Cerita Mawar #part 14 Aku Mulai Lebih Berani Mengenal Diriku


Imlek tahun ini melakukan apa?

Aku sama seperti tahun-tahun sebelumnya melakukan aktifitas favorit yaitu melihat Barongsai, jika dulu masih SD melihatnya di klenteng, saat ini aku melihatnya di mall daerah surabaya pusat. Pada saat imlek ini terjadi hal menarik yaitu aku mendapatkan pemikiran baru yang mengejutkan dan masuk akal. Apa itu?

Ya seperti biasa analisis mimpi. Aku sudah bosan dengan topik mimpi saat tidur, namun kali ini kak Boyo yang mimpi aku cabut gigi tapi batal. Masuk akal mimpinya karena aku saat desember meminta untuk pergi ke dokter gigi untuk scalling namun tidak dituruti, dan lagi pula gigiku juga ada masalah namun belum sempat ke dokter gigi karena jadwal kuliah padat (dokter hanya buka jam 9 pagi hingga 2 siang). Analisis mimpi menurut psikologi sepemahamanku adalah mimpi hanyalah bunga tidur, mimpi tidak masalah jika tidak terjadi repetitif atau berulang pada satu hal tertentu.

Sayangnya kak Boyo bercerita ke ibuku dan ibuku meminta untuk membuang beras di depan rumah karena anggapan mimpi buruk alias negatif (analisis menggunakan primbon). Kakak iparku yang penasaran pun searching google dan memang artinya positif (mendapat rezeki), negatif (mendapat beban hidup, ada pula kematian anggota keluarga).
Aku hanya diam saja tidak menanggapi hal tersebut. Aku begini karena aku pernah bermimpi diriku meninggal dunia dan menjadi arwah gentayangan. Aku juga sudah berkonsultasi hal ini dengan orang lain dan memintaku tenang saja, ini hanya proses alam bawah sadarku. Aku hanya berpikiran mungkin saja kak Boyo terlalu memikirkan aku, entah dari keuangan aku (tidak les apapun, keinginan MaPro), kakak iparku yang sedang mengandung lagi setelah 3/4 bulan melahirkan, atau pun biaya hidup.

Membahas topik kematian, if i must say truth i just can say sometimes i want to die and meet everybody at afterlife. Setiap kali pemikiran ini muncul dalam pikiran, yang aku ingat hanyalah impianku, cita-citaku, pihak terkait yang berharga buatku berkembang (bukan keluarga). Untuk kali ini aku mesetujui apa yang bu Kamboja katakan padaku yaitu aku rindu cinta dan kasih sayang terutama bentuk fisik seperti pelukan yang menenangkan. Kurangnya kasih sayang ini membuat aku jadi obsesi kepada anak-anak usia dini dan remaja. Ditambah lagi dengan keributan di rumah dan kehidupan alkohol yang juga termasuk NAPZA berdasarkan beberapa jurnal psikologi menjadikan aku semakin obsesi untuk mengambil magister profesi bagian anak-anak atau pun keluarga alkoholism, ribut terus membuat anak memiliki masalah perkembangan, dan rawan bercerai.

Cara yang aku lakukan untuk bisa mencapainya pada saat ini (mahasiswa semester 4) adalah mencoba mencari literatur berupa buku self improvement, mencari buku konseling-rehabilitasi di perpus fakultas, coba dengarkan lagu sesuai mood, coba buat rangkuman kecil buku yang menarik dan penting serta bermanfaat.
Contohnya dalam buku John C Maxwell berjudul No Limit dituliskan untuk membuat mood 24 jam, maksudnya adalah jika kondisi sedih biarlah 24 jam saja setelah itu normal kembali, begitu pula dengan bahagia, suka cita seingatku peristiwa sukses atau pesta biarlah berlangsung selama 24 jam. Intinya tidak membiarkan suatu emosi larut begitu lama dalam hitungan bulan bahkan tahun, agar terus berupaya mengembangkan diri.

Pada buku lain berjudul Emotional healing Therapy karya Irma Rahayu berisikan teknik memaafkan secara jelas, singkat, dan mudah di praktikkan. Bagiku buku ini sangat membantu aku untuk refleksi terutama kembali pada suatu peristiwa menyakitkan dan berdamai. Catatan tambahannya adalah jika masalah tersebut sangat pahit lebih baik menggunakan pendamping psikologis. Buku ini juga membantu aku menganalisis akar masalah seperti sakit hati pada orang tua, setelah diselidiki ternyata hal ini juga terjadi saat ayahnya masih anak-anak.

Buku favoritku adalah Kekuatan Pikiran James Borg. Dalam buku ini diajarkan teknik mengelola pikiran beserta dampak dari suatu pemikiran terutama pemikiran negatif. Buku ini aku dapatkan dari bursa barang bekas alias preloved di fakultas, aku membeli ini karena murah tidak sampai 50 ribu dan tertarik akan isinya. Bagiku ini cukup untuk mengatasi pikiran negatif yang berujung pada kecemasan yang tidak semestinya, bahkan jumping conclusion dengan teknik ABC. Di contohkan kisah mengenai CD sepasang sahabat yang hilang dan berakhir pada persahabatan jadi putus, dengan melakukan teknik ABC permasalahan menjadi selesai dan persahabatan tetap berjalan.

bersambung………

Surabaya, 11 Februari 2019

Sebut saja Namaku Mawar

 

*Tulisan di atas merupakan proses konseling lanjutan. Dasar Pemikiran Terapi Menulis ini adalah  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.