Psikodrama sebagai Metode Terapi Kelompok Memiliki Tingkat Kesulitan yang Tinggi


Lumayan juga dari obrolan santai lewat WA, muncul ide untuk membagikan tulisan ini. Kami sharing mengenai pengalaman belajar dan praktek Psikodrama. Akhirnya kami sepakat bahwa Psikodrama memiliki tingkat kesulitan yang tinggi hal ini diawali dengan pernyataan Iip Fariha, rekan Psikolog yang di Bandung, mengatakan bahwa Kang Asep mempersyaratkan agar belajar teknik-teknik lain sebelum belajar Psikodrama. Psikodrama masuk kategori teknik tertinggi dari psikoterapi.

Psikodrama itu powerfull dan penuh resiko,..sehingga tepat Kang Asep mengarahkan untuk mengusai berbagai macam teknik terlebih dahulu, untuk memastikan pemahaman berbagai Proses terapi bekerja, karena ada yang menyatakan bahwa Psikodrama adalah kolaborasi berbagai teknik (inklitik). Dengan kata lain mempraktekkan Psikodrama adalah meramu berbagai macam teknik dengan Tindakan untuk membantu Klien.

Saya kemudian menyampaikan apa yang Mario Cossa, pernah mengatakan padaku, bahwa Psikodrama tidak boleh dilakukan oleh orang yang bukan ahlinya. Psikodrama memiliki resiko yang besar bila dilakukan tidak tepat, di Amerika harus orang yang sudah memiliki sertifikat Psikodrama. Bahkan Sertifikat dari negara bagian Amerika yang lain belum tentu berlaku.

Sepertinya jadi berat ya,…hihihihi

Untunglah ada ahli Psikodrama yang lebih asyik (menurutku), yaitu: Adam Blatner (dalam Penjelasannya mengenai Psikodrama adalah Eksplorasi Tindakan) yang menyatakan bahwa Psikodrama memiliki dua peran dalam budaya modern:
1. Psikodrama dapat digunakan sebagai “terapi
atau
2. Dapat digunakan terpisah dari terapi, untuk melayani tujuan peningkatan kesadaran lainnya. Dalam bisnis, pendidikan, pengembangan pribadi, pelatihan peran di industri, untuk penyelesaian konflik, permainan, dan sebagainya, apa yang saya sebut “Eksplorasi Tindakan” menerapkan metode psikodramatik dalam melayani banyak tujuan lainnya. Bukan hanya untuk pengobatan penyakit jiwa! Hal ini harus dilakukan secara eksplisit!

Berdasarkan pernyataan Adam Blatner, saya berani mengajak banyak orang untuk segera ber-Psikodrama. Saya berkeinginan agar makin banyak orang mengenal Psikodrama dan mempraktekkannya di Indonesia. Maka saya mem”provokasi” agar siapa saja yang kenal Psikodrama segera mempraktekkannya. Sejauh bukan untuk Terapi (peran ke-2 Eksplorasi Tindakan nya Adam Blatner) makin banyak berpraktek akan makin mahir.

Sementara untuk mempraktekkan Peran Utamanya (peran-1 Eksplorasi Tindakan-nya Adam Blatner) sebagai Metode Terapi, tetap wajib yang bersertifikat, yaitu bergelar Psikolog dan memiliki ijin Praktek Psikologi di Indonesia yang tentunya sudah memahami kode etik Terapi.

Demikian Terima kasih, ….mari segera Praktekkan Psikodrama!

 

Yogyakarta, 14 Mei 2019

Retmono Adi

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

One thought on “Psikodrama sebagai Metode Terapi Kelompok Memiliki Tingkat Kesulitan yang Tinggi”

  1. Baca tulisan itu putri jadi ketawaaaa, memang berat kalo dipikirin beratnya, hanya saja sebagai pemula saya lebih memilih berfikir tentang letak asiknya berpsikodrama dari pada beratnya____lebih memilih berfikir tentang asiknya tanpa menyepelekan dan mengabaikan hal hal berat yang memang ada😅

    Dan tentu harus sadar benar tentang sejauh mana kompetensi dan penguasaan juga ilmu yang saya punya, maka untuk menyiasatinya biasanya memang saya berusaha memilih dengan bijak goal atau tujuan yang dilakukan dalam berpsikodrama, juga audience dan hal hal lainya, termasuk tema-tema atau sisi-sisi mana yang bisa saya eksplorasi dan bagaimana mengeksplornya dengan lebih baik di kesempatan yang lainya.

    Praktek saja dengan terus belajar di setiap perjalananya….

    kalo boleh minjem kata kata pak Adi mungkin yang penting adalah ACTION ajaaa dulu, kalo salah yang diakui kesalahannya tanpa banyak alasan lalu perbaiki di kesempatan selanjutnya, kira kira begitu……🤣🤣

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.