Cerita Mawar #part 04 Menjadi Mahasiswa Psikologi


Saat pendaftaran kuliah aku sempat bingung mau kuliah dimana, aku sempat berfikiran untuk melarikan diri dengan cara kuliah di luar kota, namun biaya terbatas sangat saat itu. Sempat terbesit masuk Teologia namun tidak disetujui keluarga. Akhirnya akupun pergi mencari informasi kampus yang super terjangkau saat itu, daftarlah dikampus tersebut. Akupun mengikuti tes berupa matematika, bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Setelah Tes tersebut aku diberi kabar bahwa ada psikotes tambahan bernama Tes kerohanian dan saat dicari di Internet ternyata tes itu satu paket dengan MMPI dan NAPZA. Karena takut kondisi psikisku yang kacau akan diketahui keluarga, akupun menolak lanjut tes meskipun keluarga sudah mengatakan tidak apa tes saja, hal ini karena adanya ketidak-percayaan akan kondisi keluarga. Akhirnya akupun ganti cari kampus lain.

Aku sempat ingin ambil kelas diploma kuliner namun karena menurutku kuliner itu disiplin dalam memasak sedangkan Mawar sendiri moody, akhirnya tidak mendaftar. Akhirnya aku mendapatkan kampus yang menerima dengan jalur kerjasama SMA dengan biaya juga cukup terjangkau, aku tinggal memilih fakultas Komunikasi atau Psikologi. Aku sempat dendam kesumat ingin masuk Komunikasi dan memutus perkuliahan ditengah jalan, namun perasaan negatif itu ditahan dengan cara memilih fakultas Psikologi.

Pekan pengenalan kampus pun dimulai… disana akupun mendapatkan dua teman dekat baru dan semakin bertambah banyak. Saat kelas perkuliahan dimulai aku pun semangat sekali. Hal yang paling menarik adalah ada kelas yang ditakuti saat semester 1 yaitu kelas Psikologi Positif, kelas itu terasa tegang, materinya sulit didapatkan, terkadang sulit dipahami juga, namun kelas itu sangat bermanfaat dan menarik. Kelas lain yang tegang yaitu Filsafat dan Logika dimana bahasanya sulit dipahami. Kemudian terdapat UKM di universitas dan terlibatlah Mawar di dua UKM yaitu UKM renang dan UKM sosial seperti bakti sosial, analisis sosial, live in.

Disaat peralihan semester 1 ke semester 2 aku sempat berbincang dengan Dosen Walinya akan masalahnya (part 1-3), kemudian dosen wali tersebut menyarankan pergi ke profesional dan dapatilah profesional tersebut. Sebut saja namanya Kamboja. Pertemuan pertama dengan bu Kamboja Februari 2017, sekitar minggu ke tiga perkuliahan.

Di semester 2 mulai ada mata kuliah momok di semua generasi fakultas Psikologi yaitu mata kuliah Biopsikologi dimana materinya sangat banyak dan sangat ilmiah. Ada juga mata kuliah yang Mawar takuti yaitu Statistika karena tidak ada yang menemani Mawar disaat yang lain 1 komputer 2 mahasiswa, ditambah lagi Mawar mendapatkan komputer yang sering error. Beruntung aku akhirnya mendapatkan teman laki-laki yang mau membantu seperti bantu memfoto data yang akan di input, membacakan data, dan mengingat mana saja yang akan di klik. Sebut saja namanya Sura. Sayangnya Sura mengulang kelas statistika dan tidak bisa menemani Mawar, namun mereka tetap bisa bertemu di kelas lain.

Kemudian di semester 2 Mawar pun rajin hadir pertemuan psikodrama dan juga sempat membantu bu Kamboja menjadi fasilitator di SMA dekat gedung kampus pertama universitas. Dalam grup kecil psikodrama tersebut Mawar dapat banyak pengalaman terutama perform di acara cukup besar seperti Dies natalis fakultas atau HUT fakultas, penyambutan mahasiswa dari luar negri dan acara lainnya. Kemudian saat liburan semester 2 ke 3 Mawar menghadiri pelatihan psikodrama beserta beberapa anggota kelompok. Sebut saja nama pelatih tersebut pak Baby Bear.

Masalah keluarga yang aku hadapi disaat semester 2 adalah bisnis kak Boyo menjual alkohol (sudah ada surat ijin), kak Boyo menikahi pacarnya karena hamil duluan, aku merasa keluarganya hina, belum lagi masalah di kampus seperti tugas dan pertemanan.

Walaupun kehidupannya sangat berat minimal Mawar masih semangat menjalani hidup bahkan Mawar ingin membantu lingkungan sekitar yang bernasib sama, cita-cita profesinya adalah pendamping psikologis kepada orang-orang dengan penyakit paliatif, keluarga alkoholisme dan anak-anak yang tersiksa batin sepertinya. Cita-cita ini di dukung oleh dosen wali Mawar. Bu Kamboja juga percaya bahwa Mawar sanggup melanjutkan perkuliahan hingga selesai dan bu Kamboja juga tetap melakukan pendampingan psikologis dengan menambah pengetahuan dan keterampilan untuk Mawar.

Hal yang paling ditakutkan bu Kamboja adalah karakter lugu karena dikhawatirkan ada potensi pemerkosaan oleh rekan kerja kak Boyo dan hal negatif lain. Bagi Mawar hidup ini tinggal dijalani saja, tetap ikuti aturan sosial dan hukum yang berlaku, minimal baginya ada orang yang berada disampingnya yang berusaha mendukungnya secara psikologis.

bersambung……….

 

Januari, 2019

Sebut saja Namaku Mawar

 

*Tulisan di atas merupakan proses konseling lanjutan. Dasar Pemikiran Terapi Menulis ini adalah  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.