Psikodrama dan sebuah kehidupan baru Bagian II


Satu tahun lalu saya mengikuti kelas Psikodrama yang di isi oleh pak Adi . Saat itu temanya tentang healing terapi, seperti kelas Psikodrama yang saya ikuti kali ini kelas saat itu dimulai dengan perkenalan dan juga teknik lokogram dan spektogram. Kami diminta untuk membentuk pohon dan berbagai situasi, suasana saat itu sangat menyenangkan, semua peserta tertawa mengikuti arahan pak Adi dan tanpa disadari sebenarnya pak Adi sedang mengajak kami keluar dari zona nyaman kami. Setelah suasana sudah cukup kondusif dan kami merasa nyaman pak Adi menanyakan kepada kami bahwa kali ini kami akan dibawa untuk lebih dalam memainkan emosi kami dan kami menyetujuinya.

Selanjutnya pak Adi membawa kami ke situasi emosi yang lebih dalam dengan meminta kami untuk memikirkan seseorang yang pernah sangat menyakiti (ingin Aku maafkan) kami. Setelah semua peserta menemukan orang tersebut dalam pikiran masing masing, pak Adi meminta kami memilih salah seorang yang ada di dalam ruangan yang dapat merepresentasikan orang tersebut. Masing masing dari kami pun memilih dan setelah semua orang memilih, Pak Adi melanjutkan dengan meminta kami neneruskan kata kata beliau. Sambil berhadapan dengan orang yang merepresentasikan orang yang ingin kami maafkan, kami diminta untuk berkata “ Saya memaafkan mu ….” dan meneruskan kata kata itu sesuai apa yang ada di dalam hati dan pikiran kami, suasana dan emosi menjadi pecah, banyak peserta yang tak mampu menahan kemarahannya dan tangis pun memenuhi seisi ruangan.

Sampai tiba giliran saya, Sama dengan peserta lain saya diminta untuk berkata “Saya memaafkan mu ,,,,” dan meneruskan kata kata itu, dan saat diminta untuk memaafkan – Orang yang saya pilih untuk dimaafkan adalah pria yang sudah meninggalkan saya – Saat itu saya menyadari ternyata luka yang saya rasakan cukup dalam, saya butuh waktu yang cukup lama untuk mampu berkata- kata, tubuh saya gemetaran hanya air mata yang mengalir tanpa saya sanggup berkata apa apa, setelah beberapa waktu dan saya cukup siap untuk mengatakan apa yang ada dalam hati dan pikiran saya, dan akhirnya saya mengatakan bahwa saya memaafkanya, tidak hanya memaafkan dia tapi juga memaafkan diri saya sendiri, saya mendoakannya dan mendoakan diri saya, saya juga berjanji akan hidup dengan baik dan memintanya hidup dengan baik juga, saya berusaha melepaskan kekecewaan di hati saya. Mendoakannya dan berharap kebaikan untuk kami berdua. Saya bahkan berterimakasih padanya atas semua kebaikan yang pernah dia lakukan pada saya.

Setelah proses itu selesai, saya merasa beban di hati saya berkurang dan saya merasa lebih lega karena sudah mengatakan semua hal yang ingin saya katakan padanya. Dan saya tidak tahu bagaimana proses itu berjalan sesudahnya, tapi setelah kelas Psikodrama itu selesai saya merasa mendapatkan kesadaran tentang apa yang terjadi, saya mulai berproses dan menerima apa yang terjadi pada kami, dan memaafkan semua hal menyakitkan yang saya alami, saya bahkan bisa berterimakasih pada pria itu karena bagaimanapun dia pernah menjadi orang yang baik dalam hidup saya. Dan saya menyadari apapun yang terjadi semua adalah atas kehendak Tuhan. Dan saya percaya rencana Nya adalah yang terbaik bagi kami.

Dan sekarang saya telah lepas dari semua beban itu, saya memaafkanya dan kehilangan semua kemarahan dan kekecewaan yang tersimpan di hati saya, sekarang saya bahkan bisa berbicara dan berdiskusi dengannya seperti seorang sahabat lama. Saya menjalani hidup saya dengan lebih baik dan lebih bahagia. Dan mungkin saya akan jatuh cinta lagi dengan seseorang yang jauh lebih baik, yang Allah takdirkan untuk saya.

Trimakasih Pak Adi, Saya bahagia.

 

Samarinda, 9 April 2018

Adinda Putri

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

One thought on “Psikodrama dan sebuah kehidupan baru Bagian II”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.