Pengalihan Respon Emosi ( tulisan ke 2 mengenal Rahasia Bahasa Emosi )


Suatu ketika saya membaca sebuah buku, tiba-tiba tangan saya mencari stoples dan mulai makan keripik. Saya bertanya apakah saya lapar? Seberapa banyak keripik yang harus saya makan untuk menghilangkan lapar saya. Rupanya perut saya mulai terasa penuh dan sebah tetapi saya masih mengunyah keripik tanpa melihat. Tangan meraih stoples otomatis dan menjejalkan keripik ke mulut dan mengunyahnya tanpa benar-benar di rasakan.

Saya sebenarnya tidaklah merasa lapar, hanya saja keripik membantu membangunkan kesadaran untuk lebih fokus pada bacaan. Hal ini rupanya terjadi saat lelah atau kurang berkonsentrasi pada apa yang sedang di baca.

Emotional Eating. Fenomena emotional eating, sama seperti gejala drug, alkoholic juga workaholic merupakan contoh pengalihan emosi yang banyak berdampak buruk.

Saya baru saja menyadari bahwa walaupun istilah ini sangat dikenal umum, namun kurang dipahami dan sering berakhir di ruang konsultasi saat gejala semakin parah. Terbukti saya pun dapat menjadi pelaku yang membuat saya merasa bersalah karena diet selalu gagal. Wk wk..

Memahami apa yang muncul dalam inner life, sinyal tubuh, membantu banyak orang untuk terhubung kembali tidak hanya dengan emosi mereka, tetapi juga dengan tubuh mereka. Hal ini akan terjadi ketika emosi “dipeluk” dan pesannya diindahkan. Hal ini merupakan langkah penting untuk membentuk kesehatan dan kesejahteraan mental.

Mengunyah keripik bukan cara untuk berkonsentrasi atau menghilangkan lelah. Alih-alih memenuhi kebutuhan untuk lebih fokus, keripik menambah bobot tubuh tanpa sadar.
Saya juga bisa makan lebih banyak saat sedikit tension. Saat stress membuat ide mengunyah keripik muncul otomatis. Namun walaupun saya mengerti bahwa saat timbangan naik, itu tanda bahwa saya banyak makan dan stress. Tetapi pada tahap awal saya salah memahami sinyal stress sebagai kebutuhan akan mengunyah. Gagal paham membaca sinyal tubuh. ( hehe.. ternyata memang susah membaca bahasa emosi)

Pengalihan, atau pengabaian emosi sebenarnya suatu strategi menghadapi situasi tidak nyaman karena tekanan emosional juga.
Pengalihan emosi tidak selalu karena ketidakmampuan mengendalikan diri, malah dapat berawal dari ketidakmengertian tanda-tanda yang di berikan tubuh, sehingga salah merespon dan terbentuklah emosi sekunder lain. Alih-alih dapat menemukan rasa nyaman, gagal memenuhi kebutuhan emosional menimbulkan emosi negatif sampai frustrasi bahkan depresi.

Beruntunglah walau terlambat, saya mulai menyadari bahwa perut saya sebah karena kepenuhan keripik, terlanjur kalori yang masuk sudah pasti lebih banyak dari kebutuhan hari itu, alamat gagal diet lagi… tidak perlu diet besok, mulai hari ini belajar mendengarkan tubuh dahulu, agar respon sesuai dengan kebutuhan dan tidak ada pengalih keripik lagi.

Awal Juli 2019

Iip Fariha

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

2 tanggapan untuk “Pengalihan Respon Emosi ( tulisan ke 2 mengenal Rahasia Bahasa Emosi )”

  1. Saya dengan sadar mengalihkan kekesalan dengan menggigit kerupuk. Suara kretak yang ditimbulkan membawa pada katarsis dan kelegaan, seolah olah objek kekesalan itu yg saya gigit. Ternyata juga pengalihan

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.