Cerita Mawar #part 15 Analisa Mimpi ku menurut Teori Jung


Hi semua… apa kabar… bolehkah aku bertanya apakah Anda pernah bermimpi dalam tidur? Pernahkah Anda memikirkan kisah di mimpi tersebut karena dalam mimpi tersebut terasa sangat nyata dan menakutkan? Pernahkah Anda berpikiran negatif hingga pemikiran masuk dalam mimpi ? Ya… mimpi seperti itu sangatlah tidak menyenangkan, bahkan dampak dari salah satu mimpi tersebut adalah aku tidak mau lagi mimpi dalam tidur malam maupun siang hari, selain menandakan mimpi yang tidak nyenyak, mimpi tersebut sangatlah terasa nyata.

Mimpi yang aku alami adalah mimpi mengenai kematianku sendiri, hal ini disebabkan keinginanku untuk pergi ke alam baka pada saat itu muncul lagi. Mimpi ini sangatlah tidak masuk akal bagiku saat aku terbangun dan menganalisis mimpi tersebut, namun emosi yang aku rasakan disana sangatlah nyata dan berakhir pada aku ketakutan selama satu minggu, serta konyolnya aku berdoa untuk tidak mimpi apapun lagi.

Kisah dari mimpi ini bermula dari aku Shadowing kepada seseorang perempuan yang lebih tua dari aku sebut saja Daun. Aku selalu mengikuti daun kemana pun daun pergi, aku tahu bahwa daun tidak nyaman dengan perilaku yang aku lakukan, Daun berusaha profesional dengan memendam perasaan jengkel/tidak nyaman tadi ke dalam bentuk senyuman ramah dan membiarkan aku tetap mengikutinya. Suatu ketika Daun menghadiri pertemuan di ruang pertemuan besar, kemudian masuk ke dalam kelompok kecil diskusi, aku saat itu hanya melihat aktivitas Daun dari jendela (tidak masuk ruangan), kemudian saat istirahat aku masuk ke ruangan tersebut dan langsung nimbrung alias bergabung dengan grup kecil Daun. Daun menyambut aku dan memperkenalkan aku ke dalam grup tersebut, meskipun aku sempat lihat ekspresi sedih, kecewa karena aku tetap mengikutinya.

Grup tersebut berbincang denganku dan bertanya mengenai hubungan aku dengan Daun. Mereka di mataku saat itu ramah, mereka memberi aku minum karena melihat aku kehausan. Setelah istirahat selesai aku masih di ruangan tersebut dan beraktivitas dengan grup tersebut meskipun sesi dimulai. Setelah itu selesailah pertemuan tersebut, akupun ditinggal oleh Daun disuatu tempat karena Daun mau pergi ke toilet. Entah kenapa aku bingung karena tiba-tiba kisah di mimpiku ini berubah. Aku yang ditinggal Daun ini tiba-tiba menghilang (di mata semua orang saat itu) padahal aku masih tetap menunggu Daun saat itu. Aku sempat menyentuh tubuh Daun namun entah kenapa Daun tidak menyadari keberadaanku. Ternyata setelah agak lama ada kabar bahwa aku meninggal dunia. Sontak bersedihlah luar biasa Daun, berawal dari panik aku menghilang berubah menjadi aku ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Aku bisa merasakan ada kesenangan sedikit dari Daun karena aku sudah tidak mengganggunya lagi, namun kesedihan terasa lebih dominan.

Konyolnya lagi aku meninggal karena aku di racun oleh grup kecil tadi, airnya beracun arsenik. Aku setelah itu menjadi hantu gentayangan. Aku tidak ingat detail kisah lanjutannya seperti apa, namun terasa sangat tidak masuk akal karena bagaimana bisa hantu gentayangan naik angkutan kota.

Setelah aku bangun dari mimpi itu tersebut aku memikirkan arti dari setiap peristiwa disana. Ternyata grup kecil itu adalah kelompok dari tugas kuliahku. Ruangan besar yang berisi kelompok kecil menandakan kondisi di kelas. Daun yang selalu aku ikuti ternyata adalah konselorku, racun arsenik itu adalah salah satu bentuk latihan observasi di kelas psikodiagnostik.

Jika aku analisa dalam teori Carl Gustav Jung meliputi Shadow, Persona, Anima, Animus.

Gambarannya menjadi :

Shadowku adalah keluarga yang sedang dalam kondisi carut marut, lebih percaya akan tradisi budaya yang irasional seperti tiap kali mimpi buruk harus buang beras, jika telah melakukan kesalahan seperti melindas kucing maka harus bancaan bubur merah dan buang kembang yang dikategorikan sebagai kembang buang sial, setiap peristiwa bahagia terutama prestasi seperti naik pangkat, juara umum, masuk di tempat bergengsi harus bancaan bubur merah, bahkan setiap mimpi cek ke buku primbon, parahnya banyak anggota keluarga besar yang hafal setiap mimpi dan artinya.

Persona: aku jika dalam kondisi keluarga besar menjadi anak yang ceria, paling heboh; dalam kehidupan bertetangga aku menjadi anak yang rajin memberi bancaan (karena tugasku mengirim bubur merah), ramah pada tetangga (padahal keluar dari rumah karena rumah berisik/ membosankan).

 

Anima,…….

Animus…………

bersambung……..

Surabaya, 14 Februari 2019

Sebut saja Namaku Mawar

 

*Tulisan di atas merupakan proses konseling lanjutan. Dasar Pemikiran Terapi Menulis ini adalah  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.