Cope with the Toxic Person, Tanya Jawab di WhatsApp


Muslimah :

Mas, aku mau nanya.

Waktu malam itu, bu F….. cerita tentang toxic friend di tempat kerjanya. Kalau menghadapi individu begitu cukup diminimalisir saja interaksinya (interaksi yang penting-penting dan perlu saja).
dan memaklumi kalau dia sebagai individu yang bermasalah.
Apa begitu saja atau ada hal lain ya mas sebagai tambahan cope with the toxic person?

Kalau dalam keluarga atau pasangan yang memang sudah menjadi bagian dari hidup kita dan kemungkinannya kecil untuk meminimalisir pertemuan gimana ya mas?

Terima kasih atas proses berbagi ilmu ini mas 🙏🏻

Jawab :

Ibu F….., berada dalam lingkungan kerja yang “special”, meskipun secara umum lingkungan kerja memiliki aturan dan tata tertip masing-masing.  Perlu diketahui bahwa “Politik Kantor” di tempat kerja juga seperti alam liar. Maka saya ambil “cope” nya berdasar kehidupan di alam liar juga.

Ada 3 cope utama,.. berdasar mahkluk hidup di alam bebas.

1. Hadapi, jika kita yakin lebih kuat dan pasti menang, selesaikan masalahnya, orang tersebut dibantu menguraikan masalahnya – Toxic Person kemungkinan besar, orang yang memiliki masalah dalam hidupnya, namun tidak mengakui ~ kalau kita yakin mampu, dan memiliki kompetensi, waktu, dan tenaga serta pikiran untuk itu.

Terinspirasi dari Singa, Harimau, Ular, atau Banteng, jika mereka terancam maka mereka akan melawan, menghadapi langsung.

2. Diam, Kita abaikan perilakunya yang meracuni, kita anggap tidak ada, dan kita tidak berpengaruh tetap melakukan apa yang menjadi tugas kita. jadi woles aja. ~ kita berusaha bertindak tidak mengganggunya, apa pun yang dia lakukan kita tutup mata, dan kita juga pastikan bahwa dia tidak mengganggu kita.

Terinspirasi dari Burung Unta, jika ada ancaman ia masukkan kepalanya dalam pasir dan diam mematung. Ia tidak melihat ancaman itu, dan yang mengancamnya melihat seolah pohon perdu, yang tidak berbahaya bagi pengancam itu.

3. Lari…, Kita secepatnya menghindari sejauh mungkin agar tidak berinteraksi (terlibat) dengannya lagi. Kita pindah bagian agar tidak menjadi satu team dengan toxic person itu , atau pindah kerja, pindah kota, pindah rumah.

Terinspirasi dari Kijang, Rusa, dan Kelinci, yang lari dengan kencang bila mendapatkan ancaman dari Serigala, atau hewan buas yang mengancamnya.

Muslimah :

Oh iya mas, kalau kita sudah paham orang toxic, perlu kita ingatkan diri kita untuk tidak baper atau bermain perasaan tentang itu, atau menyertakan emosi ?

Kita cukup membangun relasi formal, sebatas hubungan kerja saja?

Jawab :

Ya,…karena kita mau tidak mau bertemu setiap saat, namun kalau bisa kita pindah kerja,..atau dia yang diusahakan untuk pindah kerja,…(jika punya kekuatan) juga merupakan opsi.

Tidak mudah bagi kita jika tiap hari bertemu namun tidak ada hubungan rasa yang baik, cepat atau lambat pasti muncul rasa itu. Jika tidak muncul malah terpendam dalam hati bisa jadi penyakit juga.

Kita layak memiliki orang-orang yang luar biasa, suportif, dan peduli dalam hidup kita. Bahwasanya hidup ini terlalu singkat untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang yang tidak membantu kita menjadi diri kita yang terbaik. Semoga tulisan ini dapat menjadi imunisasi bagi kita melawan toxic person!

Muslimah :

Jadi teh dari bulan juni saya berniat buka kelas edukasi lagi dengan tema toxic relationship (pasangan, teman, tempat kerja, keluarga) dari kacamata psikologi kepribadian ke mahasiswa-mahasiswa psikologi mas.

Tulisan mas akan menjadi bahan tambahan masukan buatku dan mereka.

Jawab :

Ok, sip,…tetap saling bertukar informasi ya, mari berbagi demi kejayaan negeri.

 

Yogyakarta, 31 Juli 2019

Retmono Adi

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.