Tips Penerapan Psikodrama untuk Guru PAUD agar Peka dan Kreatif


Tercetus dari obrolan setelah belajar Psikodrama bersama Pengajar Paud di ESKID, Sleman Yogyakarta, pada tanggal 29 Juli 2018.

Anak usia dini sangat peka dan sensitif, masa pertumbuhan dan perkembangannya sangat cepat. Maka guru perlu menyadari hal ini. Jangan sampai guru terjebak pada pengajaran dengan kata-kata yang abstrak, suatu hal yang memang mungkin penting untuk anak – anak itu. Namun perlu disadari bahwa anak tidak hanya belajar melalui kata-kata, anak usia dini belajar dari apa saja yang ditangkap oleh indra dan rasa nya. Ekpresi wajah, gerak tubuh, cepat lambat gerakan, intonasi suara, emosi yang dialami guru, dll. semua diserap dengan cepat. Guru Paud perlu memiliki rasa yang peka dan cinta.

Dapat dilihat juga di https://catatannining.wordpress.com/category/syarat-menjadi-guru-paud-profesional/

Lalu,…Bagaimana melatih agar guru paud mampu peka dan kreatif, sehingga anak-anak dapat bermain dan belajar dengan gembira?

Pertama; Kesadaran Diri
Melatih kepekaan dimulai dengan peka terhadap diri sendiri. Psikodrama mengajak Guru untuk mengenali perasaannya sendiri terlebih dahulu. Apa yang mendasari ia menjadi Guru Paud, Apakah karena butuh pekerjaan dan mencari pendapatan, atau memang berdasar minat yang sungguh-sungguh, apakah juga sudah sesuai dengan latar belakang ilmu yang dimiliki. Teknik psikodrama untuk melatih ini dengan Refleksi dan Soliloqui.
a. Guru diminta untuk berefleksi, mengingat kembali sejarah hidupnya, dan menemukan pengalaman yang menyenangkan ketika bersama anak anak, atau juga pengalaman nya saat anak – anak yang menyenangkan. Pengalaman ini dapat menjadi bahan dasar bagaimana saat bersama anak anak.
b. Soliloqui, Guru diminta menjadi anak-anak lagi dan berbicara sendiri, mengungkapkan apa saja yang menjadikan ia (sebagai anak) gembira dan senang.
Dengan demikian maka Guru PAUD akan dapat menumbuhkan cintanya pada anak-anak.

Kedua: Persiapan sebelum masuk kelas
Guru menyadari perasaan sebelum memasuki kelas. Karena jika masih membawa perasaan dari rumah atau yang di dapat di perjalanan, akan membawa pengaruh pada suasana kelas, dan ini akan mempengaruhi proses belajar. Teknik yang dipakai biasanya Meditasi.
Guru sebaiknya ketika datang di sekolah, tidak langsung menuju ruang kelas. Guru masuk ke Ruang Guru, minum segelas air, lalu hening sejenak, bermeditasi singkat dengan mengatur nafas, menyadari nafas, dan menyadari perasaan yang sedang dirasakan. Olah perasaan yang ada sambil mengingat hal yang menyenangkan, agar muncul perasaan senang. Baru beranjak ke kelas untuk berjumpa dengan anak-anak.

Ketiga; Beberapa teknik agar anak belajar dengan gembira
Guru perlu memiliki ide kreatif dan teknik-teknik mengajak anak-anak untuk aktif dan gembira melalui gerak dan gesture, karena Anak-anak lebih suka bergerak dan bermain. Psikodrama menyediakan imajinasi tanpa batas, Guru dilatih untuk berimajinasi dengan tubuhnya (apa yang ada di ruang kelas) untuk menjadi pohon, menjadi Batu, menjadi apa pun yang dapat dipikirkan, baik sendiri maupun bersama-sama. Ini disebut teknik Sculpture (menjadi Patung).

Teknik ini juga dapat diterapkan dalam melatih kecerdasan sosial serta empati anak-anak dengan memainkan berkelompok misalnya dengan : Bersama membuat patung air mancur, membuat patung Kebun Binatang, Membentuk Rumah, dll yang kesemuanya menggunakan tubuh (gesture) saling berinteraksi. Jika anak-anak mampu membentuk seperti yang diarahkan, berarti mereka sudah memiliki kesadaran hidup bersama (sesuai dengan perkembangan anak), apabila masih belum, perlahan dengan lembut anak di “bentuk” gesture nya sesuai dengan yang diharapkan dan diberi apresiasi “ nah, ini lebih bagus”. Ungkapan pujian untuk sesuatu yang benar ini penting. Hati hati, tetap jaga perasaan anak, agar tidak merasa salah.

Guru juga dapat melatih pengenalan rasa dengan bergerak, misalnya; bergerak yang mengungkapkan kegembiraan, bergerak ungkapkan sedih, bergerak ungkapkan bingung, dll bisa dilakukan untuk mengenalkan berbagai macam rasa. Sekalian juga melatih motorik anak.

Demikian sedikit tips penerapan Psikodrama untuk Pengajar PAUD , semoga bermanfaat.

 

Yogyakarta, 1 Agustus 2018

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.