Terapi Menulis Juga, Bau Kentut Tulisan ku


Ketika Mas Didik mengajakku menulis untuk terapi, aku berpikir apa yang membuat orang mau menulis untuk menolong dirinya sendiri. Ku coba membaca tulisan orang, itu sungguh melelahkan. Apalagi bila kalimatnya sungguh sulit dipahami atau aku merasa tulisan itu tak ada maknanya sama sekali. Bagiku atau mungkin bagi orang lain. Tapi tunggu dulu. Aku mencoba menghayati. Jika aku harus menulis pula lalu untuk apa gunanya bagiku.

Aku sangat ingin dapat menuliskan pikiran dan perasaanku dalam tulisan, bukan untuk di baca orang. Sekedar meruntutkan alam pikiran dan ide-ide yang semrawut pajeujeut. Supaya diri lebih sabar menunggu apa yang sebenarnya ada dalam pikiran sehingga menunda respon yang terlalu spontan. Gak mikir dulu langsung hajar. Gak dicerna dulu langsung telan bulat-bulat. Menulis membuatku bisa merasakan tiap gagasan yang tumpang tindih, selagi jari pencet-pencet tuts dan merapikan tulisan yang typo, aku merenungkan apapun yang muncul berloncatan dalam jaras syarafku yang pabaliut. Kadang cuma sekedar menjawab atau mengecek ulang, apakah apa yang kurasakan cukup valid?

Menulis sudah lama ku sukai, tetapi menjadi tidak percaya diri saat tulisan harus dibaca orang. Tetapi mari simak, siapa pula yang mewajibkan bahwa tulisan harus dibaca?. Atau mungkin harus cukup bagus untuk dibaca orang, harus sesuai dengan tata bahasa, harus sesuai dengan kaidah bahasa. Semakin banyak aturan membuat langkah menulis yang sebenarnya cuma memindahkan isi kepala ke dalam bentuk simbol huruf menjadi terhalang tembok aturan dan syarat bahasa. Saya ingin berterima kasih pada kawan lain yang harus saya sebutkan di sini, mba Uyun dengan ketegasan dan keberaniannya memaksa saya menuliskan saja apapun yang terpikir dalam 10 menit. Masa 10 menit saja tak sanggup menulis? Ternyata saya menulis bisa lebih dari ½ jam. Memang dasarnya bawel atau isi kepala yang terlalu sibuk, membuat menulis memberikan peluang untuk mengeluarkan isinya sebagian, hingga barangkali bila itu beban, maka saya membebaskan kepala dari beban tsb. Entah itu isinya penting atau tidak. Bila tak penting, maka memang seharusnya di buang. Bila penting dan dapat bermanfaat bagi orang lain, mungkin ada orang yang memungutnya dan mengambil manfaatnya. Bukankan apa yang kita anggap sampah pun bagi sebagian orang merupakan harta berharga?

Ini memang terapi menulis. Syukur bila ada yang mau ambil manfaat, bila tidak pun ini memang aktivitas mengeluarkan sampah. Waduuh… ibarat BAB atau kentut. Siapa sih yang mau melihatnya atau menciumnya? Saya rasa kita pakai istilah buang angin saja lebih sedikit kurang sopan tapi bila angin di perut tak kunjung keluar, anda mungkin perlu dokter untuk membebaskan perut kembung anda. Tengok saja wall medsos. Bukankah isinya tulisan, gambar dan segala hal yang mungkin saja bisa kita temukan permata diantara tumpukan sampah dan bau kentut?? Upss..

Sebagian orang menuliskan apapun yang ingin di tulis sebagai bagian dari upaya menolong dirinya sendiri, meski anda tidak suka. Tapi setidaknya kegiatan itu membantu orang yang bersangkutan untuk release secara emosi dan menata dirinya menjadi lebih baik.

Inilah yang sedang ku lakukan, menulis saja. Entah ini suatu hal yang berguna, atau malah seperti bau kentut bagimu. Bagiku ini mungkin bisa berharga. Nah aku Cuma ingin ingin merasakan dan sekaligus memberikan contoh juga, bahwa biarkan saja dia keluar.. setidaknya keluar dan bermanfaat bagimu. Menulislah…
Biarlah kentutmu keluar. Mungkin ada yang gak suka bau kentutmu. Tapi semua orang pasti memaklumimu. Karena semua orang punya kentut dan kadang-kadang memang bau.
Maaf bila memberimu bau, tapi aku yakin kamu setuju bahwa kentutmu pun perlu kau keluarkan. So biarlah… nikmati saja. Menulislah..!

13 maret 2019

Seorang teman pembelajar tanpa akhir.

* Dasar Pemikiran Terapi Menulis ini adalah  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.