Psikodrama dan Psikologi Industri


Psikodrama merupakan Psikologi Terapan, dengan kata lain Teori Psikologi diterapkan dalam bidang kehidupan dapat dengan cara Psikodrama. Dalam Psikolgi Industri, Psikodrama lebih banyak digunakan dalam metode pelatihan, selaras dengan tujuan ambisius Psikodrama untuk merubah perilaku. Perilaku yang kurang Produktif dapat dilatih dengan cara Psikodrama menjadi Produktif. Karyawan yang tidak kompeten di treatmen dengan Psikograma agar menjadi Kompeten.

Salah satu teknik Psikodrama yang populer adalah Role Play, Simulasi, peserta diminta untuk melakukan langsung di dalam ruangan, atau tempat yang disediakan (tidak ditempat aslinya). Dengan mengalami maka diharapkan peserta dapat lebih mengerti dan memahami. Teknik ini lebih banyak digunakan untuk melatih soft skill. Yang jika dengan metode ceramah atau presentasi kurang melibatkan peserta secara aktif .

Waktu belakangan ini ada istilah Experiental Learning (belajar dari Pengalaman). Memiliki dasar konsep yang relatif sama, bahwa Psikodrama yang sering istilahnya diganti dengan Action Methode, meletakkan Tindakan lebih dulu daripada berpikir. Dari Tindakan yang dilakukan peserta diminta merasakan kemudian baru dimaknakan untuk masuk kepikiran sadarnya, sehingga menjadi Pengetahuan baru yang diharapkan.  Tekniknya selain  dengan Role play, Simulasi dapat juga dengan On Job Training yang dilakukan di tempat aslinya.

Salah satu contoh menarik penerapan Psikodrama dengan teknik Tukar Peran.

Bagian Produksi sering kali konflik dengan bagian Pemasaran. Pemasaran dianggap seenaknya saja meminta bentuk dan produk tertentu, sehingga merepotkan Bagian Produksi. Sementara bagian Pemasaran merasa bahwa mereka yang mencari konsumen yang memberikan keuntungan, dan merasa bahwa Bagain Produksi terlalu lambat dan banyak alasan.

Dalam pelatihan, bagian Produksi diminta menceritakan Proses kerjanya di depan bagian Pemasaran, begitu juga bagian Pemasaran menceritakan proses kerjanya di depan bagian produksi. Selanjutnya dilakukan Tukar Peran, bagian Produksi diminta memainkan drama sebagai orang orang Bagian Pemasaran, jika ada yang tidak tepat dikritik oleh bagian Pemasaran. Setelah itu drama dilakukan sebaliknya bagian Pemasaran melakukan drama Bagian Produksi, jika kurang tepat boleh di kritik juga. Dengan pengalaman tukar peran ini, tiap orang dapat memahami dinamika dan beban tanggung jawab tiap bagian. Dari sini akan muncul saling pengertian sehingga konflik tidak lagi terjadi.

 

Yogyakarta, 28 Februari 2018

 

Retmono Adi

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.