3 Tahapan Utama dalam Psikodrama dan Sedikit Catatan Tambahan


Psikodrama terdiri dari tiga tahap utama, yaitu:

1. Pemanasan (Warming up)
2. Pentas (Action)
3.  Integrasi / Refleksi

Tiga tahap ini menjadi tahapan utama untuk membantu mengintegrasikan proses psikodrama ke dalam kelompok, dalam merancang spontanitas, dan mengaplikasikannya ke proses terapi. Boleh juga jika ingin ditambahkan untuk mengawali dengan tahap Perkenalan, dan diakhiri dengan tahap Penutup, berterima kasih dan bersalaman.

Mari kita bahas lebih lanjut:

1. Pemanasan (Warming Up)

Tujuan tahap ini adalah membangun kepercayaan dari peserta kepada Direktur dan yang lebih penting adalah membangun kepercayaan antar peserta.  Pemanasan merupakan bagian penting dalam menumbuhkan kepercayaan dan ikatan dalam kelompok. Karena Psikodrama adalah terapi dalam setting kelompok yang proses terapinya mengambil dari dinamika interaksi dari kelompok.

Pemanasan bisa dilakukan dengan aktivitas fisik, seperti menari, bermain musik, dll untuk pemanasan fisik atau Olah Tubuhnya. Sementara untuk mengolah Rasa dengan mengenalkan emosi dan mengekpresikan emosi. Dalam tahap ini juga perlu pemanasan Pikiran dengan berimajinasi dan penjelasan tujuan dan situasi apa yang akan dikembangkan.

Berdasarkan pengalaman berpraktek, tahap pemanasan ini dirasa cukup, jika sudah muncul ungkapan rasa yang otentik, baik berupa “getar” kala berkata-kata, atau ada setitik air mata. Tanda-tanda tersebut dapat dijadikan pedoman sudah adanya saling percaya dalam kelompok. Saatnya memasuki tahap berikutnya.

2. Pentas (Action)

Dalam tahap ini perlu diperhatikan adalah pemilihan Protagonis, seorang yang kita minta kesediaannya menceritakan “drama” hidupnya untuk dipertunjukkan. Ini merupakan penghargaan terhadap pilihan peserta untuk memutuskan kedalaman (keterlibatan) berprosesnya dalam terapi.

Pemilihannya dapat dengan menggunakan teknik Sosiometri agar keterlibatan semua anggota kelompok terwujud. Keterlibatan setiap anggota kelompok akan mendukung Protagonis untuk lebih berani mendapatkan “feel” yang dibutuhkan. Mereka dapat menjadi ego pendukung dalam drama yang dimainkan, mendukung Protagonis mencapai pemahaman baru atas masalah yang dihadapinya.

Meskipun hanya drama dari Protagonis yang dipertunjukkan, namun semua anggota kelompok akan larut dalam adegan-adegannya, baik yang terlibat menjadi Ego Pembantu, maupun yang hanya menonton. Karena turut merasakan apa yang dirasakan Protagonis, tanpa disadari semua anggota mengolah juga perasaannya sendiri, yang dihubungkan dengan pengalaman pribadi masing masing, demikianlah proses terapeutik terjadi pada seluruh anggota kelompok.

3. Integrasi / Refleksi

Setelah pentas, pengalaman tersebut di refleksikan dan diintegrasikan, dengan melakukan sharing dalam kelompok. Sharing diawali dengan mengungkapkan perasaan dan pengalaman baru yang didapatkan. Perlu diperhatikan untuk tidak mengeluarkan pendapat yang menghakimi antar sesama.
Sharing ini diarahkan untuk tiap peserta mampu mengambil pelajaran dari pentas (action) yang telah dipertunjukkan tadi, dan mampu menemukan hal-hal yang mempengaruhi perasaan mereka dan mempengaruhi pola pikir mereka. Dengan demikian akan didapatkan perubahan pola pikir yang  mempengaruhi sikap dan perilaku mereka.

Beberapa catatan tambahan dalam mempraktekkan Psikodrama :

  • Sebelum Pemanasan, atau dapat juga di dalam pemanasan ada perkenalan, dan mengungkapkan harapan dalam proses yang akan dijalani.
  • Pemanasan dapat dilakukan dengan menggunakan permainan anak-anak, game-game ice breaking, dan tentunya Sosiometri (Lokogram dan Spektogram) teknik yang dikembangkan oleh Moreno sendiri.
  • Penting memperhatikan pemilihan Protagonis, karena Psikodrama akan sangat powerfull dan dapat mengungkapkan trauma bawah sadar, jika bukan dari kesediaan individu sendiri, dapat menjadikan individu tersebut menjadi tambah rapuh.
  • Setelah pentas selesai perlu pelepasan peran (dari Kondisi Surplus Reality ) dengan De-rolling, agar semua yang terlibat menyadari kembali kondisi nyatanya, sekarang di sini.
  • Sebelum acara selesai perlu memberikan kesempatan untuk saling berterima kasih, atas dukungan serta kepercayaan dan kesediaan berbagi.
  • Perlu memberi waktu istirahat dan tenang kembali, sebelum melepas peserta pulang. Perlu dipastikan bahwa peserta sudah sadar (dari Surplus Reality ) sepenuhnya akan kondisi nyata sekarang.

 

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

One thought on “3 Tahapan Utama dalam Psikodrama dan Sedikit Catatan Tambahan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.