Indikator Emosi ( tulisan ke 1 seri mengenal Rahasia Bahasa Emosi )


Ketika pertama kali anda membeli mobil, seorang sales mobil akan menjelaskan pada anda arti setiap tanda pada dashboard mobil anda. Apa artinya lampu yang menyala, di mana letak tombol untuk tujuan tertentu dan apa yang harus dilakukan bila muncul tanda-tanda seperti indikator lampu merah, kedipan atau suara-suara yang berbeda dari biasanya.

Emosi adalah sebuah sinyal seperti tanda lampu pada dashboard mobil. Ia memberikan kita suatu indikator akan kebutuhan yang harus dipenuhi. ( jadi inget emak-emak yang menyalakan lampu kiri tapi belok kanan 🙂 ) pasti bikin bingung bukan? Tanda lampu memberi isyarat bagi seseorang untuk bertindak, Ia memberikan petunjuk tentang sesuatu.

Emosi pada dasarnya adalah positif, pengertian emosi negatif mengacu pada kesalahan respon terhadap emosi yang membuat seseorang menjadi tidak nyaman. Hal ini sebagai akibat dari tidak terpenuhinya kebutuhan emosional. Dalam pengertian sebagai sebuah bahasa, emosi menjadi bersifat logis, mengandung unsur motivasi, berfungsi menggerakkan seseorang untuk memenuhi kebutuhan, keinginan dan hasratnya. Saat indikator pintu tidak tertutup, pengemudi mengecek pintu, saat lampu indikator bensin berkedip, dia akan segera menuju pom bensin, dst.

Ketidakpahaman terhadap bahasa emosi, seperti tidak mengerti apa arti tanda tersebut, menjadikan seseorang cemas saat mengemudi, mungkin juga dia berasumsi dan mencoba-coba suatu tindakan untuk merespon lampu tersebut atau malah berusaha mengalihkan rasa cemasnya dengan tindakan lain untuk meredakan rasa tidak nyaman tersebut dengan bernyanyi atau makan ice cream.

Apa yang akan anda lakukan bila suatu lampu indikator ( = sinyal tubuh ) menyala dan anda tidak memahami artinya?

Lingkungan sosial mengajarkan respon emosi yang diterima dan ditolak. Pengabaian emosi menciptakan rasa tidak nyaman dan ketidakmampuan untuk memahami kebutuhan, keinginan dan hasrat yang sesungguhnya dari emosi tersebut. Tindakan pengalihan emosi hanya meredakan sesaat, namun tidak menghilangkan penyebab dari perasaan tidak nyaman tersebut.

Masyarakat kita misalnya, cenderung melarang anak laki-laki untuk menangis karena memalukan, anak-anak akan belajar merasa malu saat menangis, sehingga ia gagal memahami tanda kesedihan dan mengalihkannya pada hal lain, seperti pergi menghindari orang, main game, dll.

Bayan, 2003. seorang ahli dalam hipnotis, dia mampu dengan handal menyambungkan kondisi fisik dengan emosinya, bagaimana caranya untuk menafsirkan bahasa perasaan, sehingga kita dapat menanggapinya dengan tindakan positif yang akan memperkaya hidup kita.
Apakah anda memahami bahasa emosi yang diekspresikan oleh tubuh anda??

Awal Juli 2019

Iip Fariha

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

One thought on “Indikator Emosi ( tulisan ke 1 seri mengenal Rahasia Bahasa Emosi )”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.