Solusi Itu Muncul Ketika Berada Dalam Tindakan


Dari Pengalaman saya selama memberikan pelatihan, muncul ide ide baru, cara cara baru ketika berada dalam pelaksanaannya. Psikodrama berangkat dari spontanitas, sering saya menekankan pada dinamika yang terjadi, rancangan memang sudah saya bikin dengan runtut, namun tetap memberikan ruang ruang pengembangannya.

Berdasarkan dinamika peserta sering tidak mengikuti rundown, lalu muncullah ide baru, pengembangan baru, yang selanjutnya dapat menjadi bahan dan dapat disusun menjadi rundown baru.

Gaya yang seperti itu menjadikan saya perlu banyak membaca, mengumpulkan informasi dan mengobservasi dan belajar terus, dengan pertimbangan agar bekal ini cukup ketika dibutuhkan.

Sikap ini terbentuk dari dunia teater yang saya geluti. Sering kami berlatih dengan sungguh sungguh untuk mengikuti naskah, dan membangun karakter sehidup mungkin dengan membawa kaidah kaidah estetika. Ketika sudah pada waktunya, sebelum pentas sutradara mengarahkan untuk meditasi, berkonsentrasi pada pentas, melupakan semua hafalan, teknik teknik serta urusan di luar pentas. Pada waktu ini para aktor dan pendukung artistik lain diajak untuk menjadi peran yang sudah ditentukan, kesadaran di sini dan kini. Apa pun yang akan terjadi adalah sudah dalam dunia pentas (Surplus Reality) . Segala tindakan berdasarkan dinamika yang terjadi, spontan, improvisasi,..semua menjadi dianggap “benar”, diatas panggung semua tindakan adalah sah.

Ada sering “kesalahan” yang terjadi, disikapi dengan improvisasi spontan malah menghasilkan kejutan yang menarik, baik bagi para aktor sendiri maupun penonton, (yang tentunya tidak semua tahu jika terjadi “kesalahan” tadi. Kalau pun Penonton tahu, pastilah penonton itu sudah memiliki pemahaman yang cukup  di dalam dunia teater, dan memiliki sikap yang positif terhadap kesalahan di atas panggung, bagi pelaku teater yang paham kesalahan di panggung akan menunjukkan kualitas si aktor tersebut). Hal ini juga sering yang menjadikan pertunjukkan selalu baru, segar, hidup.

Evaluasi (dari kesalahan dan apa yang terjadi di panggung) akan dibahas setelah pertunjukan usai. Hasil Improvisasi dikaji dan diputuskan, untuk pentas berikutnya, akan dikembalikan seperti tuntutan skenario atau malah memakai hasil improvisasi (kesalahan) tersebut. Biasanya pertunjukkan berikutnya (jika pertunjukkan tidak hanya sekali) akan lebih bebas, improvisasi akan lebih banyak muncul, dan sering menjadi lebih menarik.  Para pelaku teater berani melakukan hal ini karena meyakini bahwa hasil yang terlihat saat pentas tidak pernah mengkhianati proses latihannya.

Pengalaman di dunia teater ini saya terapkan dalam dunia kerja saya sebagai trainer, atau fasilitator. Situasi yang mirip tersebut menjadikan saya menganggap saat “bekerja” menjadi trainer atau fasilitator sebagai “Pentas Teater”. Sama juga di dunia teater sering penonton tidak membutuhkan untuk mengetahui latihannya. Para peserta training tidak membutuhkan untuk melihat Trainer saat belajar dan berlatih.

 

Yogyakarta, 9 Juli 2019

Retmono Adi

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

One thought on “Solusi Itu Muncul Ketika Berada Dalam Tindakan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.