Lagu ini Memberi Pengaruh Kuat di Psikodramaku, Tears Of The Dragon, Bruce Dickinson


For too long now, there were secrets in my mind 
For too long now, there were things I should have said 
In the darkness…I was stumbling for the door 
To find a reason – to find the time, the place, the hour
Waiting for the winter sun, and the cold light of day 
The misty ghosts of childhood fears 
The pressure is building, and I can’t stay away
I throw myself into the sea 
Release the wave, let it wash over me 
To face the fear I once believed 
The tears of the dragon, for you and for me
Where I was, I had wings that couldn’t fly 
Where I was, I had tears I couldn’t cry 
My emotions frozen in an icy lake 
I couldn’t feel them until the ice began to break
I have no power over this, you know I’m afraid 
The walls I built are crumbling 
The water is moving, I’m slipping away…
I throw myself into the sea 
Release the wave, let it wash over me 
To face the fear I once believed 
The tears of the dragon, for you and for me
Slowly I awake, slowly I rise 
The walls I built are crumbling 
The water is moving, I’m slipping away…
I throw (I throw) 
Myself (myself) 
Into the sea 
Release the wave, let it wash over me 
To face (to face) 
The fear (the fear) 
I once believed 
The tears of the dragon, for you and for me
I throw (I throw) 
Myself (myself) 
Into the sea 
Release the wave, let it wash over me 
To face (to face) 
The fear (the fear) 
I once believed 
The tears of the dragon, for you and for me
Source: LyricFind
Songwriters: Bruce Dickinson
Tears Of The Dragon lyrics © Universal Music Publishing Group

Dari bait awal dapat ditangkap, bahwa sudah lama ada rahasia dalam pikiranku, banyak kata yang tidak dapat kuungkapkan. Aku terjebak dalam kegelapan dengan pintu tertutup mencari alasan menemukan saat dan situasi yang tepat. Aku dihantui ketakutan masa kecil , yang makin menekan sementara aku tidak dapat menghindarinya.
Gambaran tiap orang memiliki pengalaman masa lalu di masa anak-anak yang menjadi trauma yang tersimpan di bawah sadar. Trauma yang menjadikan hidup menjadi tidak optimal seperti layaknya punya sayap namun tidak dapat terbang.
Kepedihanku begitu dalam yang tak dapat kuungkapkan. Emosiku beku seperti tenggelam di danau es yang dingin. Aku tak dapat merasakan apa pun hingga es ini dipecahkan. Aku tidak punya daya, kau tahu aku takut. Ibarat tembok pelindungku runtuh, aku luruh perlahan sirna.
Hidupku terasa hampa.
Aku berserah, aku menceburkan diri dalam samudra realita. Kubiarkan gelombang kehidupan menguasai diriku, untuk menghadapi ketakutan yang pernah aku yakini. Airmata itu memberikan kekuatan untukmu dan untukku. Perlahan aku bangun, berlahan aku bangkit.
Sama seperti dalam Psikodrama tiap orang diajak berani menghadapi realita hidupnya, diajak berani menghadapi ketakutannya. Biasanya ada airmata, sebagai tanda sudah berani jujur pada dirinya sendiri. Airmata ini memberikan kekuatan, kesadaran baru, semangat baru untuk perlahan bangkit, dan menjadi manusia (dengan Pribadi) baru. Pribadi yang lebih kuat dan lebih optimis.
Lagu yang menemani masa remajaku, memberi semangat dalam hidupku. Sekarang lagu ini tetap menginspirasiku dalam menjalani Psikodramaku. Airmata Naga, airmata yang memberikan kekuatan, untukku, untukmu dan untuk siapa saja yang membutuhkannya.
*kutuliskan sambil mendengarkan lagunya berulang-ulang
Yogyakarta, 9 Agustus 2019
Retmono Adi

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.