Tips Menulis Membangun Komitmen Diri untuk Menulis


Menulis butuh komitmen. Begitulah yang sering kita dengar. Aku sepakat bulat. Masalahnya bagaimana menumbuhkan komitmen dalam menulis ini?

Nah, disini, aku mau menuliskan pemikiranku bagaimana menumbuhkan komitmen tersebut.

Komitmen akan muncul dengan sendirinya jika menulis menjadi kebutuhan, bukan sekedar keinginan. Perlu untuk mencari alasan sehingga menulis bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Kebutuhan yang jika tidak terpenuhi akan memiliki resiko yang nyata, konkrit, misalnya Pusing, mual mual…ups bercanda.

Ada contoh nyata, dari sebuah Sesi berbagi Alumni. Beliau bercerita pernah menulis 50-an buku (dicetak dan diterbitkan) dalam kurun waktu sebulan, sambil menunjukkan di slide presentasi buku-bukunya yang telah terbit. Buku-buku itu mengenai seri tips dan tutorial teknis. Beliau mengatakan bahwa hal itu dilakukan karena ia memiliki tanggungjawab terhadap keluarga, serta membayar hutang yang cukup besar. Ada kesempatan yang beliau miliki, yaitu kenal dengan penerbit, serta sedang trend buku-buku mengenai tutorial di pasar. Maka jadilah menulis menjadi mata pencahariannya.

Mari fokuskan pada akibat jika ia tidak menulis. Kebutuhan keluarganya tidak terpenuhi, dan hutangnya makin membengkak. Mengenai kesempatan yang beliau miliki adalah konsekuensi logis akibat timbal balik, dari proses yang sudah dilakukannya. Bulan saat beliau menulis 50-an buku, bukan Bulan pertama beliau menulis, itu bulan kesekian kalinya, dan bertahap, terlaksana saat memang kesempatan itu datang.

Nyatalah, bahwa akhirnya Menulis merupakan kebutuhan, atau untuk memenuhi kebutuhan rumah-tangga dan membayar hutang, dengan dinamika proses terciptanya yang tiap individu pastinya akan berbeda.

Berdasar situasi dan kondisi itu, aku berusaha menirunya dengan beberapa modifikasi.

Pertama, aku membuat “hutang”. Aku membuat “janji” kepada beberapa teman dekatku, dengan menyatakan bahwa aku punya target terhadap kunjungan ke web retmonoadi.com ini. Targetnya dalam tahun ini 2019, akan ada 100K kunjungan. Target ini akan tercapai jika aku menulis dan upload tulisan sebanyak mungkin.  Aku lalu memiliki “hutang” untuk tahun ini, dan akan “membayar”nya, dengan menulis.

Selain itu, aku juga mengajak siapa saja yang menjadi peserta psikodrama, aku sarankan untuk menuliskan pengalamannya. Dengan aku mengajak orang lain menulis, maka secara tidak langsung aku juga perlu menulis. Aku ciptakan kondisi jika aku tidak menulis, aku akan merasa malu. Aku tidak mau menjadi orang yang memalukan, maka tidak ada pilihan lain selain menulis.

Kedua, aku membuat bahwa menulis ini menjadi (mendukung) mata pencaharianku. Psikodrama yang jadi “sawah” ku, perlu dukungan publikasi lewat web retmonoadi.com.  Banyaknya kunjungan di web, dapat dijadikan indikator banyaknya orang yang sudah mengetahui psikodrama. Meskipun bukan jumlah yang pasti, namun peningkatan sebarannya dapat memberikan daya tarik bagi yang membutuhkan. Ketertarikan yang diharapkan dapat menumbuhkan minat untuk “membeli”nya. Apabila psikodramaku menjadi laris, pendapatku meningkat. Dana yang kudapatkan kugunakan untuk biaya aku belajar, mencari bahan untuk Menulis lagi.

Modifikasi yang aku lakukan berdasar tujuan yang berbeda. Tujuan Beliau yang berbagi di sesi Alumni, adalah mencari uang untuk hidupnya, sehingga sekarang karena Beliau sudah memiliki cukup uang, maka produktivitas menulisnya juga menurun. Sementara tujuanku adalah Menulis, jikalau nanti ada uang yang aku dapatkan, akan aku gunakan untuk meningkatkan produktivitasku Menulis. Dengan demikian maka kondisi kuciptakan secara sadar agar tidak ada lagi pilihan lain selain Menulis.

Aku jadi ingat kata teman, yang sudah menulis beberapa Novel tebal. Ia mengatakan, “Masalah Menulis, selesaikan juga dengan Menulis.”

Yogyakarta, 1 Agustus 2019

Retmono Adi

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.