Tips Menulis agar Menarik dari Seorang Sutradara ( Sutradara terkenal,… lho! )


Tulisan ini terpancing oleh beberapa tulisan yang ditulis temen-temen Mahasiswa UIN Semarang, setelah bertemu Mas Iswadi Pratama, Sutradara Pementasan Srinthil di Teater Arena Taman Budaya Surakarta pada tanggal 3 Juli 2019 lalu. Mereka menulis memang untuk Artikel di majalah (online) kampusnya.

Aku yang pada waktu sebelum mempertemukan mereka menanyakan pada Mas Is, bagaimana Tips Menulis, kok malah tidak menuliskan apa yang kupelajari. Lhak yo,…ora tata, ora ilok, egois, tidak menghargai, tidak tahu terima kasih,…dan bisa ditambahkan dengan pernyataan pernyataan lain yang berkorelasi….hihihihi Dlewer,…..

Kami duduk di emperan teras Teater Arena yang menghadap Pendopo sebelum Pentas dimulai. Setelah ngobrol ngalor ngidul, (aku tidak menyinggung tentang Proses Pentas Srinthil, karena aku ingin nanti ketika menonton betul betul menikmati, tanpa terpengaruh oleh Sutradaranya, ternyata hal ini tepat, karena setelah pentas aku mengenalkan temen-temen mahasiswa UIN pada mas Is, dan mereka yang mewawancarai aku turut mendengarkan dan …dapat “bonus”-nya!) Aku minta saran tips bagaimana menulis, karena sering aku kehabisan bahan. (Ternyata juga kurang komitmen setelah dijelaskan kemudian hihihihi).

Menulislah seperti bercerita, ngomong-ngomong seperti ini, abaikan dulu tentang tata tulis atau tata bahasa. Tuliskan saja apa yang ingin disampaikan. Perhatikan ada dua strategi cara menulis:

Pertama, Mengatakan, yaitu kita mengatakan Pendapat atau persepsi, contohnya, saat melihat seorang perempuan berjalan kita mengatakan “Perempuan itu cantik”. Sudah selesai tidak ada bahan lain.

Kedua, Menampilkan (Showing), yaitu mendeskripsikan atau mempertunjukkan apa yang ditangkap Indra, sebagai wakil dari pembaca. contohnya, Perempuan itu berjalan perlahan. Ia mengenakan kaos oblong putih, nampak serasi dengan kulit tangannya yang juga putih.  Ada tulisan di bagian depan kaosnya Feel Free. Celananya Blue Jeans warnanya sudah kusam belel. Sepatunya kets warna abu abu terang bertali putih. Rambutnya sebahu hitam lebat nampak terawat. Ada jepit kecil berbentuk kupu-kupu warna biru langit, dicepitkan diatas telinga kirinya. Ia mengenakan Anting Perak berbentuk ring dengan lingkar sebesar buah duku di kedua telinganya, mengantung berkilau.

Wajahnya bersih, matanya bulat dengan alis tipis dan bulu mata tertata rapi. Hidungnya mungil dan bibirnya tipis disapau lipstik merah kalem. Dari kombinasi Mata yang bulat, hidung yang mungil dan kulitnya yang putih serta posturnya yang atletis sepertinya Ia keturunan campuran Eropa Timur dan Tionghoa…..dan seterusnya masih banyak bahan untuk dituliskan.

Dijelaskan lagi oleh Mas Is bahwa, strategi pertama akan menyasar ranah pikiran pembaca, dan strategi kedua perlahan akan membawa imajinasi yang mengarah ke ranah rasa pembaca. Tulisan akan jadi menarik.

Eh,…aku lalu dapat pemahaman baru dari tulisan ini. Kedua strategi itu sepertinya dapat dipakai keduanya dikolaborasikan secara bersamaan, dengan takaran yang pas, tentunya.

Maturnuwun Mas Is, …dan masih dengan penuh harapan untuk dapat bertemu sesering mungkin. Njuk Ngrampok ilmu neh….

 

Yogyakarta, 8 Juli 2019

Retmono Adi

*Komentar untuk diri sendiri. Sebenarnya lucu juga lho,..aku yang sedang berusaha untuk bisa menulis, Kok menulis tentang Tips Menulis,…hihihihi biarlah aku juga ada kutipan dari temen lama yang mengatakan,

” Masalah menulis …ya …diselesaikan dengan menulis,….”

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.