Mengaplikasikan Psikodrama sesi #2 Public Speaking Seminar di MEDAN


Nah kali ini saya lanjutkan cerita pengalaman aplikasi psikodrama pada pelatihan “Public Speaking” di hotel L J Medan tanggal 10 Maret 2018 yang baru lalu.

Peserta ada 20 orang terdiri dari berbagai profesi dan latar belakang.  Saya mulai sesi hari itu yang sesuai jadwal dari pukul 09.00 WIB pagi sampai pukul 18.30 sore. Saya meminta team untuk membuat ice breaking sebagai warming up. Peserta 17 orang memilih 100% siap action dan sisanya mengambil posisinya di 70% – 80%.

Memasuki bagian perkenalan, mereka diminta untuk keluar dari comfort zone mereka dengan melakukan berbagai pose kreatif. Lalu dilanjutkan dengan memperkenalkan diri layaknya anak bayi yang tidak punya rasa takut dan malu…berceloteh dan bersikap semaunya, polos, suci, bersih ibarat kertas putih belum terpola oleh garis garis…

Teknik auto drama juga kami pakai untuk menggambarkan suasana pada saat pertama kali rasa malu, minder mulai merasuki diri para peserta. Protagonist sang peserta diminta untuk memilih peserta lain yang jadi sumber rasa malu tersebut (ada yg jadi guru sekolah, ada yang jadi teman dan ada juga yang jadi team juri saat lomba menyanyi). Peran pembantu pun dimainkan oleh teman peserta lainnya di public speaking waktu itu.

Ada salah satu peserta yang memiliki rasa minder berasal dari gurunya, dengan memakai Teknik autodrama, dia akhirnya mendapatkan pengertian bahwa guru itu punya niat yang positif bukan sebaliknya. Akhirnya dia memaafkan sang guru dan akhirnya traumanya di papan tulispun jadi release…

Ini terbukti saat diminta menulis sesuatu di flipchart, yg tadinya ragu-ragu, gemetar sebelum melakukan autodrama kini jadi lebih tenang dan nyaman…

Pada pelatihan public speaking ini sayangnya karena terbatas oleh waktu, hanya 5 orang yang dapat kesempatan memainkan peran utama (protagonist) dalam Teknik autodrama dan juga Teknik role reversal.

Memasuki sesi presentasi dadakan sekitar jam 15.30 WIB, disalah satu sudut ruangan ditempatkan sebuah meja yang berisi beberapa peralatan yang bisa dibarter dengan beberapa ketrampilan seperti air minum perlambang hati yang tenang, pena sebagai simbolis rasa percaya diri, dll…

Sesaat sebelum tampil, peserta bisa melakukan barter hal yang diinginkannya di magic shop tersebut. Pada saat sharing, peserta merasakan lebih tenang, plong, bisa menguasai audience dan dirinya sendiri setelah melakukan barter di magic shop tersebut…

Akhirnya sesi pelatihan public speaking selama 1 hari ini selesai di pukul 18.30 WIB.

Peserta merasakan ada peningkatan yang sangat berarti dalam hal keberanian mereka untuk tampil. Namun mereka sadar bahwa semuanya harus ditempa, diasah terus melalui latihan yang kontinyu…

Demikianlah tulisan ku pada kesempatan ini…mohon dikoreksi dan disempurnakan…

THANKS MAS ADI sang inspirator dan mentor Psikodrama ku.

Salam buat teman lainnya…

MRTIN – http://www.mrtin-smart.com

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.