah, dia bekerja di pabrik pengolahan ikan di pulau itu. Kenapa saya bisa mengobrol dan membuka diri pada Biru di kali pertama kami bertemu juga suatu kebetulan, karena kapal saya terjebak badai dan tidak bisa kembali, jadi terpaksa deh menghabiskan waktu cukup lama di tempat Biru. Pernah terbayang apa yang akan terjadi kalau tidak ada sinyal telpon, tidak ada TV yang bisa ditonton, tidak ada internet, dan hanya ada manusia di sekitarmu? Kemungkinan besar yang akan terjadi adalah yang saya alami, ngobrol terlalu jauh. Mendengar cerita Biru seperti mendapat teguran keras, jangan kabur dari masalah ke pulau antah berantah, hasilnya adalah nyangkut di pulau dan masa depan jadi tambah tidak jelas. Biru kabur dari Jakarta setelah putus dari pacarnya, pindah bekerja di pulau terpencil di Halmahera….hehe, terdengar mirip kan?

Bersambung…..

Pengelana (siapapun itu)

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.