Pentingnya Menulis Pengalaman setelah Mengikuti Workshop Psikodrama


Saya setiap akhir workshop Psikodrama mengharapkan peserta untuk menuliskan pengalamannya mengikuti workshop Psikodrama ini. Pendapatnya sebelum mengikuti, Perasaan selama mengikuti, dan pelajaran yang didapat setelah mengikuti.

Beberapa hal yang menjadi alasannya adalah :
1. Sebagai fasilitator Psikodrama, saya dapat melihat progres/feedback dari tulisan peserta, yang dapat saya gunakan untuk tindaklanjut pembelajarannya, (saya ingin memastikan bahwa peserta memiliki pemahaman yang seperti saya harapkan) atau juga untuk bahan koreksi cara saya dalam memfasilitasi workshop Psikodrama.
2. Peserta yang mampu menuliskan dengan jujur, jelas dan runtut, dapatlah dianggap dalam kondisi Psikologis yang sehat. Ada pernyataan bahwa Pribadi yang sehat adalah Pribadi yang mampu mengungkapkan dirinya dengan baik.
3. Sementara bila belum sepenuhnya jujur, kurang jelas, dan kurang runtut, dapat dilihat telah terjadi proses terapeutik. Jadi alasan pertama ini adalah Menulis dapat dijadikan/dianggap sebagai terapi lanjutan.
4. Setiap tulisan saya upload di wordpress saya, agar dapat dibaca oleh orang lain, sehingga makin banyak orang yang mengenal Psikodrama
5. Saya juga menyatakan bahwa hal ini bukan kewajiban, dengan maksud agar tidak menjadi beban. Saya informasikan bahwa tulisan tersebut jika tidak ingin diupload juga boleh, ingin diupload dengan nama samaran boleh juga.

 

Retmono Adi

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

One thought on “Pentingnya Menulis Pengalaman setelah Mengikuti Workshop Psikodrama”

  1. Pengalaman Mengikuti Pelatihan Psikodrama sebagai Terapi Kelompok di Medan

    Ktika mengikuti psikodrama, yang saya tau hidup ini memang penuh drama, ada yang membuat saya bahagia ketika disuruh menjadi sebuah pohon, saya bebas menjadi pohon apa saja tanpa menyingung pohon laen. saya merasa bahwa saya mendapat oksigen ketika memikirkan menjadi pohon apa tanpa beban.
    Ktika menjadi pohon tapi tidak bersinergi dengan yang lainnya, saya baru faham bahwa menjadi lampu bisa begitu indah, menjadi kursi kosong pun kelihatan baik buat orang-orang disekitarnya.
    Intinya setelah mengikuti psikodrama ini saya ingin membagikan kebebasan berlakon meski hanya semenit tanpa merubah etika norma, meski harus balik kembali menjalani rutinitas yang padat kadang membosankan.
    Psikodrama adalah wadah yang positif bisa ditularkan lewat gerakan lakon.
    Salam positif dari saya yang berubah karena situasi. saya yang ingin kembali ke lakon saya yang dulu yang mereka kenal dengan siapa saya, yang hangat, ketawa ngakak dan ceria, tapi drama dalam hidup saya tragis, ada rentetan hidup yang saya shick menghadapinya….beberapa teman lama bingung lihat saya. saya bukan yang dulu. tapi dengan psikodrama saya ingin kembali ke saya yang dulu meski hanya semenit, meski hanya sebuah lakon. Drama yang saya inginkan adalah drama yang bisa membangkitkan semangat hidup bukan drama sedih yang harus menguras air mata.
    salam hormat saya buat mas retmono adit……moto lama yang saya kenang. love yogya n you!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.