Cerita Mawar #part 12 Kabur Saat Hari Ulang Tahun


Apa pemikiran Anda mengenai ulang tahun dan pergi sendiri ke pedesaan di hari ulang tahunmu? Lebih tepatnya adalah Anda ikut acara kampus dan pergi ke desa, signal jaringan cukup di beberapa titik saja, jalanan penuh tanjakan-turunan tajam, jauh pasar, banyak toko kelontong untuk jajan bahkan, makan mie pangsit dan bakso sederhana. Masa iya begitu?

Ya… betul itu adanya. Kampusku mengadakan acara pergi ke desa (LIVE IN) ke Ngawi dusun bulurejo 2. Acara diadakan tanggal 20 juli hingga 24 juli. Ulang tahunku tanggal 21… jadi hari kedua aku disana merayakan ulang tahun. Perayaannya sederhana hanya tiup lilin putih biasa, dan juga banyak jabat tangan dan juga ucapan selamat ulang tahun. Kebetulan aku menemukan lokasi yang signal bagus jadi, bisa balas chat ucapan HUT.

Apa yang membuat Anda punya ide pergi ke desa saat ulang tahun? Andakan kaya raya, bisa buat acara makan steak atau pizza dengan budget 1 jutaan. Kenapa malah pilih kedesa gitu sih… ada pacar memang disana? Jawabanku adalah TIDAK ada pacar (belum berminat pacaran) dan hanya iseng saja. Isengku yang agak keterlaluan.

Aku juga tetap jatah kado ulang tahun kok meskipun aku di desa. Perayaan ulang tahun juga masih tetap terjadi tetap saat aku pulang dari desa. Enaknya ya!… Tidak juga… biar aku ceritakan sedikit aktivitasku disana…

Alasan aku pergi ke desa adalah terjadi konflik di rumahku dan aku bosan dengan konflik itu. Sempat aku lihat broadcast dari teman-teman panitia live in, dan aku berminat. Kebetulan aku ingin pergi keluar kota karena melihat postingan IG teman-temanku banyak yang pergi, aku juga mau, maka dari itu aku daftar, terlebih aku juga ingin merasakan ULTAH tanpa keluargaku.

Aktivitasku di desa yaitu mengajarkan anak TK dan usia lebih kecil mewarnai dan berhitung (lebih tepatnya sebutkan angka 1- 10). Saat aku ulang tahun… panitia dan seluruh peserta disana mengucapkan selamat ulang tahun di malam hari, setelah acara doa bersama warga desa. Pada waktu itu ulang tahunnya pada hari Sabtu. Aku juga pergi ke air terjun sehari setelah aku ulang tahun alias hari minggu setelah misa.

Sebelum perjalanan aku membawa persiapan seperti air mineral 2 botol, minyak kayu putih, kresek besar 2 pack dan beberapa kresek kecil, pakaian ganti, dan tentu saja tas (sayangnya sling back). Di perjalanan ke air terjun kami jalan kaki dengan area turunan curam. Kami sampai di sana dengan selamat dan ramai-ramai tentunya. Sayangnya bencana bagi kami tiba.

Berawal dari suara batu kecil berjatuhan terkena angin kencang dan mulai gerimis. Disana aku membayangkan diriku terjebak tanah longsor di area air terjun. Kondisinya adalah kami sedang di posisi bawah yang perlu berjalan ke atas di tanah saja posisi menanjak, itupun hanya bisa dua telapak kaki, ada juga berjalan seperti sirkus (berjalan ditengah pipa panjang dan besar). Hujan yang cukup deras membuat tanah yang kami injak longsor kecil namun tetap saja, takut karena tidak ada ranting pohon. Disana kami saling bahu-membahu untuk bisa pergi meninggalkan air terjun.

FYI awalnya kami berangkat 1 rombongan besar, namun saat hujan melanda kami terpecah jadi 2 kelompok. Kelompok 1 pergi lebih awal, kelompok 2 (aku juga disini). Kantung plastik yang aku bawa akhirnya bisa digunakan semua untuk membungkus kamera.

Disana aku merasa bangga, bersyukur, bahagialah intinya. Ini adalah pertama kali aku bisa benar-benar merasakan kebersamaan dengan teman di lokasi wisata (pegunungan) terutama. Yang lebih disyukuri lagi adalah untungnya ada warga lokal (rumahnya juga ditinggali salah satu dari kami di air terjun) membawa motor, dan rombongan menyarankan aku saja yang naik motor. Setelah itu hujan semakin deras dan angin kencang, beruntung aku sampai rumah tidak lama setelah hujan semakin deras. Ibu di rumahku membuatkan aku air hangat untuk mandi dan juga air hangat untuk cuci baju.

Di hari malam terakhir di desa kami mengadakan karaoke jawa alias campursari besar, saat aku tanya warga desa setempat kampusku adalah kampus pertama yang mengadakan acara sebesar ini, bahkan doorprizenya selangit dan banyak sekali, belum lagi sebelumnya ada bursa baju bekas 10k dapat 3 pasang. Dan di hari terakhir sebelum pulang kami barbeculing dengan pentol bakar. Jadi kami 5 hari 4 malam, namun di desa hanya 4 hari 3 malam, sisanya kami di gereja besar.

Jika ingin mengetahui lokasi desa ini bisa cari Omah Watu Ngawi, karena rumah kami daerah sana. Lokasi ini melewati juga dengan air terjun pengantin (hanya tiang petunjuk air terjun). Seingatku di daerahku ada 3 air terjun, ada juga rumah dengan usaha kebun bunga hias. Aku juga bersyukur mendapatkan rumah kamar tidur, ruang tamu, dan kamar mandi lantai keramik, karena rumah lain ada yang masih lantai tanah- atap langsung genting, ada juga yang lantai masih semen namun tempat cuci piring sudah berdiri dan keramik seperti di kota.

Sampai di Surabaya sore hari sekitar jam 3 sore, jam 6 petang aku diminta untuk pakai baju bagus (tidak aku lakukan), dan jam 7 ternyata kakak angkatku (kak Ville) dan suaminya datang membawa kado HUT. Ya walaupun terlambat namun tetap aku apresiasi niat baik mereka.

NB:

Tas yang aku bawa hanya koper dan sling back.

Di Omah Watu Ngawi ada spot foto bagus, pengusaha tempe (ukuran meter), warung (makanan, minuman, jajan dan juga oleh oleh keripik).

Ada juga kebun teh, teh lokal di sana ada teh biasa dan teh khas atau lokal (aroma dan rasanya seperti kopi pahit). Teh lokal ini belum pernah aku temui di Surabaya.

Terima kasih telah membaca…

bersambung……..

 

Surabaya, 24 Januari, 2019

Sebut saja Namaku Mawar

 

*Tulisan di atas merupakan proses konseling lanjutan. Dasar Pemikiran Terapi Menulis ini adalah  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.