Apakah Kita Sudah Berbaik Hati pada Diri Sendiri ?


Perkembangan zaman menuntut saya untuk berkompetisi satu sama lain dan menjadi terbaik untuk menggapai suatu posisi tertentu.

Seringkali saya diajarkan oleh lingkungan untuk berjuang, kuat dan tidak mengasihani diri sendiri dalam rangka menjadi diri sendiri. Melalui pelatihan psikodrama dengan judul Stress Management and self compassion yang diisi oleh mas Didik (aka Retmono Adi). Saya tidak sendirian, ada 7 orang teman saya yang berlatar belakang psikologi, beberapa dari mereka menjadi praktisi di bidangnya.

Aktivitas terapi melalui psikodrama sangat menyenangkan, kami tak banyak bicara, kami hanya bergerak secara spontan. Kami tertawa, saling menganalisis satu sama lain, menguatkan satu sama lain. Hal yang sedikit mengejutkan bagi saya, teman saya yang selama ini memiliki image tegar dan tangguh dapat menintikkan air mata karena teringat suatu kejadian di masa lalunya. Reaksi emosi dari teman-teman yang mengikuti sesi terapi keluar, tanpa ada rasa canggung, emosi negatif terpendam seperti penyesalan, kebencian, marah dan sedih keluar mengalir begitu saja.

Saya belajar dalam pelatihan psikodrama mengenai kebaikan untuk diri sendiri. Saya mendapatkan pelajaran untuk berbuat baik pada diri sendiri. Saya termasuk orang yang keras pada diri sendiri, saya percaya proses tidak akan menghianati untuk mendapatkan hasil. Untuk berjuang terkadang saya merasa iri dengan pencapaian teman-teman saya yang menurut saya lebih baik. Saya seringkali iri melihat teman saya yang kuliah di kampus keren di luar negeri, iri melihat teman yang bekerja di perusahaan bonofit, iri melihat bisnis teman yang sukses. Rasa iri memacu saya untuk berkompetisi menjadi lebih baik.

Namun rasa iri ini membuat saya menjahati diri sendiri. Saya tidak menghargai usaha saya sendiri karena merasa orang lain lebih baik daripada saya. Menyalahkan diri sendiri, membiarkan diri tenggelam dengan kesedihan, membandingkan diri dengan orang lain merupakan bentuk kejahatan pada diri sendiri. Pelatihan ini mengajarkan saya untuk berdamai, menerima keadaan diri. Saya mendapatkan satu pemahaman baru bahwa setiap orang punya cerita mengenai dirinya, mereka juga berjuang menjadi diri terbaik.

Hakikatnya hasil yang kamu ingin capai bertujuan untuk dinikmati bukan untuk mempersulit dirimu.

Yogyakarta 16 September 2018

Diana Putri Arini

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.