Pengalaman mengikuti Workshop Psikodrama di Jakarta


Pada hari itu, Minggu 28 April aku pergi bersama dengan temanku untuk mengikuti workshop Psikodrama. Selama perjalanan, otakku dipenuhi dengan banyak pertanyaan dan rasa cemas. Kira-kira bagaimana ya nanti kegiatannya, apa saja ya yang akan dilakukan. Hal ini ditambah lagi dengan pemikiranku seputar tesis yang ikut bergejolak di dalam benakku.

Sedikit cerita terlebih dahulu, aku sekarang adalah mahasiswa magister profesi yang sedang berjuang menyelesaikan tesis. Judul di dalam tesisku adalah mengenai psikodrama. Oleh karena itu penuh harapku dari kegiatan workshop yang akan aku jalani hari ini. Harapanku aku bisa pulang dengan membawa ilmu yang banyak dan membuat aku lebih yakin untuk menenggelamkan diriku ke dalam tesis.

Pagi itu aku bersiap untuk mengikuti seluruh kegiatan yang akan dilakukan. Aku mencoba mengosongkan pikiran agar bisa menerima secara penuh ilmu-ilmu yang akan aku dapatkan hari itu.

Kegiatan dimulai dengan bincang-bincang santai seputar psikodrama, aku mendapatkan pandangan yang lebih banyak dan dengan sharing dari para anggota aku juga mendapatkan banyak hal baru. Kegiatan hari itu dilanjutkan dengan perkenalan satu sama lain. Tentunya perkenalan yang dilakukan dengan cara yang unik. Aku mencoba untuk membuka diriku dan mengesampingkan rasa malu.

Kegiatan selanjutnya adalah warming up. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk lebih mengenal satu sama lain, sehingga semua peserta menjadi siap untuk melanjutkan ke dalam kegiatan yang selanjutnya. Sosiometri, Lokogram, spektogram, tangan di pundak, dan sculpture itu adalah sebagian kecil dari kegiatan yang kami lakukan saat warming up.

Dinamika kelompok sangat terasa untukku saat itu dan pecah dengan tangis haru di kegiatan kami yang terakhir pada sesi itu. Direktor menyatakan bahwa kami siap untuk melanjutkan ke kegiatan selanjutnya yaitu action.

Penentuan protagonis dipilih berdasarkan kesepakatan dari semua peserta yang terlibat di dalamnya. Role play, sculpture, role reverse, doubling, mirroring, de-rolling merupakan teknik yang digunakan dalam kegiatan kali ini.

Dalam sesi kali ini aku sangat menikmati karena disini aku mendapatkan gambaran yang menjawab semua kebingunganku selama ini saat mengerjakan tesis. Dimana aku hanya bisa memahami dari berbagai tulisan di dalam buku namun masih belum terbayang seperti apa yang benar-benar dilakukan di dalamnya.

Dalam proses ini peserta mencoba memahami rasa dari apa yang terjadi, peserta bekerjasama, dan bisa tertawa dengan lepas. Hal lain yang membuat aku kagum lagi dari kegiatan ini, kami memang benar-benar bisa menggambarkan apa yang terjadi di dalam diri melalui drama. Sekecil apapun yang ada di dalam cerita memiliki makna bagi protagonis maupun semua anggota peserta lainnya. Gerakan, kata-kata, kontak mata, mimik wajah, dan rasa yang ada di dalamnya memberikan banyak pengaruh yang kuat satu sama lain.

Sesi selanjutnya adalah integrasi atau refleksi. Kegiatan ini dilakukan dengan cara sharing. Di sesi ini para peserta diajak untuk menyelaraskan apa saja yang sudah dilakukan pada hari itu. Hal apa saja yang bisa dipelajari satu sama lain. Bertukar pemikiran, bertukar rasa dan mengambil nilai-nilai positif yang bisa dibawa untuk kehidupan nyata.

Setelah itu kegiatan terakhir adalah lingkaran penutup, dalam sesi ini peserta akan melingkar dan masing-masing mengucapkan rasa terimakasih dan mengevaluasi diri terkait dengan harapan dan apa saja pencapaian yang sudah didapatkan pada hari itu. Tentunya juga dengan rencana yang akan dilakukan selanjutnya.

Kata demi kata yang disampaikan oleh Direktor sungguhlah menakjubkan. Membuat diri kami yang tadinya masih ditutupi dengan banyak pemikiran, mencoba untuk berterima dan berpikir dengan sudut pandang yang lain. Mengolah rasa dan pemahaman diri dari apa yang sedang kita alami dan lakukan, menjadi kunci dari kegiatan dalam psikodrama ini.

Hampir semua yang aku lakukan dalam keseharianku selalu dipenuhi dengan rasa takut untuk salah. Tapi kali ini, aku meyakini bahwa kita harus berani untuk salah, karena dengan kesalahan kita bisa banyak belajar dan akan menjadi individu yang lebih baik lagi tentunya. Aku bebas berpikir, mengeksplore banyak hal dan satu yang paling aku suka adalah kita harus berpikir positif untuk segala hal. Tidak ada satu hal yang tidak memiliki sisi baik dalam kehidupan. Ah sungguh menyenangkan kegiatan hari itu. Aku bahagia.

Terimakasih untuk ilmunya..
Terimakasih untuk pembelajarannya..
Aku akan terus berproses melakukan apa yang ingin aku lakukan..

Bandung, 29 April 2019

Nyi Mas Ratu Rema

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.