Cerita Mawar #part 11 Aku mestinya bagaimana?


Hari ini aku mulai mengikuti kelas hari ke dua di semester genap tahun ini. Hari ini aku mendapatkan berita bahagia, kemudian menjadi sedih, dan berakhir tenang. Ada apa ?

Berita bahagianya adalah aku mendapatkan kelompok presentasi dengan keringanan, keringanan berupa tugas makalah biasanya dikumpulkan di pertemuan berikutnya, sedangkan dosen memberi keringanan yaitu satu hari sebelum presentasi tiap kelompok. Berita bahagia lainnya adalah di kelas psikologi komunitas kami diberi tugas film pendek, kemudian setelah UTS kami akan mengadakan kelas di kantor POLDA JATIM. Bagiku ini sangat luar biasa, karena aku belum pernah mendapatkan kelas seperti ini sebelumnya.

Lantas berita sedihnya apa? Itu buktinya happykan…
Berita sedihnya adalah aku dijemput menggunakan sepeda motor tanpa helm & jas hujan+ hujan gerimis + estimasi perjalanan 20 menit. Syukur tidak ditilang polisi, namun tetap ada kemungkinan tilang online. Sampai di rumah aku langsung mandi dan makan sereal hangat. Sambil aku makan ibuku bercerita kepadaku. Aku muak dengan cerita tersebut. Mengapa?

Ibuku bercerita bahwa tadi kak Boyo membentak ibu dan mengucap kata kotor karena jengkel ibu ngeriwuki alias ikut campur. Saat itu sedang menghitung keuangan perusahaan sedangkan, ibu ikut campur (ramai sepertinya) misalnya barang ini (merk) dibawa kapanan hari oleh Rusa, dst. Karena kak Boyo jengkel… dibentaklah ibu katanya “haduh gak usah ngeriwuki bu jancok”. Ibu jengkel karena direspon seperti itu. Aku muak karena setiap kali kakak marah, ibu selalu menyalahkan Rusa dengan alasan guna-guna dsb.

Menurut kronologis yang diberikan istri kak Boyo bermula dari… aku pergi berangkat ke kampus. Kemudian keponakanku (8 bulan) muntah dan saat itu kak Boyo sedang tidur jadi terbangun. Kak Boyo yang terbangun karena kaget pun memarahi istrinya karena ribut (suara) dan tidak bisa lanjut tidur + pusing. Setelah itu kak Boyo pergi.

Setelah aku pulang kampus dan selesai mandi ibu bercerita. Aku muak dengan cerita ibu karena, semua permasalahan jadi salah Rusa dan guna-guna, padahal jika dilogika siapa yang mau pada saat hitung keuangan serius malah dicereweti. Ibu juga terlalu suka ikut campur urusan orang lain, bahkan sederhananya dan nyatanya adalah pengasuhan keponakanku. Keponakanku setiap rewel dihandle oleh ibuku, dan akhirnya tiap lihat ibuku selalu minta dihandle meskipun sedang bersama ibunya.

Akhirnya kak Boyo pulang dalam kondisi mabuk dan muntah. Hal ini dikarenakan barang yang diurus Rusa nyantol sekitar 30 juta. Banyak sekali? Ya ingatlah bahwa ini bisnis alkohol dan setauku harga grosirnya saja bisa 3 atau 4 jutaan, aku tidak tahu itu perbotol atau karton juga.

Setelah kak Boyo pulang akupun chating dengan dosen waliku dan juga bu Kamboja untuk berbagi cerita. Dosen waliku hanya berpesan untuk tetap bersabar, bentuk tulisan sebagai pengeluaran emosi, bawa dalam doa.

Aku capek setiap dapat kabar mengenai kondisi rumah yang kacau, respon tubuhku berupa kenyang (padahal belum makan dari pagi), asam lambung naik, sakit kepala bagian belakang dan dahi, mual-muntah, terparah adalah aku sampai diare dan minum 3 pil obat maag, masih saja belum mempan, dan berakhir pada suntikan obat, dan full bedrest 1 hari. Menurut analisis bu Kamboja hal ini disebabkan alam bawah sadar, dan aku juga over thinking. Dosen waliku mengapresiasi over thinkingku dalam konteks aku sebenarnya observer dan analist yang baik, walaupun hal ini juga perlu dimanajemen.

Akupun bingung aku musti bagaimana… rasa terpaksa ini tetap ada… bahkan agar tidak menjadi semakin berat psikologis, aku merasionalisasi keterpaksaanku mendengar semua perkataan + ilogical dengan dalih latihan mata kuliah konseling lebih awal.

Minimal bagiku aku masih bisa hidup, masih ada yang bisa aku lakukan seperti kuliah, bersosialisasi dengan teman sekitar, masih ada dosen wali dan bu Kamboja dan juga pak Didik yang terkadang aku send file spam, dan juga ada pendeta muda gereja (beritahu aktivitas gereja untuk anak pemuda terbaru).

Aku tahu hidup itu berat… aku sebenarnya juga emosi negatif kepada seseorang… namun bagiku masih banyak hal di bumi yang perlu di eksplorasi. Cita-citaku juga perlu direalisasikan. Itulah motivasi kecilku. Doa harapanku saat ini adalah aku tetap bisa bertahan hidup dan objektif serta tidak merugikan orang lain.

Terima kasih telah membaca….

 

bersambung…….

 

Sebut saja Namaku Mawar

 

*Tulisan di atas merupakan proses konseling lanjutan. Dasar Pemikiran Terapi Menulis ini adalah  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.