Cerita Mawar #part 07 Terpaksa 01 Minggu yang Ekstrim


Pernahkah Anda berada dalam satu minggu yang penuh dengan distress, kejutan (bukan ulang tahun), pengambilan keputusan segera, prediksi masa depan kacau (putus kuliah, menjadi tulang punggung, knowledge-skill terbatas, masuk berita nasional). Izinkan aku untuk memberi penjelasan apa yang dimaksud sebelumnya.

Aku berada pada keluarga kristen protestan, aku di baptis anak saat bayi dan melakukan pengakuan iman tanggal 2 desember 2018. Baptis bayi ini menandakan orang tua menyerahkan anak kepada Tuhan, sedangkan pengakuan iman menandakan anak yang mengaku percaya sendiri di hadapan Allah bukan lagi karena orang tua.

Hal yang celaka bagiku saat itu adalah aku masih ragu untuk pengakuan percaya, bahkan pendeta gereja tetap ada 3 dan beliau semua menyerahkan keputusan padaku yaitu : mengaku percaya di hadapan Allah karena tuntutan orang tua, takut jadi bahan omongan saat natal, dsb. Atau aku tidak melakukan pengakuan iman saat periode itu, tidak ada beban secara rohani, namun jadi bahan pembicaraan keluarga. Aku takut sekali jadi bahan bicara keluarga besar edisi natal. Aku pun dengan berat hati melakukan pengakuan percaya, pendeta gereja berpesan untuk pergumulkan keputusanku ini dan tetap usaha memperbanyak pemahaman rohani.

Pemikiranku saat itu adalah pengakuan iman merupakan ajang pendidikan seperti pendidikan formal 12 tahun, ajang pamer kedewasaan secara usia asli dengan usia rohani; jika tidak mengambil pendidikan itu maka hidupmu tidak bermakna, tidak berguna. Sama halnya dengan ini, jika aku hanya baptis anak tanpa pengakuan iman maka dampaknya tidak dapat urus pernikahan, baptis anak, dll. Pemaknaan Alkitab juga tidak begitu cukup bagi hidupku, prinsip hidup saat itu yang penting TIDAK (merugikan orang lain, melanggar hukum dunia- 10 perintah Allah).

Sehari sebelum pengakuan iman ada doa Taize (doa meditatif) dan aku bertemu dengan calon pendeta muda gereja dan saling share. Akhirnya rasa berat hati itu tidak terlalu menjadi beban karena, pihak gereja sendiri membutuhkan orang dengan pendidikan seperti yang sedang aku tempuh, jadi aku coba ubah pikiran bahwa lakukan pengakuan iman agar bisa lebih full membantu gereja.

Lalu setelah pengakuan iman , esok harinya saat malam sekitar jam 6 sore, di rumah kedatangan seseorang dengan baju kemeja lengan panjang putih, awalnya aku kira sales baru kak Boyo namun setelah itu ibuku memintaku untuk membantu kakak parkir mobil. Saat aku baru selesai parkir mobil kulihat ada banyak sekali orang datang bahkan membawa mobil lagi. Salah satu dari rombongan berkata jangan kaget kami hanya inspeksi, beliau tingginya hampir 1 pintu penuh, ibu kaget dan sakit perut mendadak, untung keponakanku tidur pulas, dan akupun bingung, kakak iparku juga bingung. Keadaan semakin mencekam saat kakak ipar diberi pesan setelah ini jika ada orang lain datang jangan dibuka pagar, biar hanya kami yang boleh datang lagi.

Kemudian rombongan itu pergi bersama kakakku Boyo. FYI kakakku bisnis wine, vodka, dan sejenisnya, sudah ada surat ijin dari pemerintah juga. Aku yang takut dan kaget serta langsung menangis luar biasa dan segera chat pendeta muda gereja dan bu Kamboja.

Keesokan harinya bu Kamboja chat aku untuk tanya bagaimana kabarku dan mengajak untuk bertemu keesokan harinya, serta meminta aku memberikan data pribadiku kepada dosen waliku. Keesokan harinya aku bertemu dengan bu Kamboja, dengan tegas beliau meminta aku untuk segera membuat keputusan bagi masa depanku, aku tidak bisa berpikir dan mengambil keputusan apapun. Setelah bertemu bu Kamboja aku langsung chat dengan dosen waliku untuk segera bertemu dan syukur disetujui. Setelah bertemu dosen waliku, aku pun mulai fokus kembali pada persiapan ujian mengingat saat itu tinggal 4 hari lagi ujian akhir.

Dua hari kemudian aku mengikuti lomba lomba psychoscience atau semacam olimpiade kecil dalam rangka dies natalis fakultas atau HUT fakultas. Kemudian aku menghadiri latihan teater kecil untuk pesta dies natalies yang akan diadakan esok hari. Pengumuman seluruh lomba dilakukan saat acara malam puncak esok hari.

bersambung……

 

Januari, 2019

Sebut saja Namaku Mawar

 

*Tulisan di atas merupakan proses konseling lanjutan. Dasar Pemikiran Terapi Menulis ini adalah  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

One thought on “Cerita Mawar #part 07 Terpaksa 01 Minggu yang Ekstrim”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.