Psikodrama untuk Pelatihan Leadership Ki Hadjar Dewantara


Ing Ngarsa Sung Tuladha – di Depan memberi contoh
Ing Madya Mangun Karsa – di tengah melengkapi dan memberi kontribusi
Tut Wuri Handayani – di belakang mendorong dan melengkapi

Pelatihan ini untuk melatih dengan berpraktek Kepemimpinan berdasar Ki Hadjar Dewantara, durasi nya 16 jam, atau 2 hari kerja.

Hari I

Lingkaran Pembukaan
Peserta berdiri melingkar berkenalan, dengan sebelumnya membuat Pose yang unik dan tidak boleh meniru temannya. Selanjutnya menyebutkan nama lengkap, jabatan, Departemen tempat kerja. Dan harapan mengikuti acara ini.

Bermain Patung (Sculpture)
Diawali dengan Pemanasan, dengan mengerakkan ujung jari kaki, hingga kepala, kemudian bergerak semua. Di contohkan untuk membuat Pose Atas, Pose Tengah, dan Pose Bawah. Dijelaskan Pose Atas untuk melambangkan Ing Ngarso, Pose Tengah melambangkan Ing Madya, dan Pose Bawah melambangkan Tut Wuri. Pemimpin perlu memiliki kemampuan dalam berperan sesuai kebutuhan.
Sebagai pemanasan diminta untuk membuat pose pohon.
Selanjutnya membuat Mesin, dan Sistem, alur kerja di Tempat kerja, dari Input hingga Out Put nya dengan Gesture, diberi tambahan properti selendang Warna.
Membangun Peristiwa di Tempat kerja..
Refleksi atas Tindakan ini untuk memberikan kesadaran akan proses kerja, tanggung jawab yang diharapkan.

Bermain Drama (Role Play)
Dengan Sosiometri ditentukan Protagonis untuk memainkan Drama Masa Depan nya.
Diminta membayangkan berada pada usia 45 Tahun, dan menjadi Direktur di Perusahaan Nasional. Dan diminta untuk mendesain Ruangan nya, kemudian berpose sedang bekerja. Dibantu oleh peserta lain dengan perlengkapan selendang. Selanjutnya dilakukan teknik Mirroring, Protagonis diminta memilih salah satu peserta untuk mengantikan dirinya, kemudian ia melihat adegan itu.
Protagonis diminta memejamkan mata dan membayangkan adegan itu lalu ditutup dengan doa pribadi dalam hati. Seleuruh peserta yang telah membantunya melakukan de-roling dengan menyerahkan selendang warna yang dipakainya kepada Protagonis.
Untuk tindakan selanjutnya dilakukan teknik Pertukaran Peran. Dirinya di masa depan memberikan Pesan pada dirinya yang sekarang sebagai penyemangat dalam bekerja agar tercapai harapannya.

Refleksi, dan berbagi pengalaman

Hari II

Lokogram
Kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara, diarahkan pada kemampuan Mendengarkan, dan kemampuan Empati, maka di lakukan Psikometri (Lokogram) Berpikir, Merasa, dan, Bertindak.

Kelompok bertindak melakukan tindakan dengan melakuan proses Pergantian Peran, sebagai contoh untuk praktek Kwadran.

Praktek Kwadran,
Peserta dibentuk kelompok beranggotakan 4 orang. Untuk bergiliran menjadi, Direktur, Protagonis, Pembantu Protagonis dan Pengamat.

1, Direktur bertugas mengatur jalannya proses Pertukaran Peran.
2. Protagonis berperan menjadi dirinya sekarang
3. Pembantu Protagonis menjadi Protagonis Masa Depan
4. Pengamat mengamati Direktur, dan mencatat tindakan yang positif saja.

Setiap selesai Giliran dilakukan Sharing Pengalaman, sehingga peserta berikutnya dapat belajar dari pengalaman pendahulunya.

Refleksi  dan berbagi pengalaman saat melakukan Kwadran tersebut.

Lingkaran Penutup.

Seluruh Peserta diminta berdiri dalam satu lingkaran dan saling mengucapkan terima kasih.

Yogyakarta, 12 April 2018

Retmono Adi

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.