Di persimpangan


sekian tahun ini
aku hanya mengalir
mengikuti arus kehidupan
kadang naik, kadang turun, kadang berbelok tajam, kadang menghantam batu. tapi aku tetap mengalir

sekarang aku sudah tiba di persimpangan
kini tak bisa lagi kuberserah pada arus
aku harus memilih
ke cabang yang mana aku mau pergi melanjutkan petualanganku.

aku gamang…
arus ini kini diam
tak lagi mengarahkan, tak lagi mendorong
tidak juga dia menarik
pilihan ada padaku
aku yang punya daya
semua simpang sama indahnya
semua simpang sama menakutkannya

aku mau semua
tapi..
aku juga takut semua

MW

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

2 tanggapan untuk “Di persimpangan”

  1. Puisinya bagus.

    Memang ada satu masa seseorang memiliki masa kegamangan menentukan arah hidup.
    Tapi yang terpenting adalah terus berusaha dan mengikuti alur kehidupan yang sudah digariskan tangan oleh Sang Pencipta.

    Disukai oleh 2 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.