Terapi Menulis #05 Aku Merasa Kosong dan Kesepian


oleh Ayati Rini

Sejatinya, manusia adalah susunan atom-atom yang kita sepakati sebagai makhluk hidup. Sebagai makhluk hidup, ada mekanisme-mekanisme instingtif yang terjadi untuk mempertahankan hidup. Rasa sakit merupakan tanda bahwa kita sedang menghadapi ancaman fisik. Kesepian merupakan tanda bahwa kita membutuhkan manusia lain agar bertahan hidup. Selain itu, ada pula insting untuk menyelamatkan hidup orang lain dan juga bereproduksi alias melanjutkan keturunan. Insting-insting itu adalah mekanisme alamiah untuk menjaga agar diri kita tetap “hidup”.

Setelah merasakan kesepian dalam beberapa hari silam, kini aku merasa… kosong? Semua hal yang menyenangkan terasa fana. Menarik hanya sesaat, sebelum kemudian tidak menarik lagi untuk digubris. Hari ini bukan tidak menyenangkan, aku pun merindukan masa lalu dan akan merindukan masa ini di masa depan. Tetapi tetap saja, semua terasa hampa. Aku hanya mengikuti keteracakan peluang yang membentuk jalan-jalan di hadapanku.

Manusia, hewan, tumbuhan, batuan, mesin, dan sebagainya, sesungguhnya tidak memiliki batas yang jelas. Batas itu kita tentukan sendiri agar memudahkan kita untuk mempelajarinya. Aku tidak lebih dari susunan atom yang kebetulan punya “kesadaran”. Aku merasa seolah sadar karena memang prosesorku tidak kuat mengalkulasi perhitungan alam semesta yang sangat besar angkanya.

Lalu apa yang berharga dari kehidupan ini? Tidak ada. Mari maknai sendiri? Masih belum bisa menerima. Untuk apa?

Karya, tanya, dan cinta adalah tiga komponen utama dalam kehidupan yang selama ini aku kejar. Saat ini, karya tidak lagi menggairahkanku untuk mencoba mempelajari cara membuatnya. Demikian pula dengan tanya, ia tak lagi seksi bagiku. Cinta?

Aku mencintai beberapa orang. Tetapi apalah artinya itu? Barangkali aku sedang egois, sehingga kupikir meskipun meninggalkan mereka, mereka akan bisa beradaptasi tanpaku. Apa makna cintaku kepada orang lain? Cinta yang baik, menurutku, adalah memberi tanpa mengharap imbalan. Namun, kupikir aku telah kehilangannya. Aku tahu orang-orang yang kucintai memedulikanku dan mungkin mencintaiku balik. Tetapi aku sedang hampa dalam rasa. Aku merasa kosong dan kesepian. Aku kurang tergerak untuk berbuat sesuatu demi cinta.

Hilanglah ketiga komponen itu. Hilang pula segala hasrat. Apalah artinya melukai diri. Apalah artinya berprestasi. Apalah artinya menangis. Apalah artinya bahagia.

Aku merindukan kehampaan yang sejati.

*Tulisan di atas merupakan proses konseling lanjutan. Dasar Pemikiran Terapi Menulis ini adalah  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.