Cerita Mawar #part 06 Pantaskah Aku Menyerah ?


Setiap orang di dunia ini pasti memiliki masalah yang beragam tentunya. Setiap orang juga memiliki keterampilan yang berbeda untuk mengatasi masalah tersebut. Pernahkah Anda mengalami stres dan seluruh dunia terasa tidak membantu?

Mari aku coba perjelas dengan topik psikologi dan adat atau aliran kepercayaan. Aku coba berikan contoh hal yang pernah terjadi dalam dunia kerja profesional.

Suatu ketika di suatu perusahaan perkapalan dan kontainer yang cukup ternama di Surabaya, ada seorang staf di perusahaan tersebut, beliau adalah kakak sepupu, sebut saja namanya Coco. Coco saat dunia perkuliah masuk dalam daftar mahasiswa paling TOP saat wisuda bahkan mendapatkan beasiswa S2 sepengetahuanku untuk fakultas bisnis, namun beasiswa di tolak dan pilih bekerja. Pekerjaan sederhana yaitu Bank dan berpindah tempat kerja menjadi di perusahaan kapal dan kontainer.

Coco sangat rajin, gigih, siap sedia. Hal yang paling menyakitkan adalah tidak bisa kumpul keluarga terutama keluar kota karena pekerjaan. Coco, karena profesionalpun naik pangkat terus bahkan memiliki asisten dan dipercaya oleh pimpinan perusahaan.

Coco mengalami pengalaman buruk saat bekerja yaitu rekan kerja yang iri, bahkan ada rekan kerja yang berusaha PDKT hanya karena kaya raya (gajinya cukup selangit saat itu), bahkan asistennya sendiri bersama rekan kerja lain menjegal Coco.

Mohon maaf jika aku menjelaskan kelanjutan dengan psikologi non ilmiah karena inilah realita. Awalnya kak Coco dikirimi penyakit GBS dan berada di RS selama 1 bulan penuh di kamar perawatan VIP, seingatku peristiwa tersebut terjadi tahun 2016 saat bulan puasa. Hingga akhirnya dibawa ke RS lain dan akhirnya riwa-riwi alias bolak balik ke RS.

Banyak kenalan dari keluarga besar yang berusaha membantu secara spiritual (upaya pembersihan semacam rukyah) namun selalu di isi (guna-guna) kembali bahkan lebih banyak.

Keluarga besarpun memutuskan untuk doa bersama ( doa islami) dan upaya itu sedikit berhasil, yang membuat keberhasilannya sedikit adalah saat doa, kak Coco mengalami rintihan kesakitan hebat dan keluarga tidak tega serta berakhir pada berhenti doa.

Hal yang membuat kelelahan fisik dan psikologis adalah orang jahat tersebut/ rival malah menguna-guna siapapun yang membantu kak Coco. Tujuan utama Rival adalah agar Coco berhenti bekerja dan Rival dapat perhatian dari pimpinan dan juga tentunya naik gaji.

Aku lupa kejadiannya seperti apa misal (dikirim pasir kuburan) jadi rumah kotor berpasir terus, namun yang aku ingat sempat menggunakan keris juga. Jadi keris disiram air panas, lalu setiap pintu diberi tanda silang menggunakan keris, siram air beras, bahkan menggunakan porcelin dengan cara di tuangkan di seluruh area luar seperti teras dan garasi.

Hal ini terjadi dirumahku karena keluargaku terus mencari spiritualis untuk menyelesaikan ini tanpa mengirim kembali (guna-guna tersebut.) Bahkan ada yang memberikan info bahwa rival membayar dukun berapapun asalkan Coco meninggal (mungkin santet).

Hal ini terjadi karena walaupun kak Coco sakit tetap dibayar perusahaan meskipun sedikit, bahkan kak Coco sempat diminta masuk ke kantor (yang tugasnya lebih ringan dari sebelumnya) untuk (semacam formalitas).

Jalan Tuhan sungguh luar biasa meskipun sudah 1 tahun Coco sakit perusahaan tetap menghargai Coco.

Cocopun akhirnya memilih resign, tidak mendapatkan gaji dan juga teror rival untuk siapapun yang membantu berhenti, (sepertinya santet sudah berhenti) untuk kak Coco secara imun juga sudah buruk dalam artian sel darah merah sering drop dan tambah kantung darah.

Cocopun dengan kondisi demikian diberikan petunjuk dari Tuhan berupa salah satu keluarga dari keluarga besar mau merawat Coco. Pada saat itu juga seingatku ibu kak Coco juga terkena kanker serviks sekitar 2017 dan baru saja meninggal dunia tepat saat natal 2018 ini.

Pada saat kondisi kritispun hanya Coco dan keluarga besar bergantian jaga di rumah sakit (Coco memiliki 1 kakak namun entahlah tidak ada kabar). Ibu Coco meninggal dunia sekitar jam 5 atau 6 pagi, dimakamkan sekitar jam 1 siang di kolom makam kakek.

Kakek sudah meninggal sekitar tahun 1998 atau 1999 dan saat ibu kak Coco akan dimasukan ke kolom, ditemukan kondisi jenazah kakek masih utuh. Menurut juru kunci hal ini disebabkan kakek baik di dunia.

Dan setelah pemakaman rival tersebut datang dan bercerita setelah Coco resign seluruh pekerjaan Coco diberikan ke rival tersebut, tidak diberi gaji tambahan dan juga asisten. Cocopun tersenyum kecil dan teringat kalimat GUSTI ORA SARE.

Dari kisah ini aku mendapatkan pelajaran bahwa kita musti terus berusaha, berdoa pada Tuhan YME, dan juga berbuat baik untuk mengumpulkan amal dan ibadah. Terima kasih telah membaca…

 

bersambung…..

 

Sebut saja Namaku Mawar

 

*Tulisan di atas merupakan proses konseling lanjutan. Dasar Pemikiran Terapi Menulis ini adalah  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.