Perjuangan dan Komitmen akan Cinta, Playback Theatre Yogyakarta Pentas yang ke 5 di Beranda Seni Mbah Demang (lanjutan)


Cerita kedua

Adegan Pertama

Anak SD, Gadis, bermain di halaman bersama teman temannya. Om Bi lewat dan melihat sambil tersenyum.

Adegan Kedua

Di rumah Om BI yang banyak anak anak asuhnya, OM Bi menggambar komik dan bercakap dengan Gadis yang sudah SMP dan meminta kesediaannya menjadi Istri. Gadis SMP menolak karena masih kecil.

Adegan Ketiga

Gadis sudah SMA, di rumah Om Bi dilirik oleh teman sebayanya, namun Gadis SMA tidak merasa. Teman SMA pulang namun masih sempat mendengar Gadis SMA diminta lagi untuk menjadi Istri Om Bi. Gadis SMA menolak karena masih ingin lulus SMA dan bekerja dahulu.

Adegan ke Empat

Gadis sudah dewasa dan bekerja di Sumatra. Gadis Dewasa  di kantornya di Sumatra ,di telpon oleh Om Bi lewat Warnet yang ada di Yogyakarta. berbincang tentang kabar keadaan. Sudah ada rasa yang muncul di dada.

Adegan ke Lima

Gadis Dewasa yang sudah bekerja, pindah kerja di Purwareja. Gadis dewasa di telpon di tempat Kostnya di Purworejo. Om bi menelpon dari Warnet di Yogyakarta. Saling bertukar kabar dan menanyakan kapan pulang ke Yogyakarta. Dijanjikan jika pulang akan dijemput dan ditraktir Mie Ayam oleh Om Bi.

Adegan ke Enam

Akhir Pekan Gadis Dewasa pulang ke Yogyakarta dengan naik Bis di jemput oleh Om Bi di Gapura jalan Magelang. Berdua Berjalan ke warung bersama dan makan Mie Ayam. Setelah makan mereka melanjutkan jalan bersama pulang ke rumah Gadis Dewasa.

Di rumah, Gadis Dewasa diminta lagi kesediaan menikah. Gadis Dewasa setuju dan akan membicarakan terlebih dahulu dengan orang tuanya.

Adegan ke Tujuh

Di rumah Gadis bicara dengan Orang tua. Di ruang keluarga, Gadis Dewasa menyampaikan berita bahwa Om Bi mengajaknya menikah. Orang tua Gadis Dewasa mengmbalikan keputusan pada Gadis Dewasa, apakah sudah dipikir masak-masak dengan beda usia 26 tahun. Gadis Dewasa menjawab bahwa Om Bi orangnya baik dan bertanggungjawab. Orang Tua Gadis Dewasa menyetujui dan akan menunggu lamaran dari Om Bi.

Adegan ke Delapan

Orangtua Gadis Dewasa membicarakan biaya pernikahan yang belum siap, yang nanti akan dibicarakan bila datang lamaran.

Adegan ke Sembilan

Om Bi datang sendiri ke rumah Orang tua Gadis Dewasa untuk melamar. Di ruang tamu Om bi menyatakan niatnya unutk menikahi Gadis Dewasa. Om Bi menyatakan  bahwa karena faktor usia maka pernikahan nanti tidak perlu dirayakan cukup disahkan saja di depan Penghulu, dan biaya semua akan ditanggung oleh Om Bi (Om Bi sudah berhutang untuk persiapan biaya pernikahannya). Orang Tua Gadis Dewasa setuju dan ditentukan tanggal pernikahannya.

Adegan Ke Sepuluh.

Pernikahan sederhana Gadis Dewasa dan Om Bi, hanya di depan penghulu.

Selesai.

Demikian pementasannya dilanjutkan dengan diskusi. Dalam diskusi Ibu (Gadis Dewasa) yang  menceritakan cerita ini menyatakan ia jadi teringat semua kenangan bersama suaminya sambil matanya berkaca-kaca.

Aku juga meminta kesan dan sharing pengalaman kawan-kawan yang turut secara spontan menjadi tokoh tokoh dalam cerita. Mereka senang dan turut terbawa perasaan, dan jika ada waktu lagi ingin turut lagi bermain Playback Theatre.

Sebagai penutup aku mengucapkan terima kasih pada ibu tersebut atas kesediaannya berbagi dan kepada rekan-rekan lainnya atas kesediaan memperagakan menjadi pementasan spontan Playback Theatre.

Yogyakarta, 26 September 2019

Retmono Adi

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.