Karena Rasa itu Nyata…Refleksi Psikodrama di Maranatha Bandung


“Ketika berbicara tentang pengalaman mengikuti psikodrama, maka yang paling mendominasi adalah pengalaman rasa… Dan ketika berbicara mengenai pengalaman rasa, maka “harus” siap kembali berkaca pada diri – karena pikir bisa diajari, laku bisa dipengaruhi, tapi rasa muncul murni dari dalam hati…”

Kurang lebih itulah yang saya rasakan selama mengikuti proses workshop psikodrama pada 19 – 20 Desember 2018 yang lalu. Berawal dari tujuan “sekedar” mengisi hari-hari terakhir di semester ini dengan sesuatu untuk menambah ilmu, ternyata saya bukan hanya mendapatkan ilmu, tapi juga banyak peneguhan dan pembelajaran, baik dari pengalaman pribadi saya sendiri, maupun pengalaman-pengalaman peserta lain yang turut dibagikan melalui setiap proses dalam workshop psikodrama ini.

Awalnya saya pikir hanya aspek kognitif alias alam pikiran saya saja yang akan banyak “bermain” ketika saya mengikuti workshop psikodrama ini. Tapi ternyata, justru aspek afeksi alias perasaan saya justru yang paling banyak diacak-acak, diubek-ubek, sampai pulang-pulang merasa lemas dan lunglai…

Anehnya, justru perasaan senang, syukur, dan excited-lah yang paling banyak mendominasi selama saya mengikuti prosesnya – bahkan setidaknya hingga hari ini saya menuliskan sharing saya, tepat 3 hari setelah workshop berlalu, saya masih bisa mengingat dengan jelas setiap proses yang saya lalui selama 2 hari mengikuti workshop psikodrama.

Mungkin karena meskipun perasaan saya diacak-acak dan diubek-ubek, tapi seolah saya tidak hanya menambah ilmu baru, melainkan juga disadarkan dan diingatkan kembali mengenai diri saya sendiri melalui prosesnya. Seolah workshop ini adalah paket all in one. Hehehe…

Maka, terima kasih kepada Mas Didik untuk ilmu dan proses pembelajaran yang luar biasa dan tidak akan saya lupakan… Terima kasih juga untuk obrolan-obrolan singkat, yang semoga bisa bermanfaat juga ke depannya, bukan hanya bagi saya, tapi juga bagi semakin banyak orang di luar sana…

Terima kasih juga kepada Bu Wiene dan Mas Yun, serta para panitia…
Terima kasih untuk para peserta yang juga bersedia menjadi kelompok belajar yang nyaman dan menyenangkan…

Semoga semuanya selalu berani jujur pada diri sendiri, berani memancarkan warna asli dari dalam diri… Karena semesta lebih indah justru karena keunikan masing-masing pribadi yang mendiaminya…

= Puspa_Psikologi_Universitas Kristen Maranatha_Bandung_23122018 =

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.