Cerita Mawar #part 20 Tindak Lanjut Analisa Mimpi


Pada suatu hari terdapat seorang anak perempuan yang mengalami mimpi buruk. Kisah dalam mimpi buruk ini berisikan pengalaman buruk yang sangat membekas, dan anak ini mengalami ketakutan yang sangat hebat ketika ada trigger mengenai pengalaman tersebut. Anak ini pun menghubungi ayahnya yang sedang di luar kota (karena urusan kantor) melalui Line.

Anak: Papi aku mimpi buruk (emotikon nangis).

Ayah: Kenapa sayang, kamu mimpi apa? Ceritakan ke Papi dengan detil ya!

Anak: Aku mimpi ketemu teman lama aku Pi, teman lamaku ini mau bunuh aku dengan cara nusuk aku pakai pisau. Dia udah nusuk aku Cuma untungnya aku selamat, dan teman lamaku ini pergi begitu saja setelah menusuk aku. Aku takut pi… memang aku sekarang lagi dekat sama dia karena satu kelompok di mata kuliah, aku selalu cemas Pi tiap kali ngobrol dengan dia kalau bukan bahas tugas.

Ayah: oke sekarang coba kamu analisis mimpimu pakai Jung, nanti hasil analisisnya kirim ke email papi ya (emotikon senyum).

Akhirnya Anak ini menuliskan Persona, Shadow, Anima, dan Animus yang ia miliki.

Ayah: Gimana menurutmu analisis nya? Apakah menunjukkan atau mengatakan? Hasil analisis mu..lebih suka disebut Benar, Baik, atau Jujur, jika harus pilih salah satu ?

Anak: Analisisnya sedikit lebih baik dari analisis Jung sebelumnya, menurutku si mengatakan. Kalau pilih salah satu dari baik,benar, atau jujur aku lebih pilih jujur. Jujur karena menurutku menggambarkan keadaan yang sebenarnya

Ayah: Ok,..Kau pilih jujur, jadi kau perlu rela, jika analisismu salah dan tidak baik…

Anak: Ya sepertinya begitu karena wajarkan jika manusia buat salah. Kalau tidak baik aku rasa tidak mungkin. (dalam hati kecil: aku kok gak paham papi ngomong apa si…)

Ayah: Loh kok tidak mungkin? Gimana penjelasan nya? Apa ukurannya?

Anak: (mampus aku jawab apa ini!) Karena aku menganggap semua orang itu baik adanya. Hanya saja perilaku yang terburu buru, kurang perhitungan, kurang teliti, makanya terjadi kesalahan, dan aku menganggap wajar saja terjadi.
Sebentar apa yang papi maksud ini adalah alat tes psikologi? Kalau ini bahas alat tes dan terjadi kesalahan biasanya si endingnya fatal, psikis klien jadi terguncang dan cenderung negatif, dan ya terjadilah ketidak-baikan tadi.
Bentar aku gak paham definisi kata salah dan tidak baik yang papi maksud itu dalam hal apa…
(aduh apa aku salah jawab, papi ini mau ngomongin apa si ke aku… papi mau njebak aku kali ya…)

Ayah: Apa pun…kau perlu rela,..krn kau pilih jujur…Kalau kau pilih jujur,..perlu rela disalahkan, dan rela dianggap tidak baik,…..begitulah hidup,..kadang perlu memilih. Begitu pun kalau kau pilih benar,…kau perlu rela jika disebut tidak baik, dan tidak jujur,…Dan begitu pun kalau kau pilih baik,…kau perlu rela dianggap tidak jujur, dan tidak benar…..

Anak: Ya pi aku paham

Ayah: Dan untuk dapat ketiga nya, benar, baik, dan jujur,..perlu berlatih seumur hidup…itu pun tidak ada manusia yang mampu.

Anak: Ya pi (menghela nafas).

Ayah: Pelajaran akan didapat jika diawali dengan jujur,…kau memilih pilihan yang tepat sebagai seorang Pembelajar kehidupan….

Anak: Makasi infonya pi (emoticon senang). Uhm memang kalau pilihan lain tidak dapat dikatakan pembelajar kehidupan?

Ayah: Jujur disini adalah jujur pada hati nurani,… Pilihan yang lain tidak berlaku jika tidak didasari kejujuran pada diri sendiri….orang itu akan menipu diri sendiri…dan dapat disebut hidupnya sudah berhenti…tidak lagi tumbuh berkembang dan berkontribusi pada kehidupan.

Anak: Ya Jung juga berkata demikian. Jika orang tidak paham shadownya ya sudah… hidupnya semacam tak bermakna . Pi selain jujur pada diri sendiri perlu apa lagi si? Karena aku cuma pahamnya jujur sebagai langkah awal, terus apa langkah lanjutnya? Aku gak paham mesti langkah lanjut dari jujur dan jadi diri sendiri…

Ayah: Ini saja cukup..mulailah berlatih…maka semua akan datang dengan sendirinya…mulailah berlatih jujur pada diri sendiri,…kenali bahasa emosi, (dapat dibaca di: Indikator Emosi ( tulisan ke 1 seri mengenal Rahasia Bahasa Emosi ), Pengalihan Respon Emosi ( tulisan ke 2 mengenal Rahasia Bahasa Emosi ), Belajar Membaca Bahasa Emosi (tulisan ke 3 Rahasia Bahasa Emosi )) ..bahasa tubuh,.. (dapat dibaca di: 8 Trik untuk Membaca Bahasa Tubuh ) dan bahasa hati nurani…agar lebih jujur pada diri sendiri. (dapat dibaca di: Mengembangkan Kesadaran Diri #Tulisan 12 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama )

Akhirnya sang anak pun tenang, dan tidak lagi berpikiran negatif pada ayahnya.

Dari kisah ini dapat diambil pelajaran bahwa hidup itu penuh pilihan, dan setiap pilihan itu ada konsekuensinya. Dengan bersikap jujur pada hati nuraninya, maka individu dapat dikatakan sebagai Pembelajar Kehidupan.

 

Surabaya, 6 Juli 2019

Sebut saja Namaku Mawar

*Tulisan di atas merupakan proses konseling lanjutan. Dasar Pemikiran Terapi Menulis ini adalah  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.