Art, Depth, My Reflection and My Action, Psikodrama di Bandung


Hari ini saya menemukan & berkata pada diriku yang berada di hadapanku:

Setiap orang diuji pada hal/titik yang baginya, adalah titik terlemahnya.

Ujian pada titik terlemah dengan pola yg akan terus berulang sampai saya lulus, menuju ke tahap selanjutnya.
Dengan ujian yang baru, yang lebih berat dari tangga di mana saya berada sebelumnya.

Titik terlemah yang dapat menjadi titik balik dalam kehidupan saya bila dimaknakan dengan cara pandang yang berbeda,
cara pandang bahwa titik terlemahku adalah titik balik yang dapat membawa kebaikan buatku & kebaikan buat orang lain yang hidupnya melintasi hidupku,
Yang perjalanannya berpapasan dengan perjalananku.
People who crossed my path.

Pengalaman bermakna.
Pengalaman yang memiliki makna kenapa itu hadir dalam hidupku, dibutuhkan olehku demi kebaikan bagi diriku dan orang lain.
Bahwa saya kurang menjadi berkembang bila semua yang saya temukan hanya hal-hal manis dari kehidupan.
Saya tidak akan pernah belajar menjadi berani & bersabar bila yang saya temukan hanyalah kesenangan & sukacita.
Saya membutuhkan luka, kerinduan, kenangan, kepahitan, kesulitan, kesakitan agar dapat tumbuh dan berkembang.

Suatu drama yang saya putar dalam imajinasiku

“Muslimah kamu akan Saya uji di titik terlemahmu, keluarga.
Ketika satu per satu (yang kamu sayangi) Saya ambil darimu dan terjadi berulang-ulang, dengan jarak yang berdekatan sampai kamu belajar melepaskan, merelakan, menerima, mengikhlaskan.
Kamu tetap mengulang, remedial pada ujian ini, sampai Saya yakini kamu telah memiliki apa yang diperlukan/dibutuhkan dalam melewati ujian ini.

Dengan lulus & naik satu level tangga, akan ada ujian baru yang lebih berat yang akan menantimu, & ingat bahwa kamu punya banyak bekal dari pengalaman-pengalaman di masa sebelumnya yang bisa kamu pakai lagi ketika ujian berikutnya datang.

Saya yakin kepada dirimu.
Saya ada menemanimu.
Saya di dalam dirimu.
Saya adalah kamu, bagian dari dirimu.
Maka rangkul, peluk, & ajaklah aku berjalan seiringan denganmu untuk maju ke depan”

Terimakasih untuk semua pengalaman, semua hal yang terjadi di dalam hidupku.
Semua orang-orang yang hadir dalam hidupku, keluargaku, bapak, ibu, kakak-kakakku, teman-temanku, guruku, mahasiswaku, kucingku.
Semua goresan-goresan di atas kertas.
Yang membentuk Aku adalah Aku.

Terimakasih banyak mas Retmono Adi atas
‘Undangannya’ ke Kedalaman, My inner world, ajakannya untuk memeluk shadow, untuk merefleksikan yang terjadi, memahami Tele, mengingatkanku akan kelenturan, tidak ada kata ‘harus’ tapi ‘perlu’ salah itu boleh, Aku yang bertanggung jawab pada hidupku, saya adalah driver dari hidup saya, to transform thoughts into action dengan penghayatan rasa, berempati terhadap sesama makhluk, menikmati proses menjadi hidup, menjadi bebas, dan memberi kontribusi.

Terimakasih mas Retmono Adi, mengenalkan psikodrama yang Kompleks, Kaya Value, & Dalam.

Psikodrama dari berbagai perspektif,
Art & Depth Psychology
Analytical Psychology,
C.G. Jung, Psychoanalysis Freud, Humanistik Carl Rogers, Abraham Maslow, Existential Viktor Frankl, Psikologi Positif, Behaviorism.

 

Muslimah A. Salam.
Explorer dari Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.