Cerita Dunia Mahasiswa, Badai Semester 4 atau 5


Hari ini sabtu 17 mei 2019 aku akan berbagi kisah mengenai  dinamika pertemanan dalam dunia perkuliahan untuk anak semester 4. Banyak orang berkata bahwa semester 4 dan semester 5 adalah semester yang penuh dengan badai, melalui semester ini setiap individu akan mengetahui apakah dirinya tepat pada suatu jurusan. Bagiku sendiri semester 4 ini adalah semester yang butuh komitmen dan kerjasama. Setahuku ada idiom yang bernama “it takes two to tango” yang artinya mengenai kerjasama.

Semester ini aku sendiri agak kelelahan karena banyak tugas penelitian dan kunjungan. Hal ini semakin diperparah dengan aku tidak diperbolehkan praktik di kelas pengelolaan PAUD, padahal nilai praktik di kelas tersebut 70%. Di semester ini aku sangat di uji mengenai “asertif, kerjasama, saling pahami dan peduli”. Aku sangat tertekan sekali dengan semua yang terjadi di semester ini.

Tekanan ini terjadi karena aku yang tidak asertif, tidak langsung ke topik pembicaraan, kemampuan sosial yang masih minim, dan yang terburuk adalah aku ini pribadi yang over thinking, lugu,terlalu mudah menyerah dan terkadang ceroboh. Baik konselorku maupun dosen waliku menyoroti tindakanku yang menyerah dan over thinking hanya mereka menggunakan cara penyampaian yang berbeda.   Anda bisa membayangkan seberapa menyebalkan diriku kan?

Aku sulit sekali bisa menjalin pertemanan lebih dari sekedar teman kelompok tugas, hanya ada beberapa teman dekat hanya 3 orang saja dari 78 mahasiswa di angkatanku. Setidaknya aku perlu bersyukur masih ada teman yang mengajak aku untuk makan bersama, atau bahkan aku sempat di booking temanku untuk menjadi 1 kelompok di 4 mata kuliah pada semester ini.

Bagiku agak menyedihkan ketika teman-temanku sudah memiliki grup chat khusus teman dekat alias CS atau lebih formalnya KLIK pada saat masuk kuliah, aku baru benar-benar memilikinya ketika semester 4 setelah UTS, namun aku tetap bersyukur. Aku bersyukur karena aku menemukan sesuatu yang mengejutkan.

Dari 78 mahasiswa yang aku tahu, aku sudah menemukan keretakan hubungan dari 2 kelompok klik tersebut, setahuku 2 kelompok ini sama-sama memiliki anggota yang cukup banyak yaitu 5 mahasiswa (anak ormawa semua) dan 6 mahasiswa(ada yang kekinian-penggosip  dan peminum, serta si pendiam menurutku). Salah satu mahasiswa dari klik ormawa tersebut tampak sangat sakit dengan keretakan hubungan mereka, dan satu mahasiswa dari kelompok kedua berkata bahwa ia bahagia dengan keretakan hubungan ini karena ia merasa bisa menjadi dirinya sendiri.

Bagiku keretakan hubungan dengan orang yang sudah sangat dekat itu menyakitkannya hebat, bahkan jika temanku itu adalah aku, mungkin bisa 3 hari berturut-turut mimpi tentang kebersamaan di masa lampau.

Dulu aku sangat sedih sekali dan berpikiran bahwa Tuhan ingin aku jadi penyendiri ya? Namun kini aku merasa bersyukur karena Tuhan tahu bahwa akan sangat berbahaya jika diriku yang lugu rada goblok ini dengan seluruh kelemahan yang aku miliki memiliki klik dengan anggota yang notabene peminum, penggosip, absen kelas tanpa keperluan jelas dan yang aku tahu keburukan terparah di klik itu adalah ada individu yang  perek alias gila harta, kalau bisa semua dibayari aku gak perlu keluar duit seperser pun. Hal lain yang aku takutkan dari perilaku peminum mereka adalah sex bebas dan narkotika, walaupun sebenarnya ada hal lain yang tidak bisa aku tulis di sini.

Lantas apa hubungannya dengan idiom “it takes two to tango”? ya intinya pada semester 4 yang mulai banyak tugas projek perlu di jalin kerja sama yang baik untuk menyelesaikan tugas tersebut. Asertif itu perlu untuk menanyakan progress. Over thinking itu tidak disarankan karena bisa menjadi mimpi ketika tidur di malam atau pun siang hari, membuang waktu juga memikirkan sesuatu yang tidak di perlukan.

So… mungkin aku Cuma berpesan bagi kalian yang sedang pada semester badai yaitu semester 4 atau 5, ya di usahakan untuk melakukan yang terbaik untuk diri sendiri dan juga bersama, ingat untuk self love. Tetap ceria dan pikirkan hal positf juga karena itu efektif untuk menjaga mood dan kinerja.

 

Surabaya, 17 Mei 2019

Setiti

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.