Hanya Rasa yang Mampu Menyentuh Rasa ; Psikodrama di Jakarta


Hai, nama saya Shita.

Saya bekerja di sebuah tempat bimbingan belajar bernama Rakids Baca yang terletak di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Saya bergabung ke tempat bimbel ini sekitar satu bulan yang lalu. Ada beberapa pertimbangan ketika saya ingin bergabung di tempat ini. Saya yang haus akan hal-hal yang baru selalu bertanya kepada owner saya, kira-kira apa yang bisa saya dapat ketika saya bergabung di Rakids Baca ini. Beliau menjawab “Nanti disini kamu akan dapat banyak pelatihan. Kamu bisa usulkan pelatihan apa yang kamu butuh”. Setelah mendengar jawaban itu saya makin tertarik untuk bergabung ke bimbel di daerah Tebet ini. Tepat hari ini, saya mendapat pelatihan “Psikodrama”.

Minggu pagi, datang dengan mata yang masih mengantuk dan hati yang gundah gulana. Kalau bahasa gaul zaman sekarang namanya galau. Akhir-akhir ini saya memang sedang mengalami masalah yang berhubungan dengan hati. Sebelum mengikuti pelatihan psikodrama ini, malamnya saya sempat coba browsing tentang apa itu psikodrama. Berdasarkan artikel dan video youtube yang saya dapatkan, sedikit saya mengerti kalau psikodrama adalah proses penyelesaian masalah dengan diri sendiri.

Pelatihan hari ini dibimbing oleh Pak Didik, beliau psikolog lulusan Universitas Gajah Mada. Sekilas memang agak slenge’an penampilannya, tapi ternyata banyak pengalaman dan ilmu yang bisa diambil dari beliau. Pelatihan ini dimulai dengan bagaimana cara saya memandang sesuatu, cara saya mengakui kesalahan dalam diri, belajar mengatakan sesuatu yang jujur dan benar. Karena kata beliau sesuatu yang dikatakan secara benar belum tentu jujur, tapi sesuatu yang dikatakan dengan jujur sudah pasti benar.

Psikodrama juga membantu saya untuk mengeluarkan emosi yang ada di hati, ya tentang masalah yang akhir-akhir ini menyita pikiran saya. Dengan adanya pelatihan ini, logika saya menjadi terbuka dan mulai ingin berdamai dengan semua masalah. Terkadang kita memang membutuhkan seseorang untuk sekedar menyadarkan bahwa hidup memang pasti punya masalah, tapi jangan lupa bahwa saya punya pilihan untuk tetap bahagia dengan masalah yang ada. Pak Didik mampu membuka hati dan logika saya hari itu, karena secara tidak sengaja percaya atau tidak beliau sudah memasuki jiwa saya dengan jiwanya. Satu quotes yang saya ingat dari beliau bahwa “hanya rasa yang mampu menyentuh rasa”.

Beliau juga mengajarkan bagaimana menjadi seorang pengajar yang baik ialah dengan menyentuh jiwa seorang anak, biarkan anak mengeksplor dunianya. Jangan batasi keingintahuan anak hanya karena ketakutan orang dewasa. Karena dunia lebih indah jika anak-anak mau menunjukan kreasi mereka.

 

Jakarta, Minggu, 6 Mei 2018

Shita Fitriana

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.