Menggunakan Psikodrama sebagai Metode Perkenalan bagi Siswa Penerima Beasiswa di Medan Sumatera Utara


Mereka berasal dari sekolah yang berbeda, latar belakang keluarga yang berbeda, serta banyak perbedaan lainnya. Namun disatukan menjadi satu kesatuan siswa penerima beasiswa dari sebuah kelompok pemerhati pendidikan anak yang slogannya ingin mencegah anak putus sekolah di Indonesia. Tentu aja niat luhur ini harus didukung. Saya senang sekali saat diminta untuk menjadi fasilitator perkenalan para siswa ini, di hari pertama mereka dinyatakan diangkat sebagai penerima bea siswa selama satu tahun. Meski dalam waktu relatif singkat untuk mempersiapkan diri, saya juga ingin memberi kontribusi pada kegiatan tersebut.

Ruangan tidak besar, peralatan pun sederhana, waktu tidak panjang, dan jumlah anak anak ini cukup banyak. apa yang harus saya lakukan untuk mengakrabkan mereka. Psikodrama menjadi pilihan pamungkas. Tidak usah banyak teori, permainan menyenangkan hati dan suasana menjadi cair. Saya juga dapat menyelipkan pesan pesan sponsor tanpa anak anak merasa digurui.

Perkenalan pertama molor 1 jam. Waktu yang seyogyanya digunakan untuk bermain itu diminta oleh kelompok untuk beberapa hal yang bersifat administrasi, jadi saya pakai lah waktu ini untuk mengosongkan ruangan, menggeser meja kursi yang tak terpakai. Anak-anak ready, saya pun sudah selesai dan siap menerima mereka.

Pertama sekali anak anak diminta untuk berdiri dalam satu lingkaran besar, setelah itu saya maju ke depan memperkenalkan diri dan membuat satu pose yang memancing anak anak tertawa. Lalu mereka bergantian memperkenalkan diri dengan cara yang sama, setelah itu mereka menyerahkan sehelai selendang pada teman lain yang ingin mereka kenal. Begitu seterusnya sampai semua sudah memperkenalkan dirinya. Awalnya malu-malu, lama kelamaan suasana mulai cair, dan tawa gembira terdengar di sana sini. Sesekali terdengar protes karena ada anak yang menggunakan pose yang sudah dipakai anak lain. Setelah itu beberapa anak diminta sharing apa yang mereka rasakan dalam permainan ini. Ada yang menyebutkan senang, kreatif, jadi berani. dan lainnya. Saya melihat mereka mulai berani menyuarakan pendapat yang tentu saja saya puji.

Setelah itu kami bermain lagi, membentuk beberapa sculpture, baik perorangan maupun kelompok. suasana makin riang, makin gembira, dan anak anak makin akrab bercanda satu dengan lainnya. Yang membahagiakan adalah sebagian besar mereka makin berani menyatakan pendapat.

Setelah itu, anak anak diminta menentukan posisi kesediaan mereka untuk bermain lebih lanjut, dari 0 yang berarti tidak bersedia sampai dengan 100 yang artinya bersedia secara total. Sedikit mengejutkan karena setelah permainan yang begitu gembira, ternyata ada yang memilih 0. Namun setiap pilihan harus dihargai, sebab mereka jujur menyatakan pendapatnya. Anak-anak yang bersedia bermain saya ajak bermain lebih lanjut sementara anak anak lain menjadi penonton.

Anak- anak diminta mencari teman yang ingin dia kenal lebih lanjut, dari sana terlihat ke arah mana popularitas ini bergerak. Setelah itu, mereka diminta memejamkan mata untuk menentukan satu orang yang ingin dia ucapkan terima kasih. Lalu, mereka diminta mencari teman yang menurutnya dapat mewakili orang yang mau dia ucapkan terima kasih itu. Selanjutnya mereka satu per satu mengucapkan terima kasih. Ada peserta yang memilih menggunakan bahasa daerah dan mengucapkannya dengan penuh emosi mengharukan.

Setelah selesai kami duduk membentuk lingkaran dan menyatakan pengalaman masing masing selama sesi tersebut. Ada peserta yang menyebutkan betapa dia merasa bersalah karena selama ini tidak pernah mengucapkan terima kasih satu kali pun kepada orang tua yang sudah sedemikian berjasa. Ada juga peserta yang ingin membawa keluarganya pada kehidupan yang lebih baik, di mana sesi ini memunculkan semangat dari diri anak anak peserta ini. Sesi saya akhiri dengan relaksasi bersama serta membacakan sugesti positif.

Medan, 25 November 2019

Mina W

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.