Cerita Mawar #part 05 Resiliensi, Semangat Bangkit Kembali


Dunia perkuliahan itu banyak beritanya seperti berita bahwa lebih baik begadang, bahkan tidak tidur selama dua hari hanya demi project atau tugas. Ada juga yang beranggapan seperti sinetron di mana cuma masuk kelas, pacaran, tugas, kumpul dengan teman-teman. Menurutku itu semua ada benarnya sebagian, seperti pacaran, kumpul dengan teman-teman sebaya, begadang, namun perlu di ingat bahwa kapasitas fisik dan psikologis setiap orang berbeda.

Readers pernahkah saat masa pendidikan dasar 12 tahun (SD, SMP, SMA) mengalami ketakutan pada kelas tertentu, misalnya takut kelas komputer selama 6 tahun yaitu pada SMP dan SMA karena programnya tidak dikenal, ada materi pengkodean atau biasa disebut bahasa komputer yang rumit, kesulitan fokus dan pahami.

Readers mohon maaf jika ini agak menyinggung perasaan karena penyampaian yang kurang pas. Ijinkan aku Mawar untuk bercerita pengalaman kecil pada hidup. Dalam dunia perkuliahanku ada mata kuliah statistika dan tentu saja menggunakan komputer. Pada masa sekolah menengah aku kesulitan sekali operasikan komputer, pernah saat materi mengenai Excel aku tidak bisa menyelesaikan sampai tahap bunga, pajak, aku hanya bisa tambah, pengurangan, maksimum, minimum, dan total saja.

Saat itu ujian praktik untuk ulangan harian dan tentu saja aku tidak bisa melanjutkan pengerjaan sesuai permintaan soal sampai di akhir kelas selesai akupun ditertawakan teman-teman satu kelas, dan kebetulan saat dunia perkuliahan yaitu statistika 1 hal ini mirip peristiwanya.

Peristiwa saat itu komputer mati tiba-tiba disaat latihan, akhirnya akupun perlu mengerjakan ulang dengan data yang cukup banyak untukku saat itu, pada kondisi gupuh alias panik aku tidak konsen, dan akhirnya akupun meminta tambahan waktu pengerjaan karena komputer mati. Hal ini terus terjadi pada dosen yang sama, dari 3 dosen pengampu statistika 1 selalu hanya pada 1 dosen yang setiap kali mengajar di kelas komputerku mati tiba-tiba. Akhirnya akupun setiap melihat dosen tersebut mengajar di kelas aku ketakutan sekali jika aku terlambat input data dan berdampak pada sulit pahami interpretasi setiap kolom statistika.

Lantas bagaimana cara untuk mengatasi ketakutan tersebut ? aku rajin bertanya kepada asisten dosen bahkan diminta untuk dibimbing secara pribadi, latihan bersama teman lain di kelas, jika kesulitan input data bisa juga dengan 1 komputer 2 mahasiswa, bahkan pernah karena data yang sangat banyak 1 komputer 3 mahasiswa dan bekerja bergantian.

Pernahkah dianggap mempermalukan seorang teman di kelompok karena kurang paham bahkan walaupun sudah dijelaskan berulang kali, dan bagaimana cara mengatasinya? Aku pernah dianggap mempermalukan seorang teman di kelompok karena aku sulit paham bahkan kuis statistik bentuknya rebutan, seorang temanku takut jika nilainya rendah karena aku tidak paham dan membuat dia jadi malu karena nilai rendah saat kuis. Cara mengatasinya adalah cukup tenang, fokus dan terpenting adalah terus berlatih dan jangan pernah anggap enteng atau pun sebelah mata suatu tugas.

Tujuanku menuliskan hal ini adalah untuk mengajak readers memiliki sikap resiliensi yaitu saat ada kondisi terpuruk atau posisi terrendah tetaplah berusaha untuk bangkit bertahan hidup menghadapi tantangan, coba untuk berpikir positif, coba cari solusi, meminta tolong saat butuh bantuan.

FYI salah satu dosen statistika yang aku takuti dulu kini menjadi dosen waliku dan beliau mengapresiasi diriku yang berusaha untuk hadir di kelasnya, dan berakhirnya pada peningkatan nilai dari B+ pada statistik 1, kini menjadi A- di statistik 2.

bersambung…………

Januari, 2019

Sebut saja Namaku Mawar

 

*Tulisan di atas merupakan proses konseling lanjutan. Dasar Pemikiran Terapi Menulis ini adalah  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.