Psikodrama dan sebuah kehidupan baru Bagian I


Jumat pagi, hari ini langit kota Tarakan amat cerah dan saya mungkin salah satu dari banyak orang yang sangat bersemangat menyambut pagi ini. Ini adalah kedua kalinya saya mengikuti kelas Psikodrama yang diisi oleh Pak Adi dan saya sangat bersemangat.

Workshop Psikodama yang saya ikuti kali ini dibuat untuk melatih kami menjadi Terapis Psikodrama. Itu membuat saya begitu antusias mengikutinya. Kali ini bukan hanya untuk diri sendiri tapi untuk menolong orang lain yang mungkin memang membutuhkan pertolongan.

Saya merasa mendapatkan sebuah kehidupan baru melalui Psikodrama dan mungkin orang lain pun bisa, saya bisa sembuh dari trauma masa lalu dan melepaskan beban berat yang saya pikul selama ini melalui Healing Therapy Psikodrama yang saya ikuti tahun lalu dan saya berharap bisa membantu orang lain mendapatkan kembali kehidupan dan kebahagiaannya melalui Terapi Psikodrama saat saya menjadi terapis nanti, itu salah satu alasan kenapa saya mengikuti pelatihan untuk menjadi Terapis Psikodrama kali ini.

Kata pak Adi apa yang terjadi pada kita, rasa sakit yang pernah kita rasakan adalah modal untuk menjadi orang yang lebih baik, lebih peka dan lebih ber-empati kepada sesama dan saya pikir itu benar. Saya ingin berbagi cerita tentang trauma yang saya alami dan bagaimana saya bisa sembuh dan mendapatkan kehidupan saya yang jauh lebih baik dan bahagia hari ini. Dan bila anda sedang mengalami kehidupan yang berat seperti saya dulu, saya ingin anda percaya anda bisa sembuh dan anda berhak untuk bahagia. Dan saya percaya anda bisa.

Bisa dibilang saya mengalami trauma beberapa tahun lalu, saya dekat dengan seorang pria dan saya menaruh kepercayaan yang besar kepadanya, saya berharap memiliki kehidupan yang baik dan bahagia bersama dia. Tapi takdir berkata lain, dia pergi meninggalkan saya dan menikah dengan orang lain. Sejak saat itu saya merasa dihempaskan, saya kehilangan kepercayaan kepada seorang pria atau sebuah hubungan. Saya bahkan sampai pada titik malas berfikir tentang pernikahan atau kembali menjalin sebuah hubungan. Tidak hanya itu saya juga sering sakit bahkan menderita maag yang cukup akut karena sering berfikir negatif dan merasa tertekan dengan keadaan dan itu berpengaruh besar terhadap kesehatan fisik dan juga mental saya. Tapi keadaan itu terjadi satu tahun lalu, sekarang saya bahkan lebih bahagia dari yang bisa anda kira. Salah satunya karena kelas Psikodrama yang saya ikuti satu tahun lalu dan tentu saja karena kasih sayang Allah yang luar biasa dan penjagaanya terhadap diri saya.

Mauuuu tau gimana saya bisa sembuh dari trauma itu, Tunggu cerita saya selanjutnyaaa yaa, See You…….

 

Samarinda, 9 April 2018

Adinda Putri

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.