Kisah di Zavier Coffee Medan part I


Selama membuka Zavier Coffee banyak kejadian yang menarik aku alami. Salah satunya adalah ketika pertamakali membuka Zavier Coffee, masih sepi.. aku mulai mengeluh dalam hati, kok g ada yg datang ya? Mungkin karena cafe ini baru buka, aku berusaha menghibur diri.

Kami buka jam 12 siang, setelah jam 3 sore barulah ada seorang bapak masuk ke cafe, Alhamdulillah pelanggan pertama.. aku yang sedang duduk di depan langsung menyambut antusias,

” Selamat sore pak, mau pesan apa pak ? Kataku sambil menyodorkan daftar menu, bapak itu menatapku bingung, aneh juga..pikirku, kok tidak mengambil dan melihat menu.

Kemudian dia berkata” Saya mau cari kerja Bu” ucapnya.” Alahhh mak….dalam hati” , aku melihat bapak itu dengan seksama, wajahnya memang nampak lelah.

Kemudian sambil tersenyum aku menjawab, “Haduuh.. maaf pak kami aja baru buka, pelanggan aja blom ada, karyawan saya udah ada 3, dari tadi belum ada yg datang… Ya udah bapak duduk aja dulu”. Aku meihat bapak ini kecapekan , keringatnya mengucur, kasihan juga, pikirku. Padahal tadi aku sudah mulai mengeluh karena merasa sepi pengunjung dan berfikir kok susah yaa.. tapi melihat keadaan bapak ini aku jadi merasa bersyukur ” ya Allah nikmat mana lagi yg kami dustakan “.

Kemudian aku mengambil tempat untuk duduk di depan bapak itu. Bapak mau minum apa? Dia menunduk, “air putih saja, saya sudah berjalan jauh dari setia Budi nyari kerjaan. “Bapak mau teh manis panas atau dingin? Tanyaku.

” Nggak usah”. katanya.. tapi aku meminta karyawan untuk membuatkan teh manis panas dan roti bakar.

Sambil makan dan minum kami ngobrol. Bapak ini adalah seorang nelayan dari Sibolga, ia ingin mengubah nasibnya untuk mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik di Medan, ia tinggal di rumah temannya, namun sampai saat ini ia masih juga menganggur.

Kukatakan rasanya lebih baik bapak balik lg jadi nelayan, karena sulit mencari kerja di Medan, sementara di Sibolga dia sudah mempunyai pekerjaan, ia menganggukkan kepalanya.

Tak lama kemudian azan ashar, karena Zavier Coffee letaknya di sebelah mesjid suara azan jelas terdengar, aku bertanya ” Maaf bapak muslim? Kl muslim shalat aja dl pak, nanti balik aja kembali untuk melanjutkan makannya, nggak apa2.

Dia menatapku ragu dan menjawab dengan suara berbisik ” Saya Katholik”

Aku tersenyum ” Ya udah g apa2 lanjut aja pak minumnya.. saya mau shalat dl, saya tinggal dulu ya, santai aja”.

Akupun beranjak shalat dan terus bersyukur, ini kode dari Allah , padahal tadi saya sudah mengeluh, tapi ketika bertemu dengan bapak itu aku jd malu, mestinya aku bersyukur atas nikmat yg telah di berikan Allah..

Alhamdulillah atas semua yg kau berikan. Insya Allah ke depan aku berusaha untuk tidak mengeluh lagi.Hari ini pelajaran pertama yg kupetik di Zavier Coffee adalah rasa syukur.

 

Medan,

CYS

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.