7 Prinsip Kesabaran (Patience) Dasar dari Semua Rahasia Kebahagian Hidup


Sabar merupakan salah satu bagian penyangga kebahagiaan. Kebahagiaan sendiri dibagi menjadi tiga elemen yaitu intrapersonal, interpersonal, dan relasi spiritual. Elemen Intrapersonal mencakup aspek Sabar, Syukur, dan Sederhana.

Menurut definisi Sabar itu mengurut dada padahal bukan mengurut dada.  Sabar pada berbagai kitab suci adalah orang-orang yang memiliki cadangan energi yang luar biasa, didalam dirinya terdapat ada kekuatan yang tak kasat mata, namun berperan penting dalam pengendalian diri dan perilaku.

Jika Anda mengartikan sabar adalah mengurut dada, maka artinya Anda tidak ikhlas. Sabar adalah melakukan sesuatu dengan senang hati. Mungkin hal ini dapat di jelaskan sebagai berikut:

  1. Menunda respons Anda

Sabar artinya menunda respons Anda pada beberapa saat sampai Anda benar-benar tenang dan pikiran berfungsi kembali dengan baik. Dalam kondisi marah pikiran tidak dapat berfungsi dengan baik, marah mengendalikan segalanya. Banyak kasus kriminal terjadi saat marah, misalnya membakar rumah, menyiram air keras, bahkan membakar anaknya yang balita. Marah berbeda dengan emosi sedih, takut,kecewa, was-was yang bersifat pasif, kita hanya perlu diam dan tidak lakukan apapun. Jika marah diatasi dengan cara menjauhi tempat kerjadian, pergi menyendiri, mendengarkan musikolah raga, dan relaksasi.

Sabar itu tidak hanya saat marah saja, emosi senang juga perlu sabar lo. Misalnya Anda mendapatkan kabar burung dari seorang rekan bahwa akan naik jabatan, Anda yang senang menjadi bercerita ke banyak orang akan berita tersebut, namun perusahaan tiba-tiba mengubah kebijakan, dan ujungnya Anda batal promosi karena atasan tidak senang dengan perilaku terbaru Anda yang tampak “petentang-petenteng” setelah dengar kabar rencana promosi.

Daniel Goleman melakukan penelitian eksperimen menarik pada anak-anak yang diberikan permen, anak-anak yang dapat permen lebih banyak jika dapat bersabar hingga besok. Hasil penelitiannya adalah anak-anak yang bersabar mengambil pemberian permen hingga besok lebih bahagia ketika dewasa karena mampu berhubungan baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain.

  1. Menyatukan badan dan pikiran di satu tempat

Konsep ini sama seperti konsep Carl Rogers yaitu hidup here and now. Intinya Anda perlu menikmati aktivitas Anda, misalnya Anda haus, kemudian Anda minum air jeruk dingin, coba Anda rasakan dinginnya gelas, kenikmatan air jeruk, manisnya jeruk, nikmat bukan?

Dalam hidup ada 3 tipe manusia: pertama tipe Human Having yaitu fokus hidup pada harta benda. Kedua tipe Human Doing yaitu manusia yang mengerahkan seluruh upaya pada pekerjaan yang lebih baik, fokus pada prestasi dan kepuasan berprestasi. Tipe ketiga adalah Human Being yaitu orang yang hidup dengan keberadaan mereka, sepenuh jiwa raganya, mereka berkerja all-out, dan juga menikmati seluruh momen kehidupan.

  1. Kata kerja Aktif, bukan Pasif

Kesabaran pasti mendatangkan perubahan, dan perubahan hanyalah masalah waktu. Sabar beda dengan pasrah, ketika Anda gagal dan beserah. Berserah itu terjadi ketika Anda sudah berusaha mati-matian dengan segala cara untuk mencapai target namun gagal tetap gagal. Hidup dapat disimpulkan sebagai a struggle to surrender. Kesuksesan seseorang bukan karena kompetensi dan kepandaian melainkan perkara kesabaran. Misalnya Kolonel Sanders menawarkan resep ayam goreng ke restoran-restoran di Amerika. Sanders pernah mengalami penolakan hingga 100 kali, dan dari kesabarannya itu akhirnya ayam dagangannya dikenal sebagai KFC.

Bagi orang sabar tidak ada kata tidak bisa dan tidak mungkin, semuanya itu mungkin dilakukan, Sukses hanyalah perkara waktu.

  1. Melakukan Satu Hal di Satu Waktu

Pada konsep Zen yang disebut Mindfullness adalah kondisi dimana Anda benar-benar menyadari apa yang Anda lakukan saat ini, hidup di masa sekarang. Orang-orang yang memiliki Mindfullness adalah orang yang secara sadar-sesadar-sadarnya akan apa yang mereka lakukan. Kesabaran adalah mengerjakan melakukan satu hal di satu waktu, ini adalah salah satu bentuk profesionalisme. Profesional adalah melakukan satu hal pada satu waktu dengan kesadaran penuh. Dengan demikian ia dapat meningkatkan nilai tambah pada apapun yang dilakukan.

  1. Menikmati proses Tanpa Terganggu Hasil Akhir

Sabar adalah menjalani dan menikmati proses satu demi satu tanpa terganggu hasil akhir. Menikmati proses adalah sesuatu yang indah dan luar biasa, ini adalah bentuk sikap menghargai, menyelami, dan meresapi disini, saat ini. Menikmati proses adalah esensi dan hakikat itu sendiri. Hasil itu bagian diluar kendali diri kita, proses ada dalam kendali kita. Jika kita sudah melakukan proses dengan benar, belum menjamin hasil dapat sesuai dengan target. Jadi nikmatilah prosesnya

  1. Menyesuaikan Tempo Kita dengan orang Lain

Sabar adalah menyesuaikan tempo atau kecepatan berpikir kita dengan orang lain. Anda harus menyesuaikan tempo Anda dengan pasangan Anda sebagai rekan kerja atau siapapun, jika Anda berharap sebaliknya hasil yang muncul adalah kecewa, frustasi, dan kesabaran yang hilang.

Untuk bisa mempercepat tempo orang lain, maka perlu Anda mulai dengan memperlambat tempo Anda. Misalnya Anda pindah pekerjaan, maka Anda bisa mulai dengan cerita mengenai kondisi kantor mulai dari karakter rekan, atasan, permasalahan yang dihadapi, konflik di kantor, memang perlu sabar memberikan informasi ini, namun ingat tujuannya pasangan Anda dapat paham bagaimana kondisi Anda.

  1. Hidup Selaras dengan Hukum Alam

Sabar menghasilkan kedamaian, keselarasan, kesesuaian, dan kesatuan. Hal ini terjadi karena kesabaran itu sifat utama alam semesta dari kehidupan. Hukum alam adalah segalanya yang berjalan apa adanya, sesuai hukum kehidupan, sesuai ketentuan alam. Pada masa kini orang-orang cenderung ingin serba cepat, mudah dan tidak mau berproses. Misalnya ingin mendapat pekerjaan terpandang akhirnya memilih beli gelar, hasilnya adalah orang tersebut tidak tenang karena takut gelarnya dipermasalahkan.

 

disadur dari :

Pradiansyah, Arvan. (2015). 7 Laws of happiness. Jakarta:Integritas /Lestari Manajemen.

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.