7 Prinsip Mengendalikan Pikiran untuk Kebahagiaan Hidup


Pada saat Anda akan mengambil keputusan, sebaiknya kita melihat beberapa prinsip dasar berikut:

1. Kekuatan terbesar kita adalah kemampuan untuk memilih pikiran.
Manusia dapat memilih pikiran. Pada bukuThe 7 Habits of Highly Effecttive People, Stephen R. Covey (dalam 7 Laws of Happiness, 104) mengatakan bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih respons terhadap stimulus yang datang. Intinya dalam 1 kondisi kita dapat memilih pemikiran dan respon.
Misalnya saat santai mengemudikan sepeda motor, tiba-tiba ada mobil yang menyalip dan memotong jalur tepat di depan Anda. Tentu saja kejadian ini dapat membahayakan pengguna jalan pada saat itu. Respon kita bisa memotong balik jalan ke orang tadi sambil marah, atau kita hanya diam dan membiarkan kejadian itu berlalu. Membiarkan berlalu artinya kita berpikiran bahwa mungkin di dalam sana ada orang yang sakit parah dan perlu segera ke RS, atau yang lebih umumnya lagi berpikiran bahwa pengemudi tersebut ingin buang air, atau bensin akan habis.

2. Kita tidak bisa langsung mengontrol perasaan, kita mengontrol perasaan melalui cara mengontrol pikiran.
Perasaan dapat berubah dalam hitungan detik. Perasaan kita bergantung pada pemikiran kita. Jika kita memikirkan hal yang negatif dapat menjadi resah, sebaliknya jika kita memikirkan hal positif maka kita bisa tenang.

3. Berikan Pikiran Asupan yang Positif.
Kita tidak dapat berhenti berpikir. Dalam kondisi apapun, kita selalu memasukkan informasi ke dalam pikiran kita.
Kita memilih pemikiran setiap waktu. Pikiran selalu mengkonsumsi makanan yang bergizi/ informasi yang bermanfaat. Sekali saja Anda lupa untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi/ pemikiran yang bermanfaat tadi, maka hasilnya Anda bisa saja menyerah pada suatu kondisi. Makanan yang bergizi/ pemikiran yang bermanfaat tadi bisa didapatkan melalui lingkungan sekitar seperti sahabat, keluarga, rekan kerja, teman sebaya.
Misalnya Anda berada di kalangan yang hobby menuduh orang lain, menyalahkan orang lain, percaya pada hoax, maka agak sulit bagi Anda memahami pemikiran positif/ makanan yang bermanfaat bagi pikiran.

4. Kita hanya bisa memikirkan satu hal dalam satu waktu saja.
Individu yang multi-tasking/ bisa melakukan segala sesuatu bersamaan terlihat keren, efisien waktu. Padahal apakah benar jika multi-tasking itu bisa fokus banyak hal dalam satu waktu? Pada nyatanya tidak demikian, Anda melakukan 2 hal sekaligus secara bergantian. Maksudnya ketika Anda mengetik pesan di WA sambil mendengarkan teman bicara, yang terjadi adalah Anda mengetik, kemudian berhenti sejenak untuk mendengarkan teman bicara, kemudian mengetik lagi.

5. Ketika kepala kita didominasi pemikiran negatif, Anda bisa menggantinya dengan pemikiran positif.
Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah merasakan perasaan apa yang muncul, kemudian coba untuk mendefinisikan perasaan tersebut dalam perkataan. Coba Anda rasakan dan akui perasaan tersebut, kemudian katakan misalnya “saya merasa diperlakukan seperti budak masa perang”, “saya merasa diperlakukan dengan tidak adil”, kemudian coba Anda ganti dengan pemikiran positif misalnya “mungkin saja mereka masih kesulitan membuat prioritas sehingga keadilan belum merata”, “mungkin kondisi seperti masa perang yang saya rasakan karena orang tersebut kesulitan ungkapkan pikiran dan perasaannya, sehingga jadilah kondisi demikian”.

6. Kemampuan mengubah pikiran seperti otot, bisa tercipta melalui latihan yang diulang terus menerus.
Suatu hal positif tidak terjadi secara spontan. Tahap awalnya dimulai dengan disiplin mengawasi perasaan yang muncul setiap saat.

7. Memaafkan peristiwa yang telah berlalu.
Pikiran tidak dapat membedakan antara peristiwa lama dengan peristiwa yang baru saja terjadi. Begitu Anda memikirkan kejadian yang Anda alami, meskipun telah terjadi lama sekali, Anda bisa saja merasa seolah-olah kejadian baru saja berlangsung.
Coba Anda ingat kejadian paling menyakitkan yang terjadi pada beberapa waktu lalu, misalnya Anda dikhianati teman terdekat Anda. Anda dapat merasakan kejadian itu seolah olah baru saja terjadi. Persoalannya pikiran kita sering memutar ulang peristiwa menyedihkan itu, setiap kali peristiwa itu terlintas pada benak kita, saat itu juga emosi negatif dirasakan kembali. Dampak hal ini adalah menjauhkan kebahagiaan, maka dari itu perlu Forgiveness.

 

disadur dari :
Pradiansyah, Ivan : The 7 Laws of Happiness Jakarta (2015)

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

One thought on “7 Prinsip Mengendalikan Pikiran untuk Kebahagiaan Hidup”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.