Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta dari Surabaya


Hi semua, namaku Reyna, Aku mahasiswa semester tiga Fakultas Psikologi di Surabaya alias Angkatan 2017. Aku akan sedikit berbagi cerita dari pengalamanku pada kegiatan Psikodrama hari jumat 3 Agustus 2018. Aku bersama anggota komunitas di kampus yang bernama Seniman Lima Belas Menit yang hadir saat itu ada 8 anggota. Kami dari Surabaya naik Kereta Api kemudian menginap. Kami tiba tanggal 2 Agustus dan kegiatan Psikodrama dilakukan keesokan harinya karena faktor kelelahan.

Acara dimulai dengan setiap anggota diminta untuk menjelaskan siapa diri setiap anggota di teras, lalu setiap anggota diminta menjelaskan apa yang diharapkan dalam kegiatan hari ini dan juga menjelaskan cita-cita dalam profesi.

Lalu kami masuk ke ruangan,pak Didik selaku pelatih menjelaskan apa itu psikodrama lalu kami masuk pada tahap Warming Up. Pada Warming Up ini dimulai dengan bermain peran menjadi pohon, setelah itu kami berkumpul dan saling bercerita. Kemudian setelah beberapa kali bermain peran menjadi pohon kami bermain peran sebagai Delman.

Setelah bermain peran sebagai Delman kami berkumpul dan saling bercerita apa peran yang baru dilakukan. Diriku pribadi berperan sebagai pengait dua kuda dengan gerobak karena aku ingin menjadi pengait antara kuda dengan gerobak. Aku merasa kegiatan bermain peran ini super emosional, mayoritas dari kami menangis tersedu-sedu karena dari permainan tadi kami menyadari siapa pribadi dari tiap anggota. Aku menjadi pengait karena aku ingin meneruskan Komunitas Seniman Lima Belas Menit namun aku kurang memiliki kemampuan untuk mengajarkan ilmu tersebut,yah… intinya aku merasa rendah diri, ditambah lagi pak Didik selaku pelatih menurutku mentriggerku yah intinya aku super terusik dengan kata defense dan bullying. Aku bertanya-tanya terus memang kenapa jika aku defense? Apa yang salah? Hingga akhirnya terjadi percakapan pribadi antara pak Didik denganku. Hal yang didapatkan dari sesi perkenalan diri hingga bermain menjadi delman adalah perlunya bedakan benar dan jujur dalam ungkapkan sesuatu.

Setelah percakapan pribadi aku dan pak Didik kembali ke teman-teman,ternyata teman-teman memasak pisang goreng dan setelah itu kami makan siang dengan menu lotek.

Setelah makan lotek,kami bermain Sosiometri, Lokogram, Spektogram, dan bermain peran Protagonis. Banyak hal yang mengejutkan setelah makan siang. Aku tidak ingat nama dari setiap permainan di sana, yang aku ingat adalah ada permainan 3 titik yaitu titik emosi, titik pikiran, titik tindakan, lalu ada juga permainan setiap anggota menyentuh pundak salah satu anggota lain yang ingin kita ketahui secara pribadi, dan yang paling mengesankan adalah pada tahap Action dimana pada sesi tersebut setiap anggota menyentuh pundak salah satu anggota lain dan jika salah satu anggota dipilih banyak orang maka orang tersebut akan bercerita mengenai kehidupannya jika bersedia,jika tidak maka kita ganti pilih lainnya. Aku menyebut ini dengan bermain peran Protagonis.

Pada permainan tiga titik setiap setiap anggota diminta untuk berdiri di salah satu titik yaitu titik emosi, pikiran atau pun tindakan beberapa waktu terakhir. Dan pelajaran yang didapat adalah perlu adanya keseimbangan antara pikiran, perasaan dan tindakan, serta kami mendapat tips menyeimbangkan ketiganya.

Pada sesi berikutnya setiap anggota diminta untuk menyentuh pundak salah satu anggota yang ingin diketahui pribadinya. Untuk aku pribadi mendapatkan kejutan dimana ada tiga anggota yang ingin mengetahui diriku, padahal menurutku aku tidak menarik untuk diketahui secara pribadi. Aku mengira bahwa beberapa anggota yang populer akan banyak dipilih pada realitanya malah tidak ada yang memilih anggota yang populer, respon beberapa anggota yang tidak terpilih satupun juga biasa saja.

Sebelum dilanjutkan ke bagian bermain peran Protagonis aku hampir saja lupa untuk menuliskan bahwa kami juga diajarkan untuk membuat narasi dengan cara cerita bersambung. Di cerita bersambung bagian yang aku buat adalah cerita ke empat kesatria. Ada kesatria yang punya kekuatan menghancurkan,memiliki kecantikan super yang bisa memikat rival,memiliki kekuatan memancarkan cahaya dari tubuhnya serta memiliki kekuatan menghasilkan gas super mematikan rival.

Pada sesi Protagonis salah satu anggota yang berperan sebagai Protagonis mendapatkan cerita dirinya saat ini berusia dua puluh tahun dengan cerita dirinya berusia empat puluh lima tahun. Ceritanya cukup bahagia dimana memiliki usaha yang sukses, suami yang usahanya juga sukses, memiliki tiga anak, rumah kecil namun lahan yang luas, ada fasilitas rumah pohon dan kolam renang.

Saat itu aku berperan sebagai rumah. Saat sharing mayoritas anggota teringat kondisi yang pernah dialami sebelumnya sesuai dengan peran yang didapatkan. Saat itu aku berperan sebagai rumah, aku bingung mau bercerita apa mengenai rumah karena bagiku rumah itu abstrak jadi aku tidak bercerita apapun. Yang aku rasakan disaat sharing adalah aku juga mau rumah seperti itu hanya bukan rumah pohon tetapi ruang teater dan tempat bermain anak-anak.

Secara teknik memang agak susah namun bagiku sesi ini paling mengagumkan karena pengambilan peran secara acak dan memiliki makna luar biasa, bisa mengingatkan setiap anggota pada pengalamannya padahal anggota yang terpilih sebagai Protagonis tidak mengetahui pasti pengalaman pribadi setiap anggota.

Setelah setelah kami mengucapkan terima kasih satu sama lain dan mengambil dokumentasi. Yah…. inilah cerita singkat pengalamanku pelatihan Psikodrama di Yogya, mohon maaf jika ada yang tidak berkenan.

Terima kasih telah membaca.

Surabaya, 5 agustus 2018

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.