Tips Kepercayaan Diri atau Kesombongan?


Banyak orang berpikir mereka tahu, atau mereka menunjukkan kepada orang lain sikap yang mereka percaya sepenuhnya dalam apa yang mereka katakan atau lakukan. Memeriksa sejarah, jelas bagi saya bahwa tidak ada seorangpun yang harus benar-benar percaya diri, karena manusia tidak dapat mengetahui sepenuhnya dampak tindakan mereka. Kadar kerendahan hati minimal 10% optimal, dan dalam beberapa kasus, menaikkan tingkat keraguan sampai 60%. Itu sains. Coba lihat. Tapi kebanyakan orang tidak peduli dengan ini.

Saya terperdaya, terintimidasi, oleh orang lain seperti anak kecil, percaya bahwa orang-orang yang bertindak seolah-olah tahu apa yang mereka lakukan sungguh mengetahui apa yang sedang mereka lakukan. Saya menyadari bahwa saya sangat naif, sangat keliru dalam kepercayaan ini. Namun, saya melanjutkan kecenderungan untuk tunduk pada orang-orang yang tampak lebih percaya diri dengan usia paruh baya! Saya tahu saya tidak tahu dan cenderung terbuka tentang ketidakpastian saya. Jika orang lain lebih percaya diri, pastilah mereka benar-benar tahu.

Dalam 20 tahun terakhir ini terlintas dalam benak saya bahwa orang bisa memproyeksikan Kepercayaan Diri namun keliru. Kekuatan penampakan luar, apa yang oleh psikolog analitik (Jungians) disebut “persona”, adalah bahwa bagi banyak orang, hal itu dengan sengaja dilakukan sungguh-sungguh. Meski begitu yakin banyak pernyataan orang, ternyata sering kali mereka salah jika memang salah, lalu kehilangan beberapa elemen yang sangat penting.

Pengabaian dari beberapa faktor yang mudah dilihat ini bisa menjadi ungkapan penyangkalan, dan mereka merasa nyaman dengan hal itu. Seperti saya, saya percaya pada penampakan luar yang mereka tunjukkan kepada saya dan dunia – bahwa mereka tahu apa yang benar, mereka menyadari betapa saya tidak benar, hal ini jelas bahwa mereka memiliki hak untuk menghakimi, dan mereka mungkin tidak begitu menyukai saya. Saya juga percaya bahwa perasaan, saya disingkirkan adalah semua karena saya tidak tahu malu, bukan karena mereka iri atau terluka.

Melihat ke belakang, Saya telah khilaf dalam mempercayainya. Saya tidak memperhitungkan seberapa efektif orang bisa menutupi ketidaktahuan dan prasangka mereka sendiri dengan percaya diri. Sekarang saya melihat bahwa umum bagi orang untuk melakukan itu. Mereka hanya memperkuat diri mereka sendiri. “Saya bersiul dengan lagu yang bahagia” ini bukan hanya gaya-gayaan, tapi bisa menggelincir ke dalam Kesombongan yang tidak disadari.

Saya hadir untuk menjumpai orang-orang yang merasa lebih kesal, takut, kesepian, kehilangan arah, dan bingung daripada memberikan kesempatan pada diri mereka untuk tampil. Terlalu memalukan untuk mengakui hal ini pada diri sendiri apalagi mengakuinya secara terbuka kepada orang lain. Orang-orang secara tidak sadar terluka dan tersinggung karena mereka tidak cukup dikenal, tidak cukup dihargai, tidak cukup tersanjung, tidak cukup terbantu.

Gaya saya sendiri adalah terlalu merendahkan diri sendiri – yang juga merupakan kesalahan.Permainan seperti yang saya lihat adalah terlibat dalam diskusi dan eksplorasi yang hidup tentang bagaimana kita berdua mungkin benar dan bagaimana kita bisa membangunnya. Ini semacam penyeimbangan di antara posisi tak sadar dari “Saya baik-baik saja, Anda tidak baik-baik saja” dan “Saya tidak baik, tapi Anda baik-baik saja.” Bagaimana kita bisa menjelajahi alam di mana kita berdua bisa menjadi oke, sementara belum bebas menyalahkan orang lain? Tidak mudah jika satu pihak bersikeras tidak hanya bersikap benar, tapi sepenuhnya mendapatkan caranya sendiri? Ini mengarah pada diskusi tentang menciptakan perdamaian, negosiasi, dan lain-lain – dan saya tidak siap untuk ke arah sana sekarang. (Saya juga tidak mengklaim menjadi ahli dalam hal ini.)

Kebetulan, dalam sejarah saya sendiri, saya merasakan ada sesuatu yang aneh tentang hubungan interpersonal. Film-film itu penuh dengan tema terluka dan dengan bangga tidak mengakui kerentanan ini, dan komplikasi yang datang dari reaksi semacam itu. Menjadi “palsu” adalah tema di masa remaja saya, di antara para beatnik (generasi muda di tahun 1950an dan awal 1960-an tergabung dalam subkultur yang terkait dengan generasi beat) dan intelektual tahun 1950an. Saya percaya itu terjadi, tapi tidak dapat melihatnya di jaringan sosial atau keluarga saya sendiri.

Memang, hidupku, dari satu sudut pandang, telah membuang kepura-puraan, menjadi lebih otentik dan tidak lagi penuh kepalsuan. Saya melakukan ini dengan beberapa cara:

Pertama, saya tertarik untuk mendeteksi tipu muslihat, menganalisis retorika, propaganda, atau periklanan. Pada bagian ini saya memberi perhatian pada psikiatri, yang pada pertengahan abad ke-20 memperhatikan dinamika penipuan diri sendiri. Saya juga tertarik pada norma-norma budaya dan bagaimana hal itu mungkin tampak bagus pada saat itu tapi menyimpan benih kesombongan dan bahkan kekejaman. (Sikap Nazi dan Jepang dalam Perang Dunia Kedua adalah contoh dramatis, namun bukti lebih jauh berkisar dari kekejaman Soviet dan fanatisme di Amerika Selatan, di antara banyak lainnya.

Jadi, saya tertarik untuk mempromosikan pemikiran kritis, mencatat kesalahan logis, menjadi sensitif terhadap perubahan pidato, komunikasi non verbal, semantik, dan kritik tentang apa yang Jay Haley catat sebagai “power tactics” dalam psikoterapi itu sendiri.

Cara lain untuk menjadi lebih otentik adalah saya mengakui kepura-puraan saya untuk mengetahui dan menjadi kuat dengan melebih-lebihkan hal ini, dalam permainan berpura-pura atau bercanda. Secara pribadi, saya melihat godaan saya sendiri untuk secara sadar dan eksplisit membesar-besarkan usaha saya untuk memulihkan martabat dan kepercayaan diri dengan kedok karakter heroik. Saya mencoba untuk membuatnya cukup jelas bahwa saya hanya bermain, berpura-pura. Itu curahan dari sebagian energi kehinaan. (Sayangnya, saya terkadang tidak pandai bersikap cukup transparan sehingga orang lain tidak tahu bahwa saya bermain saat saya begitu. Saya harus jauh lebih teliti dalam hal ini.)

Peran ketiga, saya bermain menjadi bertolak belakang: Secara pribadi – di rumah saya bersama Allee-, saya membiarkan diri saya menjadi sangat terbatas, saya berperan sebagai pemuda yang terbelakang mental yang tinggal di rumah perawatan yang dilindungi, dan saya suka membantu dengan melakukan beberapa tugas sederhana. Saya mencuci piring, mencuci pakaian dan sejenisnya. Saya sangat menikmati tugas sederhana, menikmati kemurnian prestasi. Ini adalah pembebasan peran dari kehidupan saya yang lebih kompleks dan multi-faceted – seperti blog saya di sini.

Bagaimanapun tentang kepercayaan diri: Saya sama-sama mau berpikir dan mengatakan apa yang saya pikirkan, dan saya rela membuat orang menyebut saya adalah kesalahan. Saya menghargai itu jika mereka sopan dan pemaaf, dan saya akan mempertimbangkan sudut pandang mereka. Terkadang mereka memiliki pendapat yang bagus. Terkadang saya perlu mengklarifikasi atau menegaskan kembali gagasan tertentu. Kebenaran pada tingkat yang lebih kompleks ini sulit dijabarkan, dan saya berisiko salah, atau tidak mencangkup semua prinsip. Memang, pemikiran saya sekarang adalah sangat tidak mungkin bagi manusia untuk mencakup semua prinsip, yang mana menjadikan kerendahan intelektual atau sedikit ketidaksenonohan.

Singkatnya, saya sedang percaya diri, tapi juga sering tidak yakin. Saya percaya pada dialog dan tahu bahwa di masa depan saya akan menjadi, bila tidak sepenuhnya salah, maka setidaknya sebagian dari apa yang dapat saya pikirkan dan pahami. Saya berharap pada kemajuan pengetahuan.

Terjemahan Bebas dari:

Confidence or Arrogance? ; Adam Blatner

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.