Belajar Membaca Bahasa Emosi (tulisan ke 3 Rahasia Bahasa Emosi )


Membaca bahasa emosi dari tubuh sesederhana langkah 1,2,3 namun percayalah bahwa ini ternyata tidak mudah.
Yang harus anda lakukan untuk dapat memahami tubuh anda, dapat dilakukan dengan satu teknik sederhana berikut: duduklah dan hindari pengganggu, rasakan apa dan dimana emosi berada, apa yang menyebabkannya, insight apa yang muncul. Fokuskan pada innerlife. Berlatihlah secara berulang.

Supaya mudah, Ini contoh yang terjadi pada saya sendiri.
Pada tahap awal Bayan dalam bukunya the secret language of feeling, 2003 mengajak kita menandai sinyal tubuh. 1) namai emosinya. Ini bukan hal yang sulit, namun sering tidak terbaca dan terabaikan. Saya sendiri gagal paham atau mengabaikan tanda rasa tubuh yang mulai lemes, dan mata mengantuk dan menafsirkan sebagai kebutuhan makan keripik. Huff..

Bila kita luput memahami apa warna emosi yang muncul dari badan kita, Kita boleh saja langsung melangkah pada tahap kedua, 2) menandai apa penyebabnya, apa kebutuhan, keinginan atau hasrat. Kita dapat membuat pertanyaan sederhana seperti ; seberapa banyak keripik yang saya makan untuk membuat saya memahami isi buku ini?. Seberapa banyak saya harus memakan keripik ini, agar saya tidak mengantuk?

Tentu saja pertanyaan ini menjadi konyol, dan saya akan dapat dengan mudah melihat bahwa kebutuhan saya bukanlah keripik. Makan keripik adalah tindakan pengalihan yang hanya meredakan sesaat emosi primer yang sesungguhnya. Saya sebenarnya mengantuk dan sudah tidak konsentrasi membaca buku.

Seseorang yang sudah mampu membaca bahasa emosi pada tahap kedua, akan dengan mudah melanjutkan pada tahap ke tiga, 3). Identifikasi respon yang memuaskan – tindakan yang dapat memenuhi kebutuhan, keinginan atau hasrat.

Saat respon saya makan keripik, memang mata saya agak melek, tapi saya tetap mengantuk. Bukan rasa lelah yang hilang, tapi malah sebah di perut. Rasa lelah hanya akan dapat dihilangkan ketika istirahat, seperti tidur atau mungkin memejamkan mata dan merebahkan tubuh sesaat.
Makan keripik ternyata tidak ada hubungan dengan konsentrasi. Makan itu ternyata untuk kebutuhan bila perut lapar..He he.. itu sih semua juga tahu..

Mungkin saja sesaat kita tahu dan menyadari bahwa sesungguhnya tubuh memberi sinyal lelah, namun pengabaian tanda emosi muncul dan mengalihkan perhatian pada rasa nyaman yang diperoleh dari mengunyah dan mengunyah. Walaupun mengunyah menyelesaikan masalah sesaat pula dan rasa kantuk kembali menyerang tubuh.

Pengetahuan ternyata tidaklah memberikan apapun, maka setelah dapat membaca emosi dari tanda di tubuh, latihan merespon dengan baiklah yang menyelamatkan dan mensejahterakan fisik dan psikis kita. Kita saja susah, apalagi anak-anak kita. (guebanget)

 

Awal Juli 2019

Iip Fariha

*tambahan jika ingin belajar lebih: 8 Trik untuk Membaca Bahasa Tubuh

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

One thought on “Belajar Membaca Bahasa Emosi (tulisan ke 3 Rahasia Bahasa Emosi )”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.