Self-talk, Hati hati Belum Tentu dari Nurani


Self-talk adalah cara kita berdialog dengan inner voice diri sendiri saat menghadapi berbagai macam situasi. Self-talk dapat kita lafalkan baik dalam hati maupun dengan suara lantang menjadi sebuah sugesti untuk diri. Sejatinya, self-talk membantu diri sendiri menjadi lebih sadar dalam berpikir, merasa, dan bertindak. Self-talk  lebih banyak bernuansa positif seperti tulisan ini : Self-talk: Seni Berdialog dengan Diri Sendiri dan tulisan di Era Inspirasi.

Mari sedikit mengkritisi, karena Self-talk memberi sugesti pada diri, maka kata kata yang ada perlu dianalisa, apakah betul dari Nurani.

Mungkin dari orang lain, dari motivator atau orang tua atau orang pandai yang terkenal.

Ya kata kata itu nampak hebat, nampak baik, namun coba pastikan lagi apakah itu sesuai dengan diri sendiri?

Jika kata-kata itu dari orang tua, apakah masih cocok dengan kondisi saat ini? apakah sudah teruji dengan pengalaman pribadi, sehingga menjadi nurani pribadi yang dewasa?

Jika kata kata itu dari Motivator, apakah sesuai dengan situasi dan kondisi yang dimiliki diri? Pengalaman dan latar belakang seorang motivator telah menguji kata kata itu, sehingga menjadi mantra yang mensugesti dirinya. Apakah kata-kata itu telah diwarnai oleh pengalaman diri sehingga menjadi sesuai dengan nurani?

Jika kata-kata itu dari orang pandai atau terkenal, apakah sama peran dan tanggung jawab yang diemban diri? Cobaan dan hempasan telah mengkristalkan kata kata itu, menjadi senjata dan benteng dirinya dalam menghadapi tantangan dunia. Apakah kata-kata itu telah disirami oleh keringat dan airmata diri, sehingga tumbuh dan mengakar pada hati nurani?

Jika pertanyaan pertanyaan itu belum jelas terjawab, bisa jadi masih terjebak pada Alter Ego, atau Ego orang Tua, belum meng-Individuasi, menjadi pribadi yang otentik.

ya,…kata kata itu memberi sugesti. Self-talk tetap penting membantu pada kesadaran diri, hanya perlu hati hati agar tidak terjebak dalam menipu diri.

 

Yogyakarta, 6 Juli 2019

Retmono Adi

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.