Refreshing Bersama Psikodrama di Bontang Kalimantan Timur


Ujian nasional menjadi salah satu hal yang memusingkan anakku dan teman temannya. 4 kali try out dan dorongan orangtua yang melulu menyuruh mereka belajar bikin mereka mulai ‘muyek’. Ada inisiatif agar mereka menjadi lebih refresh, dan saya ditunjuk oleh para bunda membantu anak anak.

Awalnya sempat bingung juga nih, kalau mau memberi motivasi dengan outbond rasanya saya sendirian gak mampu harus ada beberapa orang. Selain itu outbond juga butuh pengawasan lebih. Kemudian saya tercetus ide mencoba mengajak refreshing dengan kombinasi psikodrama.

Meskipun ragu juga, apa saya mampu mengaplikasikan pelatihan yang pernah saya dapatkan. Tapi oke gak apa, dengan niat untuk membantu dan mengajak anak anak senang, saya coba saja.
Karena saya selalu ingat pesan pak didi, salah itu gak apa. Maka semangat saya coba praktekkan.

Kemudian di lokasi tepi danau yang cukup sejuk saya pun bersama anak anak kelas 6 SD bermain bersama. Saya memposisikan diri dan menganggap sebagai teman.

Mengawali kegiatan dimulai dengan berdoa kemudian karena mereka sudah saling mengenal, saya ajak untuk lebih mengenal lagi melalui karakter diri. Saya ajak mereka untuk mengenalkan diri dengan icon diri masing masing. Agak susah juga ternyata karena beberapa dari mereka masih malu dan belum berani.

Oke saya tidak memaksa dan saya katakan disini tidak ada yang salah, mereka bebas untuk mengekspresikan diri dan berimajinasi. Beberapa anak sudah mulai mengekspresikan dirinya. Ada yang memilih icon kucing, kupu kupu, anjing, serigala, air, api.
Riuh saling tertawa, berbicara, dan memang cukup ribut juga mereka bercanda antar teman. Tapi gak apa itulah proses belajar.

Selanjutnya, saya mengajak mereka untuk bermain menjadi patung/sculpture. Permainan menjadi semakin menarik. Anak anak mulai aktif mengekspresikan diri mereka.

Saya mengajak mereka dengan bentuk pohon, air mancur dan kereta kuda. Saya ajak untuk bermain dan tertawa dan mereka senang. Kemudian ada anak yang berkata kalau hanya gerakan membosankan. Akan lebih seru kalau ada suara.

Oke, saya ijinkan mereka untuk bersuara. Saya meminta mereka untuk menggambarkan suasana upacara bendera. Ada yang menyanyikan lagu Indonesia Raya, menjadi pembaca teks pancasila, menjadi pembina, hingga peserta upacara yang pingsan. Riuh suara mereka. Mereka sudah mulai menikmati permainan.

Kemudian saya ajak untuk duduk melingkar, karena mereka merasa lelah dan saya persilakan untuk minum dan makan snack sejenak.

Setelah break saya ajak lagi mereka untuk bermain ice breaking yaitu ” abah ambu”. Dimana mereka saya minta berpasangan 2 orang dan tangan dengan posisi mau bersaliman. Ketika saya katakan abah maka yang berperan sebagai abah harus menangkap tangan temannya yang berposisi ambu.

Dipermainan ini mereka dilatih untuk konsentrasi. Terlihat mereka antusias sekali, tertawa dan kaget ketika tangannya ditangkap oleh temannya.

Selanjutnya saya ajak lagi anak anak untuk bermain psikodrama kembali. Saya minta mereka untuk menunjukkan satu orang temannya menjadi sutradara. Awalnya tidak ada yang mau. Saya minta mereka memilih dengan menaruh telapak tangan dipunggung teman yang dipercayanya. Akhirnya ada satu anak yang terpilih dan dia bersedia.

Saya minta ia untuk membayangkan situasi paling menyenangkan ketika di sekolah. Ia pun mulai menunjuk teman temannya untuk menjadi aktor berperan dalam situasi tersebut. Dan menurut dia situasi yang menyenangkan baginya adalah ketika ada salah satu temannya yang menangis sambil tertawa karena ditakuti dengan balon berwarna merah.

Oke saya ijinkan ia untuk mengekspresikan hal itu. Setelahnya saya meminta kepada mereka semua untuk saling bersaliman. Menurut saya mungkin masih kurang tergali lebih dalam untuk perasaan ini.

Selanjutnya saya meminta mereka untuk bersama sama menggambarkan suasana ruang ujian. Mereka berperan bermacam macam menjadi meja, kursi, peserta ujian, pengawas hingga murid yang dikeluarkan. Begitulah anak anak ini,mengekspresikan diri mereka.

Terakhir, saya minta mereka untuk duduk melingkar,dan saya menyediakan sticknotes warna warni serta bolpen. Saya meminta mereka menuliskan kata positif, kesan, semangat untuk masing masing temannya.

Jadi misalnya saya akan memanggil satu anak untuk maju ketengah lingkaran, dan anak anak lainnya menulis kata kata tersebut di sticknote dan selanjutnya ditempelkan di baju anak yang maju ketengah. Semua anak mendapat bagian.

Disini saya berharap dengan catatan kecil tersebut menjadi penyemangat untuk mereka. Dan mereka bisa saling mendukung.

Terakhir saya minta mereka mengekspresikan kegiatan dengan tiga kata, dan mereka mengatakan seru, menyenangkan, kenangan.

Begitulah penerapan sedikit psikodrama yang saya kombinasikan agar menjadi refreshing yang menyenangkan untuk anak anak. Walaupun saya merasa masih banyak kekurangan dalam pelaksanaannya dan saya masih harus belajar lagi. Paling tidak semoga menjadi hal menyenangkan yang bisa dikenang oleh anak anak.

 

Siti Mutoharoh

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

One thought on “Refreshing Bersama Psikodrama di Bontang Kalimantan Timur”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.